I Love Farel

I Love Farel
Bab 22


__ADS_3

"Rachel" panggil seorang siswa laki laki teman sekelas Rachel dan juga Farel


"apaan?" tanya Rachel dingin


"gue suka sama Lo, Lo mau ngga jadi pacar gue?" ucap siswa laki laki itu


'seandainya itu Lo Rel yang nembak pasti gue langsung mau' batin Rachel


'kok hati gue ngga tenang ya liat Rachel di tembak cowok lain, apa gue salah kemaren batal nembak Rachel' batin Farel menerka nerka


"sorry gue nolak" ucap Rachel dingin langsung berlalu ke kursinya


"kenapa Hel? Jangan jangan kabar Lo pacaran sama Farel itu bener lagi" ucap siswa laki laki itu


"ga ada alasan khusus, dan gue ngga pacaran sama Farel" ucap Rachel tegas namun jika di teliti lagi ada nada sendu di ucapannya


Farel membenarkan perkataan Rachel walau jauh di dalam lubuk hatinya di sebelah paling belakang ia merasakan perasaan tak terima walau benar adanya mereka hanya sekedar sahabat


"Hel Lo nolak Farel ya jangan jangan" bisik Amanda


"boro boro nolak Man, orang ngga jadi di tembak juga" bisik Rachel juga


"hah kok bisa" pekik Amanda tanpa sadar


"Manda kenapa?" tanya Alvian, ia kaget saat tiba tiba sang kekasih memekik tadi


"Gays peri cantik gue sudah balik ke Indonesia loh Gays" ucap Farel tersenyum senang sambil memamerkan deretan giginya yang putih dan rapi


"hah beneran Hel?" tanya Mereka bersamaan


"kok kalian tanyanya ke gue, kan Farel yang ngomong" rengut Rachel kesal


"kemarin sore ketemu di rumah pohon" ucap Farel


"owh" ucap mereka semua bersamaan tentu saja kecuali Rachel dan Amanda mereka lebih memil:h memisahkan diri


"Hel jadi?" tanya Amanda


huh


Rachel mengambil nafas kasar


"waktu Farel mau nembak dia datang dan semuanya jadi batal" ucap Rachel


"Lo ngga marah sama dia?" tanya Amanda mengernyitkan jidatnya


"tidak, itu bukan salah dia mungkin emang bukan takdirnya" ucap Rachel, dia tidak mau menyalahkan Luna atas semua yang terjadi dan itulah yang membuat Amanda sakit dengan kakaknya itu


"gue sama kak Nan sayang Lo Hel" lirih Amanda


"hahaha… bukan Lo sama kak Nan aja kali mami, papi, ibu, Nando dan yang lainnya juga sayang sama gue" ucap Rachel terkekeh


"hehehe... bener juga ya" ucap Amanda ikut terkekeh


"Lo batal nembak Rachel" ucap Alvian dan yang lainnya tak percaya saat setelah mendengarkan cerita Farel


"iya, dan gue mau ngga ada yang bahas ini lagi apalagi di hadapan Rachel atau Luna nanti" ucap Farel tak terbantahkan


"gue harap Lo ngga bakal nyesel Rel" lirih Nizar pelan saking pelannya sampai tidak ada yang mendengarnya


......................

__ADS_1


"inget nanti kalo Luna sudah sampai ke sini kalian harus jaga sikap" ucap Farel mengingatkan


"iya, bawel banget sih Lo Rel" sewot Rachel jengah sedari di kelas Samapi mereka sudah duduk manis di kantin Farel selalu mengucapkan hal yang sama


"kenapa Lo iri ya ngga ada yang nyerewetin" ucap Farel menyeringai


"ih sorry ya, baru tadi pagi ada yang nembak gue" ucap Rachel dengan nada meremehkan


"Hai Farel, Rachel dan semuanya" ucap seorang gadis cantik tiba tiba menyapa mereka ya gadis itu adalah Luna


"eh hai Lun, apa kabar?" tanya Rachel basa basi


"baik" ucap Luna


"sana minggir Lo Hel, biar Luna yang duduk di sini" ucap Farel mengusir Rachel


"dih satai" ucap Rachel


"eh ngga usah aku duduk di kursi lain aja" ucap Luna tak enak hati kepada Rachel


"udah ngga papa Lun, Lo duduk di sini aja biar gue yang pindah" ucap Rachel berusaha menampilkan senyum terbaiknya walau hati sungguh terasa sakit


"kalian mau makan apa nih?" tanya Amanda memecahkan keheningan yang tiba tiba datang karena kehadiran Luna


"gue samain sama Lo aja Man, kalaupun Lo ngasih gue racun gue ikhlas buat minumnya" ucap Alvian tersenyum manis


"uuh sosweat banget sih" ucap Amanda


"jangan mau ke makan godaannya Man dia habis dapat banyak surat cinta sama hadiah kemarin" ucap Rachel menyeringai


"cih lemes banget mulut Lo Hel" sungut Alvian


"terserah Lo berdua aja yang mesen" ucap Nizar yang di setujui Reno dan Roni


"Luna kamu mau pesan apa?" tanya Farel lembut, ia berusaha berbicara dengan Luna menggunakan aku-kamu


"huek… geli gue Rel denger Lo bilang aku-kamu" ucap Rachel bergidik geli sontak tawa teman temannya pun pecah


"syirik aja sih Lo kerjaannya Hel" ucap Farel mendengus kesal


"aku pasta minumnya jus anggur aja" ucap Luna tersenyum lembut


"oke, tunggu bentar ya gue sama Rachel mesen dulu" ucap Amanda langsung menarik Rachel


"Rachel siapa yang duduk di samping Farel itu Hel"


"crush nya Farel" ucap Rachel


"loh bukannya Lo sama Farel pacaran ya"


"ngga gue sama Farel cuma sahabatan" ucap Rachel sekenanya


"bidadari ayo ke depan gue sudah nyiapin tempat buat Lo antri"


"kayaknya kami tetep di sini aja deh" tolak Amanda


"Lo sih boleh diem di sini, tapi kalo bidadari kami silahkan maju ke depan "


"CK ayo Hel" ucap Amanda serat menarik tangan Rachel untuk maju ke barisan depan yang sudah fans Rachel siapkan


tak butuh waktu lama Karena para fans Rachel yang jumlahnya tidak terhitung itu langsung memberikan tempat pelung depan

__ADS_1


"Gays we come back" ucap Amanda


"cepet banget perasaan antriannya panjang deh" ucap Luna


"kan ada para fansnya Rachel ya jadi langsung maju aja" ucap Amanda


"nih kalian gue pesenkan bakso, kecuali Farel sama Luna nih pastanya" ucap Rachel yang membawakan makanan


"nih minumnya kalian ambil sendiri ya di nampannya" ucap Amanda


"tau gini Rachel aja sendiri, biar sekalian di anterin ke orangnya, ga kayak orang pemalas plus egois satu ini" sindir Reno


"gue pemalas plus egois ya Al?" tanya Amanda menatap tajam ke arah Alvian


"Lo bercanda aja Man, Lo kan ngga punya sifat itu" ucap Alvian terkekeh canggung


"Hel kok Lo mesenin gue pasta sih" protes Farel namun tak ditanggapi oleh Rachel


"Nizar tolong ambilkan sambel dong" pinta Rachel


"nih" ucap Nizar saat memberikan permintaan Rachel


"Rachel kami boleh gabung ngga" pinta dua orang siswa laki laki


"meja lain masih ada, lagian meja kami sudah penuh" ucap Rachel tanpa menoleh


"kalau gitu kami duduk di meja sebelah kalian ya" ucap salah satu siswa itu, namun Rachel acuh tak acuh


"duduk aja, ngga ada yang larang kok" ucap Luna akhirnya karena merasa tak enak hati dengan sikap acuh tak acuhnya Rachel


15 menit kemudian mereka telah selesai makan di kantin


"kita mau kemana nih?" tanya Roni


"Kita ambil hadiah buat kalian dulu dari fans kalian" ucap Rachel


"awas aja ya Lo Al kalo dapat surat cinta lagi" ancam Amanda


"udah lah Man yang pentingkan Alvian punya Lo bukan punya yang lain" ucap Farel kasihan melihat Alvian yang selalu disudutkan


"iya tuh Man Farel bener" ucap Alvian senang karena akhirnya ad yang mengasihaninya


"Manda ada pesta malam ini di rumah rekan kerja papi" ucap seorang laki laki tampan nan dingin tiba tiba di hadapan mereka, ya dia adalah Adnan Rafael


"iya gue balik tepat waktu" ucap Amanda


"hai Rachel" ucap Fernando menyapa Rachel sambil melemparkan senyuman 1000 watt nya


"hai Nando" sapa balik Rachel dengan tersenyum ramah, senyum yang susah di dapatkan oleh kaum Adam jika tidak benar benar dekat dengannya


'Apa apaan sih Rachel ngga biasanya senyum ke cowok lain selain kita kita'


tbc


Fernando: Thor bisa cepetan ngga bikin Nanda deket sama gue😘


author: bisa kita bicarakan setelah Lo kirimin gue cireng dan teman temannya🤔


Fernando: kecil itu sih 😇


author: good, ngga kayak Farel ngga mau ngeluarin modal bakal susah hidup dia nanti liat aja 😏

__ADS_1


__ADS_2