I Am The Time Lord

I Am The Time Lord
Temporal rewind Luna l


__ADS_3

Jalan besar dan panjang dengan disekitar banyak orang lalu lalang, di pinggir terdapat bangunan toko, stan makanan, maupun penginapan.


Semua itu hal yang di lihat pertama kali oleh Luna sebelum mengalami pencurian, di sana mereka berdua berdiri di depan sebrang jalan tepat di depan stan sate.


"Tuan, aku berhasil! tapi entah kenapa tubuhku terasa berat, apa Anda tahu sesuatu?" tanya Luna.


"Kekuatan waktu memang kuat. Tetapi ini juga menggunakan waktu sebagai biaya. Sebelumnya kamu menggunakan temporal rewind itu menguras lima ratus tahun." balas Harun.


"Eh! aku tidak tahu aku dapat hidup lima ratus tahun? bagaimana bisa!" seraya Luna terkejut mendengar perkataan Harun.


Melihat Luna terkejut, Harun menjelaskan dirinya sekarang terhubung dengan Zafkiel, dan Zafkiel memiliki waktu dua ribu tahun.


Namun, begitu menjelaskan semua itu otak Luna kembali overload. Dia pusing tidak terlalu paham apa yang di jelaskan.


'Gadis ini masih terlalu muda, sepertinya akan sulit mengajarkan sesuatu, tetapi setelah aku pikirkan, aku belum melihat status aslinya.' kata Harun dalam pikiran.


Harun membuka penutup mata kirinya, memperlihatkan mata jam organik berwarna hijau, dan memfokuskan penglihatannya.


Dia melihat ke arah Luna.


____________________________________


Name : Luna


Titel : Beloved girl God of time


Age : 8 tahun 5 hari 3 jam


Skill : [Blessing God of time] [Zafkiel]


Saved time : 950 tahun 60 hari 2 jam


____________________________________


Melihat jendela informasi yang dia dapatkan saat melihat Luna, seketika membuat Harun menghela nafas. Saat itu Harun mengira usia Luna 10 tahun, ternyata diriya salah.


"Eh, tuan anda apa menatapku? itu membuat aku malu." kata Luna dia sadar di tatap oleh Harun.


"Tidak ada!" balas Harun.


Harun mengeluarkan sebuah kantung kecil dari inventori, dia mengisinya dengan lima belas koin perak, dan memberikan kepada Luna.


Itu adalah pemicu pertama kejadian Luna mengalami pencurian, untuk Luna melihat yang dilakukan Harun segera paham.


"Baik, tuan saya paham!"


Segera setelahnya Luna berjalan ke arah stan sate di sebrang jalan, dan untuk Harun dia memperhatikan Luna dari sebrang. Selain itu Harun tiba-tiba teringat, itu adalah kata dalam status gadis kesayangan penguasa waktu.


'Sistem, apa maksud dari gadis kesayangan? apa kamu yang seenaknya menambah hal tersebut ke status?' tanya Harun dalam pikiran.


Ding!

__ADS_1


[Sistem hanya mengikuti apa keinginan tuan rumah terhormat! dan bukankah anda paham sendiri?]


[Sistem adalah bagian lain dari jiwa anda. Dan itu adalah pecahan dari time of lord, dan anda juga sama, pecahan lain darinya.]


[Dan sekarang kedua pecahan telah bersatu, dan setelah pertempuran di dunia Chaos eternal. Sekarang kita layak menyandang nama time of lord yang baru, atau bisa dikatakan penerusnya.]


'Aku tahu! tidak usah memnahas itu, si time of lord walaupun sudah mau hancur, dia cukup pintar.'


'Memotong sedikit jiwanya kemudian pergi ke dunia lain, lalu membagi dua jiwanya di bumi salah satunya aku dan kamu adalah jam saku ayahku.'


'Dan jam saku tidak dimiliki langsung oleh ayahku, itu untuk mengecoh pengawasan dari sang paradox. Jam saku dikirim ke masa lalu sebelum aku lahir.'


'Kemudian menjadi benda antik peninggalan sejarah yang terus berpindah tangan, hingga sampai padaku bukan?'


Ding!


[Sistem salut dengan ingatan tuan, tetapi sepertinya kekasih kecil anda sudah hilang. Sistem lihat saat tuan mengoceh, Luna sudah mengejar gadis pencuri!]


"Sistem kampret!"


Mendapati notifikasi sistem tersebut, Harun bergegas menyusul Luna, tetapi sebelum itu terjadi dia menyebrang jalan untuk membayar sate Luna, setelah itu baru mengejarnya.


...


"Tunggu berhenti!" teriak Luna.


Luna mengejar gadis pencuri sampai di gang sempit, gang kumuh sama yang di lalui Harun dan dirinya sebelumnya, tetapi berbeda di sana tidak ada orang lain.


Mendengar teriakan Luna, gadis pencuri itu tidak berhenti dia masih berlari. Apa yang di lakukan gadis pencuri itu, membuat Luna menghela nafas lelah, setelah itu kembali mengejar.


"Hai! tolong berhenti!"


Seketika itu aliran waktu di sekitar menjadi terhenti, dan Luna yang mendapat hal itu sebagai kesempatan tidak membuangnya. Segera Luna menangkap gadis pencuri itu, kemudian mencari tali di sekitar.


Namun, sekaras apapun mencari. Luna tidak menemukan tali. Itu tidak membuatnya pilihan untuk pergi ke salah satu stan, dia berniat meminjam tali yang mengikat tenda atau barang di sana.


Setelah itu kembali kepada gadis pencuri dan mengikatnya dengan erat, baru yang terakhir mengembalikan aliran waktu sekitar. Namun Luna ingat baru belajar cara kembali ke masa lalu.


"Luna, bagaimana apa sudah kamu tangkap?"


Suara Harun terdengar oleh Luna, dia segera menoleh melihat Harun sudah mengejar. Dia segera menghampiri Harun menunjukkan bahwa berhasil menangkap si gadis pencuri. Selain itu dia juga bertanya bagaimana cara mengembalikan aliran waktu sekitar.


Sebelumnya Luna mengendalikan waktu karena tidak sadarkan diri, dan sifat Zafkiel yang mengambil alih. Selain Itu Luna juga mengatakan dirinya seperti di serap, dan itu membuatnya menjadi lelah.


"Baiklah aku paham! kamu terlalu banyak menggunakan waktu, nanti aku ajarkan lebih banyak konsep waktu."


Blush!


Mendengar perkataan Harun, hal itu membuat Luna mengingat kesan saat dia di ajarkan cara memutar waktu. Luna ingat cara Harun menjelskannya, dia langsung overload memikirkan semua itu.


Untuk Harun tidak melihat ekspresi Luna, dia segera menjentikkan tangannya. Seketika aliran waktu kembali normal, itu juga berlaku pada gadis pencuri.

__ADS_1


"Eh! apa yang terjadi? bagaimana bisa aku tertangkap!" gadis pencuri terkejut dengan apa yang terjadi.


"Ah, terimakasih tuan!" seraya Luna segera menghampiri gadis pencuri.


Saat itu Luna sudah kembali mendapatkan kesadarannya, dia langsung menuju gadis pencuri untuk sekedar bertanya.


"Jadi, anda mencuri uang miliku? itu apa untuk adikmu?" tanya Luna langsung ke poin utama.


"Eh? bagaimana anda tahu! tidak apa kamu inginkan? apa kamu mau?"


Gadis pencuri terkejut, dia mencurigai Luna dan Harun. Itu karena Luna bertanya poin utama topik, dan Luna yang masih anak-anak sifat bicara polosnya belum hilang.


"Tenang saja, aku dan tuan Harun tidak akan macam-macam! aku janji!" Luna berusaha mendapatkan kepercayaan gadis pencuri.


"Kau pikir aku akan percaya kalian? untuk kalian seorang bangsawan selalu saja mengatakan omong kosong!" gadis pencuri menjadi marah mendengar perkataan Luna.


Tetapi Luna tidak terlalu peduli, dia segera ke Harun. Kemudian dia melihat penampilan Harun dengan bingung, dia tidak mengerti apa yang di maksud gadis pencuri.


Harun melihat Luna menatap penampilannya dia paham apa yang mau dikatakan Luna. Karena Harun juga mendengar obrolan apa yang mereka katakan.


"Luna, aku bukan bangsawan. Aku seorang pemilik panti asuhan, tetapi karena ada hal menyebalkan aku seperti ini." jelas Harun.


"Kalau bukan bangsawan lalu pedagang? tidak mungkin! pakaian mewah seperti itu hanya kalian yang memakainya!" bentak gadis pencuri.


Mendengar perkataan gadis pencuri, Harun segera berjalan mendekatinya. Setelah itu menunduk dan menyentuh kepalanya, itu sudah menjadi kebiasaan Harun. Dirinya sendiri tidak sadar memiliki kebiasaan itu, sering menaruh tangan di kepala anak yang lebih muda.


"Dengar! walaupun pakaianku seperti ini, aku bukan bangsawan atau pedagang. Aku hanya orang luar yang kebetulan salah alamat." kata Harun.


"Kau pikir aku akan percaya?" balas gadis pencuri dengan cepat.


'Sepertinya ini tidak mudah.' pikir Harun.


Selagi berpikir cara mendapatkan kepercayaan dari gadis pencuri, suara langkah kaki terdengar. Suara nya seperti tiga orang berjalan mendekat, dan dari arahnya itu menuju mereka.


"Wah, ternyata ada tuan bangsawan! ini keberuntungan kita saudara, di tambah dia memiliki gadis imut!"


"Benar! ini keberuntungan kita!"


Swis!


Jrak!


Crat!


Tepat mereka masih mengobrol, terlihat sebuah jarum jam muncul. Setelah itu menusuk tubuh mereka dengan sadis, dan itu menyebabkan kematian instan. Kemudian yang melakukan itu adalah Luna, matanya kembali berwarna emas. Dia juga memasang wajah dingin tanpa ekspresi.


Di sana Harun sedikit terkejut. Tetapi tidak untuk si pencuri, dia sangat terkejut sampai menjadi takut. Di dalam pikirannya dia mulai meragukan identitas Luna, terlebih untuk Harun.


'Apa! siapa gadis itu sebenarnya? dan dia mengatakan tuan pada pria itu? sebenarnya mereka siapa? apa penyihir?' pikir gadis pencuri.


Tidak lama Luna kembali sadar, dia begitu melihat tubuh orang bodoh sebelumnya tidak bernyawa menjadi terkejut. Luna segera lari ke arah Harun, tentu dengan menangis.

__ADS_1


"Tuan! Hiks! aku membunuh mereka lagi!" seraya Luna menangis sambil memeluk tubuh Harun.


__ADS_2