I Am The Time Lord

I Am The Time Lord
Blessing God of time l


__ADS_3

Di jalan yang ramai orang berlalu lalang terlihat Harun dan Luna yang sambil berjalan membawa satenya, Luna masih sedih karena menghilangkan uang yang di berikan Harun.


Untuk Harun sebenarnya tidak terlalu peduli, lagi pula dia masih dapat membuat uang lebih banyak. Dia tidak butuh uang, namun umur untuk lebih banyak menggunakan akses kekuatan.


Harun sedikit melirik Luna, dia melihatnya masih bersedih. Saat itu Harun berpikir bagaimana cara menghiburnya, namun juga memanfaatkan peluang tersebut sebagai sarana melatih Luna membangkitkan blessing yang di berikan.


'Gadis ini, masih sedih? tapi tidak masalah aku tahu bagaimana cara menghiburnya!' pikir Harun.


"Luna, apa kamu menembus kesalahan dengan menemukan pelaku pencuri?" tanya Harun.


"Kalau itu bisa akan saya lakukan, tapi tuan saya tidak tahu orang itu dia lari kemana? apa Anda tahu?" Luna melihat wajah Harun.


Sesuai tebakannya Harun tahu dimana pencuri kecil itu berada. Dia sebelumnya memang sudah menduga hal tersebut terjadi.


"Aku tahu dia dimana, apa kamu mau ke tempat Itu?" tanya Harun.


"Ya, Luna pasti akan pukul karena berbuat tidak baik, seperti mencuri uang seseorang!" Luna sambil meremas tinjunya.


"Baiklah, tapi nanti kamu harus menyiapkan mental. Karena kadang sesuatu tidak sesuai realita, jadi kamu harus bersiap." kata Harun menjelaskan pengalaman hidupnya.


'Eh? apa maksudnya?' pikir Luna.


Harun kemudian berjalan dengan Luna sambil menggandeng tangannya, dia membawa Luna ke tempat dimana pencuri kecil berada.


Mereka berjalan menujun gang sempit yang berada sedikit lebih jauh dari stand sate yang Luna beli sebelumnya, letaknya adalah gang sempit tepat di samping toko roti.


Harun tahu tempat pencuri kecil tersebut karena dia melihat dengan mata kirinya orang tersebut tinggal.


Tidak lama kemudian akhirnya mereka berdua sampai tempat orang tersebut, di sana adalah sebuah tempat gang kumuh dan mereka baru saja menarik perhatian.


Disana terlihat tiga orang pria sedang duduk sambil menikmati sebotol alkohol, mereka terlihat mabuk.


Seketika tatapan mata mereka itu tertuju pada penampilan Luna dan Harun, hal itu membuat Luna merasa tidak nyaman, walaupun begitu berbeda dengan Harun dia biasa saja.


"Tuan, tempat ini membuatku tidak nyaman, apa benar ini tempat orang itu?" tanya Luna.


"Luna, kamu jangan berkontak mata dengan mereka! terus berjalan saja, kita hampir sampai, tapi persiapankan mentalmu."


Setelah berjalan beberapa langkah mereka sampai di tempat orang itu, di sana terlihat orang tersebut sudah meringkuk tidak bergerak di atas tanah.


Di sana darah merah segar mengenang di atas tanah. Dan topinya juga sudah terlepas, itu memperlihatkan rambut coklatnya yang sepanjang bahu, dia sebenarnya memiliki paras wajah seorang perempuan.


Dia juga sebenarnya tidak sendirian, dalam posisi meringkuk, dia memeluk tubuh seseorang wanita lebih muda. Tubuhnya sedikit lebih kecil, dia berambut coklakt seleher dan memakai baju putih berlumuran darah.


"Eh! dia gadis! kenapa dia terluka? dan siapa yang dia peluk?" Luna terkejut dan merasa bingung melihatnya.

__ADS_1


"Luna, gadis ini tidak terluka! dia sudah tewas pendarahan pada tubuhnya." balas Harun.


"Dan orang yang di peluk oleh gadis ini sebenarnya adalah adiknya, dia seperti itu karena beberapa alasan."


"Memang apa alasannya hingga ada orang yang melakukan hal setega ini?" Luna menatap Harun menuntut penjelasan.


Harun yang di tatap Luna, dia menghela nafas dan kemudian menjelaskan apa yang terjadi sebelum. Dia menjelaskan adik dari gadis ini menderita semacam penyakit mematikan, si kakak tidak punya pilihan karena sangat kurang mampu.


Dalam penjelasan Harun, si kakak sering mencuri uang dari orang kaya maupun bangsawan. Uangnya digunakan sebagai biaya hidup dan membeli obat dari seorang alkemis di sekitar.


Namun, obat yang di berikan alkemis telah di campur sesuatu. Si adik dari awal menjadi kelinci percobaan si alkemis, dan si kakak tentunya tidak tahu.


Tetapi hari ini semuanya terungkap. Si kakak yang tahu kebenaran, tentu tidak tinggal diam. Dia mencoba membalas alkemis, tapi naas dia tidak dapat melawan dan akhirnya terbunuh bersama adiknya.


"Hei, kalian bangsawan tidak ada gunanya menatap mayat! sebaiknya serahkan uangmu dan tinggalkan anak gadismu untuk kita."


"Kami pastikan anak gadismu kami perlakuan dengan sangat baik, kami ajarkan beberapa hal menarik!"


"Hahaha!"


Suara beberapa orang pria terdengar, Luna dan Harun menoleh. Mereka melihat orang yang menatap mereka sebelumnya telah mendekati, mereka sekarang menunjukkan sifat aslinya.


Jumlah mereka ada tiga orang, penampilan mereka lusuh dan kotor. Ketiganya memiliki wajah standar penjahat, mereka mendekati Harun dan Luna dengan sombong.


Luna yang sebenernya sedang marah pada perlakuan alkemis yang membunuh kakak dan adik. Kemudian ada beberapa orang bodoh yang mencoba melecehkan dirinya.


Dalam hati Harun dia senang karena ada beberapa orang bodoh, dia berpikir membuat para orang bodoh sebagai pengorbanan untuk Luna membangkitkan Blessing.


"Hei, ayolah jangan diam saja kita sedang menunggu, cepat berikan atau tidak sama saja karena kalian akan kami rebut!"


"Hahaha!"


Salah satu dari orang bodoh tersebut datang mendekat, dia mengincar Luna dengan tangan kotor dan menjijikkannya. Untuk Harun yang melihat diam saja, dia tahu apa yang akan terjadi.


"Ayolah, kamari gadis kecil."


Crat!


Tepat di saat salah satu orang bodoh hendak menyentuh tubuh Luna, dia ditusuk oleh sebuah jarum jam sepanjang lima meter sebesar dua cm menembus tubuhnya.


Jarum jam tersebut seperti tombak muncul dari bawah dan menusuknya. Karena hal itu orang bodoh mengalami pendarahan berat. Tetapi tidak hanya tertusuk dan mengalami pendarahan. Tubuh orang bodoh tidak lama berubah seperti abu dan hancur tertiup angin.


"Apa! apa yang terjadi? dia penyihir! lari! ayo cepat!"


Salah satu orang bodoh mulai menyadari apa yang terjadi pada temannya, dia langsung mencoba untuk kabur. Tentu saja mereka tidak dapat kabur dari Luna, aliran waktu di sekitar mereka terhenti.

__ADS_1


Hal itu membuat mereka terdiam seperti patung di tempat. Luna segera berjalan mendekatinya, dia kemudian menyentuh salah satu orang bodoh.


"Eh? apa kamu mau apa?"


Aliran waktu salah satu orang bodoh yang Luna sentuh kembali bergerak, orang bodoh tersebut terjatuh saat melihat Luna dengan bingung dan takut.


"Kamu, membantu alkemis?"


Mendengar pertanyaan Luna jantungnya berdetak kencang, dia merasa ketakutan yang sangat mengakar pada dirinya.


"Tidak! bukan aku yang melakukan sungguh!"


"Bohong!"


Crat!


Teman orang bodoh yang masih jadi seperti patung di sebelahnya Luna tusuk oleh jarum jam yang sama, jarum jam itu muncul dari bawah menusuk orang itu.


Luna melakukan itu sebagai bentuk ancaman, dia seperti itu karena dalam keadaan emosi berlebihan.


Perlu di ingat, bila Harun menghentikan aliran waktu saat menusuk seseorang, korban akan merasa sakit yang sama tidak akan hilang kecuali aliran waktu di kembalikan.


Kembali pada interogasi Luna kepada orang bodoh terakhir, dia terlihat sangat ketakutan bila menjawab salah, pastinya akan terbunuh seperti temannya.


Namun dia tidak dapat menjawab pertanyaan Luna, karena memang yang menghabisi kakak dan adik adalah dia dan temannya. Dia menghabisinya atas permintaan alkemis yang memberinya uang, dan dia gunakan untuk membeli minuman.


"Kenapa tidak menjawab? kalau kamu mau menjawab, mungkin akan aku biarkan hidup bagaimana?" tanya Luna.


"Benarkah?" tanya orang bodoh itu.


"Tergantung jawabanmu."


Orang itu mulai menjelaskan siapa yang melakukannya, dia menjelaskan bahwa dia dan temannya di suruh alkemis untuk mengurus mereka.


Namun tanpa sengaja membunuh kakak dan adik, itu dilakukan secara tidak sengaja tapi mereka tetap mendapatkan uang dari alkemis dan menggunakannya untuk membeli minuman.


"Terimakasih!" kata Luna dengan senyum tanpa ekspresi.


Cratl Crat! Crat!


"Kenapa?"


Setelah tersenyum serta mengucapkan rasa terima kasih pada orang itu, Luna menusuk orang itu menggunakan jarum jam yang sama.


Namun, secara brutal pertama dia menusuk orang itu tiga kali, kemudian dia terus saja menusuk hingga wujudnya tidak terlihat seperti manusia.

__ADS_1


Itu seperti melihat kaktus dengan banyak duri, atau mungkin gunung dengan ratusan pedang menancap pada permukaannya.


__ADS_2