
"mamah, papa aku pulang" teriak Farel dari ruang tamu
"FAREL" teriak mama Katrin karena kaget bercampur senang karena bukan Farel yang di culik
"Farel kamu habis dari mana aja nak" ucap mama Katrin Khawatir
"habis main sama Rachel mah, tapi Rachel nya pulang duluan" ucap Farel menjelaskan
"syukurlah kamu gak papa Rel"
"emang kenapa mah pa" ucap Farel bingung karena tidak biasanya orang tuanya mengkhawatirkan dirinya
"Tadi ada penculik yang nelpon katanya kamu diculik" ucap papa Putera menjelaskan keadaan
"penipu kali pa" ucap Farel santai
"eh tunggu dulu pa, Rel kamu main tadi bareng Rachel dan Edo kan?" tanya mama Katrin memastikan
"iya mah, kan waktu aku pergi tadi bareng Rachel sama Edo" ucap Farel
"Jangan jangan yang di culik itu.."
"siapa mah" tanya papa Putera dan Farel barengan
......................
"bos kami sudah bawa anaknya" teriak Beni dari luar
"bagus bawa ke kamar samping tangga nanti saya liat" titah Deni tanpa melihat wajah anak yang di tangkap
"bos gak mau liat anaknya dulu bos?" tanya Beni
"oke bawa saya ke tempat anak itu" ucap Deni
Saat Deni melihat muka anak itu yang ternyata tidak lain dan tidak bukan adalah Edo
"BENI, BENO" teriak Deni menahan amarah
"kenapa bos?" tanya Beni
"gak usah teriak teriak kali bos kami gak tulus kok" ucap Beno karena merasa telinganya sakit
"Ini yang kalian culik salah orang"
"tapi kan kata bos yang Deket sama anak yang di foto itu" ucap Beno
"CK, tapi ini bukan anak dari Putera Perkasa"
"Tapi mereka pasti nebus bos kan ini juga temen dari anaknya tuan Putera bos" ujar Beno
"hemm.. bener juga sih, oke lah yang penting mereka nebus" ucap Deni tak jadi mempersalahkan
Setelah itu Deni pergi dari ruangan itu tidak lupa pula memberikan perintah kepada Beni dan Beno untuk menjaga sandera mereka
"tolong tolong" teriak Edo
"Lo itu gak capek apa teriak teriak Muku dari di tangkap ke mobil, dijalan Samapi sudah sampai juga masih teriak?" Tanya Beno mulai bosan mendengar teriakan anak itu
__ADS_1
"cape sih om" keluh Edo
"ya makanya diam" ujar Beno
"tapi kalo diam nanti gak ada yang nolongin gue om"
"di sini itu kanan dan kirinya hutan jadi gak mungkin ada yang dengar, tunggu orang tua Lo nebus baru Lo bisa lepas" ucap Beno menjelaskan situasi dari Edo
"oh gitu ya om, kalo gitu gue boleh minta minum gak om gue haus om" pinta Edo
"tunggu om ambilkan" ucap Beni
"makasih om sama makan ya om kita makan bareng" pinta Edo lagi
'Sialan gue dikira si Farel, apalagi tadi secara tidak langsung om itu bilangin gue gak seganteng Farel lagi, huh padahal kan ganteng ngan gue' batin Edo tak terima
Flashback on
"Dah Edo" ucap Rachel dan Far sambil melambaikan tangan mereka ke arah Edo
"Duluan ya Hel, Rel" pamit Edo sebelum berbelok ke arah jalan menuju rumahnya
Mereka bertiga tidak sadar jika ada mobil pick up yang selalu mengikuti mereka saat mereka berpisah mobil itu belok mengikuti Edo
ya itu adalah mobil yang dikendarai oleh Beni dan Beno anak buah dari Deni yang ditugaskan untuk menculik Farel tapi mereka salah target dan malah menculik Edo
Edo yang kaget karena tiba tiba di paksa naik ke dalam mobil itu pun berteriak meminta tolong namun nasib baik tidak sedang berpihak kepadanya karena jalanan yang di lalui oleh Edo sedang sepi sepinya dan akhirnya memperlancar Akai Beni dan Beno
Flashback off
......................
"mau gimana lagi ma, besok papa bakal bawa polisi untuk menangkap Deni dan komplotannya, mending sekarang mamah hubungin keluarganya Edo terus mamah nenangin mereka" ucap papa Putera dan dibalas anggukan kepala oleh Katrin
sedangkan di kamar Farel sedang menelepon Rachel
📞Farel
Hel Lo gak apa apa kan? Para penculik itu gak ngapa ngapain Lo kan
^^^📞Rachel^^^
^^^Gue gak papa kok makasih sudah khawatir gue, tapi ini semua salah Lo Rel gara gara para penculik itu ngira Edo itu Lo malah Edo yang jadi diculik^^^
📞Farel
ya maaf nanti deh kalo ketemu para penculiknya gue bilangin kalo Farel itu gue, masa gue di kirain Edo gue gak terima jelas lebih ganteng gue dari pada si Edo
^^^📞Rachel^^^
^^^Lo itu seharusnya bersyukur dan berterimakasih sama Edo karena berkat dia Lo selamat^^^
📞Farel
iya nanti kalo ketemu Edo
^^^📞Rachel^^^
__ADS_1
^^^pokoknya Lo harus selamatin Edo gak mau tau gue gimana caranya, nih gue kirimin alamat tempat Edo disekap^^^
📞Farel
iya deh, tapi Hel Lo dapat dari mana alamatnya?
Tanpa menjawab Rachel langsung mematikan sambungan telpon secara sepihak dan meninggalkan rasa bingung yang sangat besar di hati Farel
Tak ingin ambil pusing dengan kebingungannya Farel langsung mengambil tas dan memasukkan beberapa barang ke dalam tas setelah itu Farel diam diam pergi keluar untuk pergi menyelamatkan Edo
......................
Rachel sedang berdiri di depan pintu tempat Edo di culik dia sedang menguping pembicaraan dari para penculik tiba tiba ada yang memegang bahunya
"aahh.." teriak Rachel karena kaget
orang itu langsung menutup mulut Rachel dan Rachel membalikkan badan untuk melihat wajah dari orang yang sudah mengagetkannya dan ternyata orang itu adalah Farel
"siapa itu?" Teriak Deni
"orang atau kucing?" Teriak Beno juga
"kucing" jawab Rachel dan Farel berbarengan
"Beni coba Lo cek, dan Beno Lo cek tuh anak" titah Deni
"baik bos" sahut mereka berdua
"aduh mereka jalan ke arah sini nih Rel" ucap Rachel
"ayo sini ikut gue kita sembunyi dulu" ucap Farel sambil menarik tangen Rachel untuk ikut pergi ke samping rumah itu
Dan ternyata saat di samping rumah Rachel dan Farel melihat Edo sedang diikat di kursi
tok tok tok
suara jendela karena di ketok oleh Rachel
Edo yang mendengar suara yang berasal dari jendela langsung menengok kearah jendela
"Rachel, Farel" teriak Edo
"shttt" ucap Rachel dan Farel berbarengan sambil menempelkan tangan di depan bibir mereka
'buset nyuruh gue diem aja barengan' batin Edo
"Eh Lo liat apa heh anak kecil" ucap Beno yang sudah masuk ke dalam kamar tempat Edo di ikat
Beno pun ikut mengarahkan pandangan matanya ke arah jendela ya g di tatap Edo untuk melihat apa yang anak itu lihat
tbc
...****************...
like dan vote ya readers
please tinggalin jejak biar Mita semangat up date nya
__ADS_1