
Harun dan Luna tengah di dalam antrian menuju gerbang masuk kota, disana mereka menarik perhatian. Semua itu karena pakain Harun dan Luna sang mencoba, bahan kain yang digunakan sangat tidak biasa
Selain karena bahan, desain model pakaian juga termasuk, para merchant sangat hebat mengamati walaupun dari jauh. Mereka dapat memperhatikan desain, jahitan dan warna pakaian.
Itu terlihat seperti pakaian mewah yang hanya di gunakan bangsawan kelas tinggi, selain apa yang mereka kenakan ada satu hal lagi hal lebih penting.
Yaitu, yang paling utama adalah penampilan Harun yang memiliki wajah cukup tampan dan kesan dingin, namun terasa bijaksana seperti orang yang hidup ratusan tahun.
Dan hal penting lainya adalah untuk Luna, dia terlihat seperti seorang putri dari bangsawan yang berasal dari negara jauh.
Rambut putih perak yang panjang terlihat sangat halus terawat dengan baik, pakaian gaun lolita cantik berwarna hitam dengan rendra dan pita besar di punggung.
Membuat yang melihat mereka bisa saja salah sangka, dianggap sebagai bangsawan dari negara lain yang sangat jauh itu tidak salah.
"Sepertinya ini menarik perhatian, dan masih banyak antrian. Ini tidak ada pilihan, Luna kemari"
Harun menyentuh pundak Luna menggunakan tangan kanannya, untuk tangan kiri Harun membuat lingkaran jam dengan nomor analog, itu terlihat seperti lingkaran sihir. Dan Harun memutar jam tersebut dengan cepat, sekejap mata daerah sekitar seperti terdisorsi.
Itu bisa anda bayangkan sedang menonton film di internet, tetapi anda mempercepat penayang beberapa kali lipat.
Kembali pada Harun dan Luna, mereka sudah sampai di depan gerbang masuk kota, dan Harun segera menghentikan percepatan.
Yang di lakukan oleh Harun tentu saja tidak ada seorangpun yang sadar, hanya yang di sentuh Harun yang dapat sadar.
Untuk Luna yang menyaksikan kekuatan Harun di depannya. Dia begitu kagum sampai tidak dapat berkata apa-apa, namun Harun tahu apa yang akan dikatakan Luna, tapi dia memilih diam dan mengatakannya nanti.
Karena mereka sudah sampai di depan gerbang kota, otomatis mereka sudah berhadapan dengan para prajurit yang mengurus pengunjung atau warga masuk kedalam kota.
Penampilan prajurit memakai armor besok berwarna putih, memakai helm besi dan membawa sebuah tombak. Untuk jumlah mereka ada tiga orang, itu ada di setiap gerbang kota.
Hal penting, kota besar seperti ini biasanya memiliki empat gerbang di setiap mata angin. Biasanya untuk memudahkan pengunjung masuk atau keluar, dan beberapa hal lainnya.
Kembali pada Harun, dia sedang meregistrasi dirinya dan Luna sebagai pengunjung, Harun memilh menjadi pengunjung dari jauh.
"Tuan, biaya pendaftaran adalah satu keping perak!" kata prajurit penjaga.
Harun langsung memasukkan tangan kanan ke sakunya, dia terlihat seperti mengambil uang dari sana. Padahal tidak! dia melakukan exchange menukar waktu dengan uang resmi dunia Aldera.
'Sistem, tukar lima puluh tahun waktu dengan uang!'
Ding!
[Dimengerti, menukar waktu dengan uang anda mendapatkan lima juta koin konferensi perak]
__ADS_1
[Koin, sudah di transfer ke inventori secara otomatis! anda bisa mengambilnya bila di perlukan]
'Sistem, kenapa tidak kamu berikan beberapa di tanganku? kenapa harus di inventori dan itu semuanya?' seraya Harun dengan kesal.
[Tuan, salah sendiri anda tidak bilang! sistem tidak memiliki fungsi mengerti kemauan tuan rumah!]
'Sudahlah, sistem berikan dua keping perak dari inventori ke dalam saku.'
[Dimengerti!]
Dalam waktu sekejap saku celana Harun berisi dengan lima koin perak, dan karena tangannya masih berada di kantung Harun langsung mengeluarkan. Setelah itu dia memberikan pada penjaga kota sebagai biaya masuk.
"Terimakasih kerja samanya, selamat datang di kota Assrafan! ini adalah kartu sebagai pengenal sementara, mohon ingat ini berlaku tiga hari, bila ingin menambah durasi silahkan datang kembali"
Setelah memberikan dan menjelaskan soal kartu identitas, Luna dan Harun melangkah masuk kota. Di sana jalan besar dan panjang di sekitar banyak orang lalu lalang, di pinggir terdapat bangunan toko maupun penginapan.
Melihat itu semua Luna terkesan, dia dalam hidupnya belum pernah mengunjungi kota manapun. Hanya ayahnya yang pernah berkunjung, itu karena sang ayah sebelum adalah petualang.
Namun, karena beberapa alasan dia berganti pekerjaan menjadi petani di desa Tori, lalu secara tidak sengaja bertemu dengan Ashley dan menikahinya.
Informasi ini bisa Harun ketahui dengan mudah, tapi enggan melakukannya dia bisa menutup mata kanan dan melihat dengan mata kirinya yang bernama Infinite eye of time.
Mata ini memungkinkan Harun melihat masa lalu maupun masa depan, ditambah dia juga dapat melihat umur seseorang dan batas usia mereka bila memfokuskan penglihatannya.
"Tuan, ini kota yang menakjubkan! banyak bangunan besar!" kata Luna.
"Apa yang menakjubkan? ini terlihat biasa saja, memang desain Eropa kuno terasa, tapi hanya itu saja." balas Harun dengan datar.
"Eh? Eropa kuno negara apa? tuan kadang mengatakan hal yang tidak aku mengerti serius!" kata Luna dengan ekspresi serius.
"Nanti kamu akan aku ajarkan, oh ya benar apa ada yang kamu ingin beli? kamu boleh membeli sesuatu."
Harun mengeluarkan sebuah kantung kecil dari saku celana, tetapi sebenarnya itu dari inventori. Kemudian dia mengisinya dengan lima belas koin perak. Dan memberikan uang kepada Luna, itu sebagai uang jajan.
"Ini uang jajan untukmu, beli saja yang kamu suka!" seraya Harun menyerahkan kantung uang.
Luna yang menerima sekantung uang dari Harun. Dia merasa kantung terasa berat, dan Luna juga menguncangnya sedikit.
Cring! Cring!
"Eh? ini berat dan berbunyi apa isinya sangat banyak?" tanya Luna.
"Tidak banyak. Ambil saja!" balas Harun.
__ADS_1
Luna menerima lima belas koin perak dari Harun, sebenernya bukan hanya alasan uang jajan. Sebagaian besar karena rasa bersalah dia memberikan Luna ransum militer.
Oleh sebab itu Harun akan menembus rasa bersalah tersebut dengan memberikan dia uang jajan yang banyak, untuk Luna bila ingin membeli sesuatu.
Bahkan bila lima belas koin perak tidak cukup Harun bisa menambahkannya lagi. Dan lebih penting bila Luna ingin membeli sesuatu yang tidak masuk akal, seperti sebuah kota.
Sebagai penguasa waktu Harun dapat dengan mudah memberikannya, lagi pula itu hanya sebuah kota tidak sulit bagi dia.
"Terimakasih! tuan, saya mau membeli daging tusuk di sana apa boleh aku menggunakan uang ini?" tanya Luna meminta izin.
"Itu terserah kamu, belanjakan sesuatu yang kamu suka!" balas Harun.
Setelah Harun memberikan izin Luna segera berlari menghampiri stand makanan di seberang jalan. Dia menghampiri tukang sate tusuk daging, untuk Harun dia mengamati Luna dari sebrang jalan.
...
"Pak, tolong dua tusuk!" kata Luna.
"Baiklah, ini dua tusuk!" balas pedagang tersebut memberikan sate pada Luna.
Luna segera mengeluarkan uang dari kantung
tetapi begitu Luna mengeluarka uang. Tiba-tiba seseorang berlari menabrak Luna hingga jatuh, di sana yang menabraknya tidak membantu dan langsung berlari menjauh.
Penampilannya memakai baju kaos berwarna coklat dengan topi mirip bundar, orang itu lari pergi ke arah keramaian menghilangkan jejaknya.
"Ugh, siapa orang itu? dia menabrakku dan kemudian lari? ini sakit! walaupun sepertinya tidak terluka." keluh Luna sambil bangun dari dia jatuh.
"Nona, apa kamu baik baik saja? dan anda lupa memberikan biayanya satu keping perak!" tanya pedang sate.
"Aku tidak apa-apa- Eh? uangnya kemana?"
Melihat reaksi Luna, si pedagang sedikit terkejut dan menduga dia mengalami pencurian.
"Nona, sepertinya orang tadi anda pencuri. Anda sebaiknya melaporkan pada penjaga. Untuk daging anda boleh berhutang padaku nanti membayar!" kata penjual pada Luna.
"Tidak, biarkan aku yang bayar!"
Suara Harun terdengar jelas tiba-tiba sudah berada di belakang Luna. Itu karena Harun menggunakan menghentikan jalannya waktu, kemudian berjalan mendekati Luna dan mengembalikan jalannya waktu.
Apa yang terlihat seperti sihir teleportasi padahal bukan, ini tidak lebih dari trik kecil Harun menggunakan kekuatannya secara hemat.
Dan hal tersebut membuat penjualan sate terkejut, tetapi setelah Luna menjelaskan ini sebuah trik sihir, penjual sate memahami nya.
__ADS_1
Padahal ini bukan sihir tetapi murni kekuatan yang mengendalikan waktu.