
"Good morning, bestie" sapa Amanda ke pada Nizar saat sudah memasuki kelas
"morning morning, Lo pada sengaja kan telat datangnya" tuduh Nizar, dia kesal mengunggu sahabat sahabatnya itu
"gak nyangka gue Zar, tenyata tuduhan Lo bener" ucap Amanda dengan wajah tak percayanya sambil menggeleng gelengkan kepalanya
"anjir gue kira Lo mau ngelak dari tuduhan ternyata Lo mau ngakuin" umpat Rachel
"Hel Lo mesen kursi yang mana?" tanya Farel
"emang kenapa Rel?" bukan Rachel yang bertanya melainkan Amanda
"gue teman satu tempat duduknya" ucap Farel
"di barisan ke dua yang tengah" ucap Rachel dia masih sibuk berbicara dengan Nizar
"katanya ada murid baru di kelas 11 IPS 1" gosip Nizar
"cowok atau cewek?" tanya Alvian
"kenapa Lo nanya nanya hah" ucap Amanda keras dengan mata melotot sambil berkacak pinggang di samping di samping Rachel
"itu gu- gue…"gagap Alvian
"biasa Man, Alvian mah paling mudah sasimo orangnya" ucap Reno memanasi suasana
"oh jadi kalo cewek Lo mau deketin, ya udah kita putus aja" ucap Amanda melongos pergi dengan menarik tangan Rachel, Alvian langsung panik
"Manda dengerin penjelasan gue dulu!" ucap Alvian suaranya terdengar memelas
"Minggir" ketus Amanda, dia mengusir Farel dari kursinya sendiri
"CK ini kursi gue ege" Ucap Farel tapi tetap berpindah tempat duduk
"bomat, bodo amat" ucap Amanda tidak peduli
"Manda jangan putusin gue dong"
"gue beneran cinta sama lo, malah Samapi mati lagi" bujuk Alvian
sedangkan teman kelas mereka yang ada di kelas serempak menirukan suara orang muntah mendengar Alvian berusaha merayu Amanda
"huek" ujar mereka bersamaan
"cih kalo berani jangan depan anaknya aja, hadapi juga keluarganya" ucap Rachel
"anjir Lo di tantangin Rachel tuh bro" ucap Farel akhirnya ikut menimpali pembicaraan teman temannya
"buat apa Hel Vian temuin ortu gue" bingung Amanda
"biar yakin dia serius aja, kalo gak temuin ke kak Nan aja, biar dia yang ngurus" ucap Rachel dengan seringai menyeramkan di wajah cantiknya
"oke gue terima" ucap Alvian menyanggupi dia benar benar tidak ingin putus dengan Amanda
"woi… jadi kagak Lo pada nanya in soal si murid baru" ucap Nizar
"jadi dong" ucap Alvian semangat
"jadinya cowok atau cewek" ucap Farel tidak sabaran
"cowok keduanya" ucap Nizar santai
"namanya siapa" tanya Reno
__ADS_1
"kalo gak salah Rafa sama siapa gitu" ucap Nizar dia tidak terlalu ingat nama kedua murid baru itu
"surprise Hel kak Nan pindah ke sini" ucap Amanda girang
"seriusan" ucap Rachel tak percaya, Amanda hanya mengangguk anggukkan kepalanya
"tapi kak Nan pindah sama … " ucap Amanda membisikkan sebuah nama di telinga Rachel
"gays istirahat gue kenalin sama calon kakak iparnya Alvian" ucap Rachel semangat
"hah kakak ipar gue" beo Alvian
"jadi si murid baru tadi kakaknya Manda" ucap Reno, Amanda dan Rachel mengangguk bersamaan
"jadi hari ini akhirnya gue bisa ketemu sama si Kak Nan itu" gumam Farel pelan sampai tidak ada yang mendengarnya
......................
Istirahat
"permisi apa benar di kelas ini ada yang namanya Rachel"
"benar tunggu bentar ya"
"Rachel ada cogan, murid baru Dateng nyariin lo"
"oke" ucap Rachel sambil berjalan menuju depan kelas
Sontak semua mata melihat ke arah pintu termasuk Farel, Nizar, Alvian, Reno, dan Roni. Mereka bertiga melongo saat melihat Rachel tertawa dan bahkan tanpa canggung memeluk laki laki itu
degg
'siapa dia? Apa dia kakaknya Manda *kak Nan*? Kenapa rasanya gue gak tenang melihat Rachel dekat sama cowok itu' batin Farel tak tenang
"Rel ke kantin yuk" ajak Rachel dengan senyum manisnya sungguh sangat jarang primadona sekolah itu menampilkan senyum manisnya
"oke, tapi Lo harus jelasin siapa cowok tadi" ucap Farel di dingin dengan sorot mata yang susah di artikan
"oke" ucap Rachel cuek
"Lo ngapain ikut kak Nan pindah sini heh" ucap Amanda dengan nada tak bersahabat
"biar gue bisa satu sekolah sama Nanda" ucap Fernando
"Nanda" beo Alvian, Reno dan Roni
"maksud dia Rachel ya kan" ucap Amanda menekan semua kata yang dia ucapkan
"iya itu maksud gue" ucap Fernando gugup
"Nando kak Nan mana?" tanya Rachel karena sedari tadi tidak melihat sang kembaran
"dia sudah nunggu kita di kantin" jelas Fernando
"Nando om sama tante apa kabar?" tanya Rachel basa basi
"baik Hel, tapi merek bilang mereka kangen sama lo" ucap Fernando
Selama perjalanan Farel selalu memerhatikan interaksi antara Rachel dan Fernando, entah kenapa dia merasa tidak suka saat melihat kedekatan mereka dia sendiri pun tak paham
"Morning" sapa Amanda dan Rachel kepada sang kakak
"morning, tapi ini sudah mau siang" ucap Adnan dingin
__ADS_1
"pada mau pesan apa?" tanya Rachel
"terserah samain aja kami semua" ucap teman teman Rachel serempak
"kak Nan mau makan apa?" kalo ini Rachel bertanya ke pada Adnan
"gue sama Nando ikut Lo aja Hel" ucap Adnan lembut
"bakso sama es teh aja ya"ucap Rachel memutuskan
Tidak ada yang berkomentar mereka semua hanya mengangguk saja sungguh suasana yang sangat canggung, Rachel memilih memesan makanan mereka padahal orang sedang berdesak desakan tapi setelah melihat kehadiran Rachel merek memilih mendahulukan sang primadona
"gak papa nih kalian kan sudah duluan mesan nya?" tanya Rachel tak enak hati
"tidak masalah kami semua tidak mau Lo kecapean antri Rachel" ucap salah seorang siswi
"thanks ya" ucap Rachel berterimakasih
"sering sering aja kami ikhlas kok Hel" ucap mereka
"pesanan sudah sampai" ucap Rachel
"jadi kapan kita semua saling di kenalin" ucap Reno
"loh Amanda belum ngenalin kalian semua" ucap Rachel kaget dia pikir Amanda akan memperkenalkan mereka semua saat dia membeli pesanan mereka
"kita semua nunggu Lo" ucap Amanda
huh
Rachel menghela nafas kasar dan menarik nafas sebanyaknya
"Gays kenalin ini kakaknya Amanda, dan yang ini sahabat kakaknya Amanda" ucap Rachel tak ingin terlalu ribet memperkenalkan
"Gue Fernando" akhirnya Fernando memperkenalkan dirinya sendiri
"gue Nizar"
"gue Reno"
"gue Alvian"
"gue Roni salken"
"gue Farel sahabat Rachel dari kecil" ucap Farel menekan kata sahabat Rachel dari kecil
"Gue Rafael" ucap Adnan mengakhiri perkenalan mereka
"Rachel" panggil Adnan
"hm kenapa" ucap Rachel mengernyitkan keningnya
"mami bilang kangen, kapan mau berhenti mainnya" ucap Adnan menyampaikan pesan orang tua mereka, ia menatap Rachel dalam.
"gue janji lulus SMA gue pulang, berhenti main" ucap Rachel, dia tau maksud Adnan sudah saatnya dia pulang
tbc
Apakah Farel akan melupakan Luna dan bersama Rachel?
ditunggu lanjutannya!
Jangan lupa beri dukungan kalian biar aku si semangat nulisnya! love you
__ADS_1
💃💃💃