I Am The Time Lord

I Am The Time Lord
Let's role play


__ADS_3

Harun berjalan masuk ke lab rahasia milik Alkemis palsu tersebut, dia berjalan masuk dengan santai. Sambil berjalan dia meyiapkan tongkat hitam panjang, itu tongkat kesukaan dia yang dapat di gunakan sebagai senjata.


Tongkat itu Harun keluarkan dari inventori, dia biasa menggunakan tongkat sebagai media penyaluran prana, yang sering Harun gunakan untuk membuat sebilah pedang tajam.


"Tempat ini sangat bau! tetapi nampaknya si Alkemis dan Tisa belum datang."


Sampai di dalam Harun melihat sekitar, di dalam terlihat tembok baru dengan warna hitam. Desainnya menggunakan laboratorium aban pertengahan, juga banyak bahan kimia maupun ramuan di dalam tabung di setiap meja tersusun rapi. Hal itu membuat udara di dalam ruangan terkontaminasi, mungkin menjadi beracun, namun tidak yang jelas berpengaruh terhadap kekebalan Harun.


Harun sebagai mahluk transcendent memiliki daya tahan dari keadaan abnormal apapun itu. Dengan kata lain Harun kebal pada racun, dia seperti itu karena efek kekuatan waktu yang terus membuat kondisi tubuhnya tetap tanpa perubahan.


"Hm, desain yang unik!"


Setelah puas melihat desain laboratorium Harun mengeluarkan sebuah bangku, dia mengeluarkannya dari inventori. Itu terlihat seperti bangku tahta berwarna putih pucat dengan ornamen gorgolye di atas dan tengkorak bawah. Selain itu tahta juga memancarkan aura haus darah berwarna merah, jika di padukan dengan suasana ruangan terlihat sangat mengancam.


Harun memutuskan untuk duduk tengah ruangan, dia menunggu Alkemis dan Tisa datang ke tempat ini.


"Karena mereka masih muncul sebaiknya aku menunggu saja, dan sambil menunggu klon mengirim waktu."


...


Beberapa saat kemudian Harun mengambil jam saku di kantungnya, dia melihat jarum pendek mengarah ke pukul sebelas dan jarum panjang mengarah ke angka dua belas.


"Sepertinya ini hampir waktunya."


Tepat mengatakan hal tersebut suara langkah kaki seseorang terdengar, itu berada di luar bangunan lab, dan akhirnya membuka pintu laboratorium. Saat membuka pintu terlihat seorang pria tua dengan rambut jarang dan tubuh ramping namun tertutup pakaian jubah berwarna putih. Dia terlihat mengendong seorang gadis kecil, itu berambut sepanjang leher berwarna coklat di tangannya.


"Untuk seorang pria tua bertubuh kurus, anda cukup kuat."


Suara Harun terdengar mengejutkan pria tua tersebut, dia segera menoleh pada asal suara. Di dalam kegelapan lab terlihat Harun duduk santai, dia menaruh kaki kiri menimpa kaki kanan serta kepala ditopang dengan tangan.


Alkemis itu melihat Harun ketakutan karena pembawaannya terasa mengerikan, seorang pria berpakaian serba hitam duduk di bangku seperti tahta yang terlihat sangat aneh dan mengerikan.


Namun, bukan hanya itu. Di sekeliling Harun terasa aura membunuh dingin, dan begitu mengancam.


"Apa! tidak mungkin Anda siapa?"


"Jangan terkejut begitu, aku tidak memiliki tujuan buruk. Anda bisa yakin pada saya, tetapi kalau tujuan saya buruk tidak mungkin anda masih hidup." balas Harun.

__ADS_1


Harun menatap wajah Alkemis yang sangat ketakutan sambil duduk. Harun sebanernya hanya bermain peran sebagai bos besar, dia melakukan itu bukan hanya karena ingin tetapi ada hal lain. Hal itu adalah masa depan dan takdir dari si Alkemis, dan tentunya masa depan kehidupan kedua kakak beradik.


Memang Misa dan Tisa lepas dari tangan kematian, namun itu hanya sesaat dan tangan kematian masih mengejar mereka. Dengan kata lain, Misa dan Tisa hampir tidak dapat menghilangkan kematian mereka.


Harun memang dapat membuat mereka terhindar dari kematian, tetapi keberadaan dia di dunia Aldera baru dua hari. Hal itu juga mempengaruhi kekuatannya, dia tidak dapat seenaknya merubah jalur waktu di dunia Aldera.


'Siapa dia? kenapa bisa ada di labku? apa dari para bangsawan? sepertinya tidak, bahan pakaian yang dia kenakan sangat tidak biasa!'


Alkemis itu berpikir banyak hal di kepalanya, dia bingung dengan Harun. Namun, dirinya tidak berani bertanya karena rasa takut dengan pria penuh misteri di depan. Apa tujuannya, lebih penting bagaimana dia bisa tahu tempat ini.


"Anda sepertinya lelah membawa gadis itu? dan sepertinya juga lelah dengan urusan hidup. Apa saya benar?"


'Bagaimana bisa tahu?'


Pria tua itu begitu terkejut mendengar apa yang Harun katakan, dia jelas belum mengucapkan sepatah kata dengan keadaannya tetapi Harun menjawab dengan tepat. Padahal semua itu simpel, karena Harun telah melihat masa depan lewat mata kirinya. Dia melakukan itu saat sebelum ke lab rahasia ini.


"Anda benar, saya lelah pada hidup. Saya merasa apa yang saya lakukan itu salah, tetapi mengapa saya terus melanjutkan? saya benar-benar tidak mengerti."


"Begitu, saya mengerti. Tetapi ada baiknya kita bicara lebih mudah dengan menurunkan gadis itu, dan anda bisa menurunkan secara langsung." balas Harun.


"Baiklah, terimakasih tolong tunggu saya sebentar, saya ingin membaringkan gadis ini di kamar."


Sebagai penguasa waktu tentu saja Harun harus bagus dan tepat dalam hal kekuatan waktu, bila tidak itu akan membuatnya


Bila Harun berpikir untuk waktu berhenti, maka secara otomatis akan berhenti.


"Apa yang terjadi! tubuhku? tidak dapat bergerak?" kata Alkemis dengan panik.


"Saya tidak mengatakan kamu membawanya ke kamar, dan juga jangan takut. Saya hanya menghentikan aliran waktu pada sekitar tubuh Anda."


"Apa? waktu? Apa maksud Anda?"


Begitu Harun memberi tahu kekuatan waktu pada Alkemis, wajahnya terkejut dan penuh rasa penasaran. Dia terkejut pada Harun yang menyinggung kekuatan waktu, dan penasaran siapa sebenarnya Harun.


"Kita akan bicara baik-baik, seperti kataku tadi setelah kamu menurunkan gadis itu. Yang aku maksud turunkan saja, kamu tidak perlu khawatir."


"Benarkah?" tanya Alkemis.

__ADS_1


"Tentu!"


Wajah Alkemis sedikit ragu dengan perkataan Harun, dia takut dengan sikap Harun yang misterius di pikirannya, namun Alkemis tidak memiliki pilihan lain.


Dia menjatuhkan Tisa dengan melepaskan gendongannya, tepat saat itu terjadi tiba-tiba tubuh Tisa mengambang di udara. Alkemis begitu terkejut, dia tidak mengerti kenapa hal itu bisa terjadi.


"Tenang saja saya cuma melambatkan gerakan dia jatuh, dan bisa tolong dorong tubuhnya kemari? biarkan saya yang menjaganya."


"Oh ya, kamu juga bisa mencoba hal itu. Saya telah mengatur saat kamu duduk otomatis gaya jatuh akan di perlambat di tahap tidak bergerak."


"Apa?" jawab Alkemis.


Pria tua itu masih belum mengerti tetapi tidak memiliki pilihan menuruti perkataan Harun, dia mendorong tubuh Tisa secara perlahan hingga melayang ke Harun.


Kemudian mencoba duduk tanpa kursi seperti apa yang Harun katakan dirinya tidak jatuh ke atas tanah, melainkan mengambang pada udara terbuka.


"Ini, apa kekuatan waktu? sungguh menakjubkan!"


Tiba-tiba Alkemis itu paham dengan kekuatan Harun, dia terkejut hampir saja berdiri dari tempatnya. Untuk Harun melihat ekspresi pak tua di depannya dia tersenyum.


Senyum Harun tanpa sengaja di lihat Alkemis, hal itu membuat dirinya bergidik ketakutan. Badanya gemetar takut, dan hal itu membuat punggungnya mengucur keringat dingin.


'Kekuatan waktu? bagaimana bisa pria penuh misteri ini dapat menggunakan kekuatan waktu? apa dia manusia?' pikir pak tua.


Harun melihat reaksi Alkemis itu diam tanpa bicara dan ketakutan, itu membuat sudut mulutnya terangkat karena senang. Harun sangat senang karena rencana awal sudah berjalan.


"Bila anda menyukai kekuatan waktu, saya bisa memberikan pada anda. Tetapi anda harus menjadi bawahan saya, untuk perintah yaitu rawat kedua kakak adik yang kamu tipu."


Mendengar apa yang Harun katakan membuat pak tua itu merenung sejenak, kemudian melihat Harun dengan wajah tidak yakin penuh kekhawatiran.


"Tuan, bukan saya tidak ingin kekuatan yang mengontrol wakt, tetapi bagaimana bisa aku merawat mereka kalau mereka saja membenci saya?" tanya Alkemis


"Itu mudah." balas Harun.


Harun mengangkat tangan kanannya secara tiba-tiba energi berwarna emas dengan roda gear jam muncul, dan dari sana membentuk selembar kertas. Segera setelah itu Harun membuat kertas tersebut melayang ke hadapan Alkemis.


Kertas itu adalah sebuah kontrak dengan Harun mendapatkan kontrol penuh terhadap Alkemis termasuk kehidupannya, pada dasarnya kontrak itu sama seperti kontrak dengan iblis.

__ADS_1


Yang artinya sekali membarikan tanda tangan tidak ada jalan kembali.


__ADS_2