I Love Farel

I Love Farel
Bab 10


__ADS_3

"Heh Lo liat apaan Samapi teriak" Ucap Beno sambil melihat ke arah jendela


'mampus semoga Rachel gak ketahuan, kalo Farel sih kenapa napa juga gak papa yang penting Rachel selamat' batin Edo


Untungnya saat mendengar suara Beno tadi Rachel dan Farel langsung jongkok agar tidak terlihat


" emm.. om gue kebelet nih lepasin tali gue dong gue mau ke toilet" ucap Edo memelas


"gak bisa besok aja nunggu Lo di tebus apa" ucap Beno menawar


"ya gak bisalah om gimana sih" sewot Edo tak paham akan jalur pikiran Beno


Akhirnya Beno pun dengan terpaksa melepaskan tali yang mengikat tangan dan kaki Edo, karena tidak ingin anak itu mengompol di sana dan Beno pun mengantar Edo ke toilet yang terletak di samping kamar tempat menyekap Edo


"Rel coba Lo buka jendelanya siapa tau gak di kunci jadi Lo bisa masuk terus mukul tuh penculik biar pingsan" ucap Rachel menyarankan


"ide bagus Hel" ucap Farel setuju dengan ide Rachel


Segala do'a mereka panjatkan semoga jendela tidak di kunci dan ternyata nasib baik sedang berpihak kepada mereka


"Bisa Hel" ucap Farel senang


"ya udah ayo cepet masuk" ujar Rachel


Farel pun masuk dan mengambil alat pemukul dari dalam tasnya dan bersembunyi di belakang pintu sedangkan Rachel kembali ke dapan rumah untuk mencari jalan agar Farel dan Edo bisa keluar dengan selamat saat di dekat pintu tidak sengaja Rachel mendengar jika Deni alergi


Rachel pun mencari kucing untuk mengalihkan perhatian Deni dan Beni agar Farel dan Edo bisa keluar walau pastinya banyak resikonya


di tempat Farel, Farel yang sedang bersembunyi sungguh dilanda rasa takut dan cemas antara akan tertangkap atau berhasil tiba tiba pintu pun terbuka semakin menambah rasa cemas di diri Farel dan dengan tanpa aba aba Farel memukul kepala Beno saat pintu ingin tertutup Edo yang di depan Beno pun tak hanya tinggal diam dia juga ikut menginjak kaki Beno dengan sekuat tenaga


"Edo lari" teriak Farel memberikan aba aba dan mereka berdua pun lari


"woi anak sialan jangan lari Lo pada" teriak Beno sambil menahan rasa sakit di kepala dan kakinya


Farel dan Edo terus berlari kearah pintu depan untuk keluar Rachel juga sudah memulai aksinya dengan memasukkan dua kucing yang dia temukan ke dalam rumah sehingga Deni terus bersin bersin

__ADS_1


"hachim hachim Beni tangkap ke dua kucing sialan itu" titah Deni sambil terus bersin bersin sungguh itu adalah sebuah penyiksaan baginya


"Baik bos"


Sedangkan Farel dan Edo yang sudah mulai ke ruang tamu di mana di sana terdapat Beni dan Deni mulai semakin khawatir apakah Rachel berhasil atau tidak, apakah mereka bertiga akan tertangkap semua pikiran buruk seketika memasuki otak mereka


"Edo Farel ayo sini" teriak Rachel di depan pintu yang sudah dibukanya


"Beni abaikan kucingnya tangkap dua anak sialan itu jangan biarkan mereka keluar" titah Deni


Rachel pun tidak tinggal diam ia masuk dan mendekatkan ke dua kucing itu ke arah Deni untuk menambah sikasaan Deni setelah di rasa cukup ia pun mendekat ke arah Beni untuk mengalihkan perhatian karena Farel dan Edo yang sudah mulai kelelahan menghindar dari Beni


Rachel memukul Beni dengan pemukul kasti yang di bawanya


"**** sini Lo anak sialan" umpat Beni ingin menangkap Rachel akan tetapi Rachel sudah kabur terlebih dahulu bersama dengan Edo dan Farel


"BENO BENI" teriak Deni


"i-iya bos" gagap Beni dan Beno


"kita lari ke arah mana ada tiga jalan nih" ucap Edo bingung


"Do nih Lo bawa tas gue nanti kalo ada kesempatan Lo pasang perangkap apa aja yang ada di tas gue" ucap Rachel menyerahkan tasnya


"terus Lo gimana dong Hel" ucap Edo mengkhawatirkan Rachel


"udah gue gampang aja, Edo lari ke arah kiri Farel ke kanan dan gue ke tengah"


"terus kita ngumpul di mana Hel kalo kita kepisah pisah kek gitu" tanya Farel


"nanti kalo ada jalan dua arah Lo berdua pilih jalan yang berlawanan arah sama yang kalian pilih sekarang nanti gue nyiapin tempat buat kita istirahat" ucap Rachel menjelaskan


"Woi anak sialan bingung kan Lo pada mau lewat mana" cecar Deni


"udah deh nyerah aja" ucap Beno menimpali

__ADS_1


"ayo lari" ucap Farel


Mereka pun berpencar ke arah yang sudah di tentukan di tempat Edo. Edo memasang tali agar Beni yang mengejarnya terjatuh dan rencananya berhasil Edo kembali berlari sekuat tenaga


Di tempat Farel, Farel mengelabui Beno saat Farel sampai di dua jalan yang berbeda arah dia dengan sengaja membuat jejak ke arah yang berlawanan dengan arah yang ingin di pilihnya sehingga Farel berhasil menyingkirkan Beno sementara


Di tempat Rachel, Rachel memukuli Deni dengan membabi buta sehingga Deni tak punya kesempatan membalasnya


"gak sia sia juga gue ikut berbagai macam seni bela diri" ucap Rachel bangga


......................


"FAREL" teriak Mama Katrin saat membaca memo yang di tinggalkan Farel


...Mamah papah aku pergi nyelamatin Edo dulu ya tenang kok aku gak sendiri aku bareng Rachel...


^^^From : Farel Perkasa^^^


"kenapa mah kok teriak teriak" ucap papa Putera langsung mendatangi Katrin


"ini pah Farel sama Rachel pergi datengin markasnya Deni katanya mau nyelamatin temennya, pah gimana kalo misalnya Rachel kenapa napa" pikir mama Katrin membayangkan kejadian kejadian buruk yang mungkin terjadi


"kok Rachel aja sih ma" protes papa Putera tidak habis pikir dengan istrinya itu


"eh maksudnya Rachel dan Farel pah maaf kalo mama udah khawatir itu bawaannya suka lupa aja sama anak sendiri" ucap Mama Katrin cengengesan sedangkan Putera hanya bisa geleng geleng kepala melihat kelakuan istrinya


'untung cinta kalo gak heh..' batin Putera


sedangkan di rumah lain ada seorang wanita yang tak kalah cemasnya saat melihat tidak ada anak angkatnya di kamarnya ya wanita itu adalah Farah


"tuh kan gak mungkin anak itu bakal mudah nyerah ini si Satrio malah di kasih alamatnya ke Rachel" ucap Farah gedek dengan ke kemauan adiknya itu jika sudah Rachel yang meminta


Farah pun langsung mengirimi Satrio pesan mengatakan jika Rachel pergi menyelamatkan temannya


Satrio yang mendapatkan kabar itu pun langsung mengirimi semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Rachel secara detail dan Satrio juga sudah mempersiapkan dirinya untuk dimarahi oleh sang istri juga tidak diberi jatah selama seminggu karena membuat putri kesayangan mereka berada dalam bahaya

__ADS_1


tbc


__ADS_2