
Disana kedua orang tua Luna terkejut dengan apa yang dia lihat, Luna dalam masa lalu juga terkejut bukan main.
Untuk Harun, dia memutuskan melihatnya dari jauh, dia tidak mau mengganggu Luna membuat kenangan terakhir bersama keluarganya.
Selain itu dia juga sedang berpikir apa yang dilakukan tidak salah, lagi pula setelah memutar kembali waktu untuk membiarkan Luna bertemu dengan keluarganya. Harun berniatan menghapus ingatan orang tua Luna, tentang Luna melakukan perjalanan waktu.
Karena Harun tidak mau merubah waktu terlalu banyak, merubah waktu bisa saja memiliki efek butterfly yang satu kepakan menyebabkan badai.
...
"Jadi ini kamu Luna?"
"Bagaimana bisa!"
Ayah dan ibu Luna benar-benar terkejut, si ibu sempat mencurigai ayah berselingkuh tapi dengan cepat di tepis. Itu karena tidak mungkin si ayah akan selingkuh, si ayah sangat setia pada keluarganya.
Untuk Luna di masa lalu, dia terlihat takjub karena tidak pernah memakai pakaian sangat cantik. Pakaian Lolita berwarna hitam dengan rendra dan pita besar di punggung, itu semua terlihat seperti putri seorang bangsawan.
Pakaian yang dikenakan oleh Luna masa depan menurutnya sangat cantik, dia sedikit merasa iri dengan pakaiannya. Tetapi itu juga dirinya, oleh sebab itu dia menjadi bingung apa harus iri atau tidak.
"Kamu bilang kamu adalah aku? bukan saudari kandung atau saudari kembar?" tanya Luna masa lalu.
"Benar! aku dirimu sendiri, tapi aku berasal dari masa depan!" balas Luna masa depan dengan senyum.
"Wuah! apa dimasa depan aku, maksudnya kita adalah seorang putri?" tanya Luna masa lalu dengan wajah berbinar.
"Benar, kita adalah putri Gerald dan Ashley dimasa depan." Luna masa depan membalas perkataannya.
Setelah mengatakan hal tersebut semua keluarganya tertawa, namun tidak untuk Luna masa lalu dia merasa malu di ejek dengan dirinya sendiri.
Dan hal tersebut membuat keluarganya yang awalnya ragu menjadi yakin, gadis mirip putrinya yang memakai pakaian indah adalah putri mereka sendiri.
Sebagai seorang keluarga mereka memahami anggota mereka sendiri, itu juga termasuk candaan milik Luna yang terbilang sedikit jenaka.
"Lalu kenapa aku dimasa depan datang ke masa lalu? apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Luna masa lalu.
"Iya, benar kenapa putri kami ke melakukan perjalanan waktu? apa yang terjadi dimasa depan?" si ayah juga mulai bingung.
Apa yang dikatakan keluarganya tentang alasannya membuat Luna melakukan perjalanan waktu menjadi bingung dan bimbang, dia terdiam seribu bahasa tidak tahu harus mengatakan apa.
Walaupun umurnya terbilang masih muda Luna memiliki sifat sedikit dewasa, Luna masa depan paham betul bila mengatakan desa akan di serang monster dan semua mati kecuali dirinya.
Hal itu akan membuat suasana menjadi duka dan dia tidak mau hal tersebut terjadi, namun dia bingung mau menjawab apa.
__ADS_1
"Luna, apa ada sesuatu yang tidak bisa kamu katakan?" tanya Ibu melihat anaknya bimbingan.
"Maaf, ibu maafkan aku, ini bukan sesuatu yang dapat aku katakan!" kata Luna masa depan menangis.
"Tidak apa-apa, sudahlah jangan menangis nanti wajah cantikmu rusak!" sang Ayah menenangkan Luna.
"Benar! aku adalah kamu bukan? seharusnya walaupun kamu tidak dapat mengatakannya aku pasti akan tahu nanti." Luna masa lalu memeluk Luna masa depan.
Dia bergerak maju dan merangkulnya, Luna masa lalu memberikan pelukan hangat dan nyaman. Di dalam pelukan hangat Luna masa depan dia mengingat kejadian mengerikan dalam hidupnya, kejadian dimana monster menyerang desanya dan melahap habis kebahagiaannya.
'Kamu benar diriku masa lalu, tapi sesuatu itu sangat menyedihkan.' kata Luna masa depan dalam pikiran.
Setelah berpikir seperti itu Luna masa depan menghapus air mata nya, dia memasang senyum melihat keluarga dan dirinya di masa lalu.
Tidak lama kemudian suasana kembali ceria dan saat ini mereka memilih bermain bersama, dalam waktu sesingkat itu satu keluarga sangat menikmati hari mereka.
Waktu satu detik mereka di habiskan terasa seperti satu hari berlalu, satu menit terasa seperti satu tahun.
Mereka sangat menikmati setiap waktu tersebut, namun tidak untuk Luna masa depan karena setiap menit berlalu di dalam lubuk hati paling dalam dia tersayat sedikit demi sedikit.
Semua terjadi karena tahu apa yang terjadi tapi menerima penawaran Harun, walaupun begitu dia paham tidak boleh terlihat sangat sedih di depan keluarganya.
...
Waktu empat puluh lima menit berlalu begitu saja, tidak terasa sudah lima menit sebelum waktu habis.
"Luna, waktumu sudah hampir habis! bila ada sesuatu, cepat katakan sebagai perpisahan."
Suara Harun terdengar dari luar teras rumah Luna disana keluarganya terkejut, Luna langsung mengenalkan Harun tidak jahat dan dia orang yang mengirim Luna ke masa lalu.
Setelah mengenalkan Harun pada keluarganya, Luna segera memeluk mereka termasuk dirinya dengan sangat erat sambil menangis.
"Maaf, aku tidak berguna! aku meninggalkan kalian. Sungguh aku minta maaf, tidak tolong benci saja aku!" kata Luna sambil terisak tangis.
Keluarganya terkejut dan tidak memahami apa yang terjadi, dan tepat saat itu terjadi tubuh Luna masa depan hancur menjadi debu. Bukan hanya Luna masa depan tapi semua nya termasuk Harun dan seluruh tempat tersebut.
Mereka hancur seperti debu di tiup angin dan menghilang, lebih penting keluarga Luna mereka sadar akan hal tersebut. Mereka sadar apa yang terjadi pada tubuhnya dan apa yang terjadi disekitar.
Namun, untuk para warga mereka semua terlihat biasa saja seperti tidak terjadi apapun. Mereka yang memiliki aktivitas tertentu seperti mengobrol, atau berjalan-jalan tetap saja mereka lakukan bahkan sampai tubuh mereka hancur menjadi debu.
Itu semua terjadi karena kontak fisik dari orang masa depan kembali ke masa lalu, dan itu menyebabkan beberapa butterfly efek perubahan masa.
Kembali pada Harun disana sebelum berubah menjadi debu dia menggunakan kekuatan waktunya. Harun memulihkan ingatan keluarganya ke empat puluh menit sebelum bertemu Luna masa depan dan dirinya.
__ADS_1
Atau dengan kata mudah dia menghapus ingatan dengan memutar waktu apa yang di lihat target.
...
Tidak berselang semua yang terlihat sudah hancur menjadi debu, pemandangan desa Tori yang hancur kembali terlihat.
Disana matahari telah tenggelam dan hari siang menjadi malam yang dingin, di bawah langit malam tangis kesedihan seorang gadis menghiasi area tersebut.
Luna kembali menangis sangat keras, dia menangis untuk merelakan kepergian orang tuanya. Dan saat ini Luna menangis dalam pelukan Harun, Harun melakukan itu sebagai pengganti orang tuanya yang menghilangkan rasa sedihnya walaupun cuma sedikit.
Sebagai seorang pemilik panti asuhan dia sering mendapatkan kejadian serupa dimana seseorang anak menangis, entah itu karena perpisahan keluarga atau di buang keluarga.
Dari umur yang masih muda sebelum menjadi pemimpin panti asuhan, dia sering memperhatikan orang tuanya menengangkan seorang anak yang menangis.
Oleh sebab itu Harun bisa memahami apa yang mereka rasakan dan mengerti cara mengurangi rasa sakitnya.
Yaitu memberikan pelukan hangat dan terasa tulus dari hati terdalam memahami apa yang mereka rasakan. Setelah sepuluh menit Luna tertidur karena lelah saat menangis, gadis itu tertidur dalam pelukan Harun.
"Oh? pantas saja berhenti menangis sudah tidur ternyata dan sepertinya bajuku basah kuyup air matanya"
Harun dia kemudian menggendong Luna seperti gaya putri, dia melihat wajah gadis itu tertidur pulas sedikit tersenyum.
"Walaupun sikapnya sedikit dewasa tetapi dia masih anak-anak, entah mengapa ini membuatku khawatir kedepannya"
"Apa yang harus aku lakukan saat aku tidak menjaganya? apa mungkin sepertinya aku bisa memberikan dia benda itu?"
Sambil menggendong Luna menggunakan gaya putri, Harun berpikir sebentar tidak lama dia membuat satu membuat klon.
"Kamu tolong gendong Luna sebentar, ada yang mau aku lakukan!" kata Harun memberi perintah pada Klon.
"Aku paham, biar aku gendong dia sebentar kamu dapat melakukannya." balas Klon Harun.
Walaupun mereka pada dasarnya adalah satu orang dalam masa waktu berbeda beberapa detik, jadi pemikiran mereka sama dan mudah memahami satu sama lainnya.
Setelah berganti tangan menggendong Luna dengan klonnya, Harun dia mengeluarkan sebuah kalung dengan liontin jam bundar dari inventorinya.
Harun mendekatkan kalung tersebut dengan dengan mulutnya, dia membuka mulut dan berbisik pelan namun terdengar tegas.
"Zafkiel!"
Tepat saat itu terjadi dalam sekejap langit dan bumi dalam radius ratusan kilometer menjadi berwarna warna menjadi abu abu, bukan hanya itu saja.
Semuanya berhenti bergerak, itu termasuk angin awan maupun hewan dan manusia yang mana semua berhenti bergerak.
__ADS_1
Tiba-tiba secerah energi berwarna emas keluar dari kalung jam, secara perlahan itu membentuk sesosok mahluk humanoid.
Cahaya yang memudar memperlihatkan wujudnya, dia memiliki wajah jam berwarna emas. Penampilannya memakai jubah emas berwarna hitam gelap dan punggungnya dia memiliki sayap yang terbentuk dari setiap jarum jam tersusun dengan rapi.