I Am The Time Lord

I Am The Time Lord
Temporal rewind Luna ll


__ADS_3

"Hiks tuan! saya tidak tahu kenapa tubuhku bergerak sendiri. Hiks! dan itu membunuh mereka!"


"Sudahlah, jangan menangis. Itu bukan salah Luna." seraya Harun mengusap kepala Luna.


Luna menangis sambil di peluk Harun, yang dirinya sendiri tidak tahu sedang memeluk Harun. Untuk Harun dia menenangkan Luna seperti biasa, dengan lembut dan hangat mengusap kepalannya.


"Tapi tuan Hiks! tubuhku bergerak sendiri!"


"Sudahlah, cup! cup! Luna jangan pedulikan para korban Npc." balas Harun sambil mengusap kepalanya.


"Hiks! tuan juga kadang mengatakan sesuatu yang tidak aku mengerti hiks!" Luna seraya masih tersisak tangis.


Di sisi lain Harun menenangkan Luna yang menangis, terlihat gadis pencuri ketakutan dan wajah serta punggungnya basah dengan keringat dingin. Dia tidak peduli dengan Luna yang menangis setelah menghabisi ke tiga orang bodoh.


Apa yang di pikirkannya gadis itu adalah saat Luna menghabisi para orang bodoh dengan kejam sebelumnya, dirinya berpikir itu adalah sihir tetapi rasanya agak berbeda.


Gadis itu sebelumnya pernah melihat sihir secara langsung tidak sengaja, sihir yang dia lihat tidak seperti yang Luna gunakan.


Penyihir Harus melafalkan sebuah mantra hingga terbentuk sebuah sihir kemudian baru di lepaskan olehnya.


Perlu di ingat, penyihir di dunia Aldera biasa menggunakan sihir dengan tipe perubahan alam seperti angin, api, air, tanah, maupun petir atau beberapa elemen unik seperti cahaya dan kegelapan.


Namun berbeda dengan Luna gunakan, itu lebih seperti ke penciptaan. Karena saat penggunaan sihir yang dia lakukan, tidak ada tanda elemen apapun. Sebenarnya itu adalah salah satu kekuatan dari Zafkiel, kekuatannya adalah waktu, penyerapan dan penciptaan.


Penciptaan yang di maksud adalah sesuatu seperti jarum jam, atau benda mati lainnya dengan waktu sebagai biaya. Namun dengan batas di bawah Harun, karena sebenarnya Zafkiel adalah mahluk ciptaan Harun.


Kemudian untuk kenapa Luna menjadi kejam sebenarnya adalah sifat Zafkiel. Sekarang Zafkiel hancur dan sudah meleburkan dirinya untuk menjadi kekuatan Luna serta sebagai pelindungnya.


Tentu saja Luna dan gadis pencuri tidak tahu hal tersebut, namun berbeda dengan Harun dia tahu. Karena memang itu apa yang Harun berikan pada Luna selain blessing.


...


'Siapa mereka? walaupun aku bukan penyihir dan hidup di gang kumuh. Aku pernah melihat sihir dan apa yang gadis itu gunakan seperti bukan sihir.'


'Terlebih bila aku ingat bagaimana bisa aku langsung dalam keadaan terikat? penyihir macam apa mereka?'


Gadis itu memiliki banyak pertanyaan dan di dalam pikirannya, tetapi tidak berani bertanya karena takut. Dia merasa mereka adalah orang yang berbahaya, lebih berbahaya dari dia mengetahui kebenaran tentang alkemis palsu yang memberikan dia obat.


Mungkin saja lebih berbahaya dari kaum bangsawan di luar sana, mereka yang tamak akan kekuasaan.

__ADS_1


'Mereka sebenarnya mau apa? ini sangat membingungkan. Tetapi bila di ingat gadis cantik berambut putih perak itu menyinggung soal saudariku, memang apa hubungannya?' pikir gadis itu sekali lagi.


Tidak memiliki pilihan apapun, dia meneguk ludahnya sesaat sebelum angkat bicara. Dia sebenarnya masih takut, tetapi tidak memiliki pilihan. Jika diam saja dirinya tidak akan mendapatkan jawaban apapun, dia sangat tidak memiliki pilihan.


Lagi pula walaupun tujuan mereka buruk memang apa yang mereka harapkan dari sepasang kakak adik miskin. Dan itu juga sang kakak memiliki adik yang sakit, tentu akan merepotkan mereka bila meminta sesuatu sebagai bayaran. Dengan kata lain jika Harun dan Luna mengharap bayaran dari mereka itu akan sia-sia.


"Apa tujuan kalian dengan orang sepertiku? dan kamu juga bertanya tentang saudariku, memang kalian mau apa?" seraya gadis pencuri dengan ketakutan.


Mendengar perkataan gadis pencuri Harun dan Luna menoleh, Luna merasa si gadis itu sudah sedikit membuka hatinya. Berbeda dengan pikiran Harun, karena merasa gadis itu membuka hati karena rasa takut.


"Aku ingin menyelamatkan saudarimu!" balas Luna dengan mata sedikit bengkak karena menangis.


"Caranya? bahkan aku harus selalu membeli obat dari alkemis palsu. Tetapi ternyata alkemis sialan itu menipuku! dan aku berniat membalasnya!"


"Kamu harus mencuri untuk mendapatkan uang? apa saudarimu tahu? kemudian apabila kamu tewas, bagaimana dengan saudarimu?" kembali Luna bertanya.


Mendengar perkataan Luna yang langsung pada poin utama, itu membuat gadis pencuri terdiam beberapa saat.


"Aku tidak memiliki pilihan!"


Luna melihat ekspresi wajah gadis pencuri sangat termenung, setelah itu dia melihat Harun dengan wajah simpati. Luna sangat ingin Harun menolongnya, dia tidak tega dengan keadaan saudari gadis pencuri.


"Baiklah, aku pasti akan menolong saudari gadis itu. Mereka anak yatim bukan? saya yang seorang pengurus panti asuhan pastinya tidak akan tinggal diam." seraya Harun dengan senyum hangat.


"Tuan! anda sangat baik! terimakasih banyak!" kata Luna.


Luna mengucapkan rasa terima kasih dengan mata berbinar-binar, dia segera memeluk Harun dengan sangat erat. Harun yang di peluk Luna, dia kembali mengelus kepalanya dengan lembut. Harun juga tersenyum hangat melihat Luna, tetapi selagi melakukan itu Harun merasa ini semakin salah dalam hal tertentu.


Blush!


Kembali tersadar Luna mendapati dirinya tanpa sengaja memeluk Harun, wajahnya kembali menjadi semerah tomat matang. Luna langsung malu, dia langsung melepas pelukannya pada Harun. Tetapi tepat Luna melepaskan pelukannya, tidak sengaja kaki kanan terbelit dengan kaki kirinya.


"Uwah!"


"Luna, hati-hati!"


Harun melihat Luna hampir jatuh, dia segera bergerak dengan cepat. Harun segera menggunakan temporal accelerate pada dirinya sendiri, dan itu membuat pergerakan tubuhnya sangat cepat. Dia langsung menangkap Luna yang hampir terjatuh, Harun menggunakan tangan kanan menyangga tubuh kecil Luna, dan hal itu membuat kedua mata mereka berhadapan sedikit lebih dekat.


Luna mendapati hal itu sangat terkejut tidak main, kepalanya penuh asap putih muncul seperti mesin uap. Otak saraf malunya saat itu benar-benar overload, dia kelebihan informasi dan rasa malu pada saat yang sama.

__ADS_1


"Luna? kamu pingsan?"


Tidak sanggup menahan malu berlebihan Luna pingsan, dan untuk Harun dia merasa ini semakin salah. Sekarang Harun dalam pikiran mempertanyakan keputusannya, apakah tidak apa-apa membawa Luna sebagai anak pantai asuhannya.


'Sial, aku akhirnya paham kenapa ini semua salah.' pikir Harun.


Ding!


[Tenang saja tuan! sistem akan mendukung anda apapun keputusannya, dan satu hal yang sistem dapat dahulu sebelum anda mengaktifkan sistem.]


[Umur hanyalah angka, dalam cinta tidak ada yang tidak mungkin! selama anda mampu kenapa tidak?]


Mendapati notifikasi sistem yang sangat menjengkelkan membuat aliran darah Harun meningkat dengan cepat, itu memicu reaksi amarah.


'Sistem ******! berhenti menambah minyak ke dalam api! atau menabur garam pada luka! dasar!' seraya Harun melihat layar notifikasi sistem.


...


'Eh? dia lolicon?'


Di sisi lain pada saat Luna di tangkap Harun terlihat gadis pencuri, dia terkejut dengan ekspresi seperti melihat sesuatu yang tidak enak. Sudut mulutnya sedikit terangkat, dia sangat ingin mengatakan Harun sebagai lolicon tetapi tidak berani. Dirinya takut Harun tiba-tiba melibasnya, jadi memutuskan untuk mengatakan hal itu salam pikiran.


"Nak, ini bisa aku jelaskan!" seraya Harun secara perlahan mengendong tubuh Luna.


Harun setelah itu melihat ke arah gadis pencuri, dia tahu seperti tahu apa yang di pikirkan gadis itu. Dugaannya memang tepat, si gadis pencuri mengatakan Harun sebagai lolicon dalam pikiran. Sehingga Harun memutuskan untuk menjelaskan ini salah paham, dengan kata lain Harun tidak mau imejnya terlihat buruk.


"Iya, aku mengerti tuan. Setiap orang memiliki hobi berbeda, jadi jangan pedulikan aku, lanjutkan saja, anggap aku tidak ada!" seraya gadis pencuri memalingkan wajahnya.


"Sungguh, nak! aku bisa jelaskan!" balas Harun dia sambil menggendong Luna menghampiri gadis pencuri.


Ding!


[Wah, sistem terkejut! Anda sungguh sudah tidak sabar! tuan rumah yang terhormat tolong tahan tujuh tahun lagi.]


[Menurut informasi di dapat sebelumnya di berbagai dunia konsep abad pertengahan, bila seseorang berumur lima belas tahun dianggap dewasa.]


[Jadi, sistem meminta anda untuk sabar, tetapi sepertinya hormon nafsu anda sungguh tidak sabar!]


Mendapati semua hal tersebut kening Harun terlihat berkerut, selain itu aliran darah di pacu jantung ke otak lebih cepat. Dengan kata lain dia marah, meteran kesabarannya sudah sampai batas.

__ADS_1


"Kalian! sungguh menyebalkan!"


__ADS_2