
'apa apaan sih Rachel ngga biasanya senyum ke cowok lain selain anak band' batin Farel tidak senang
"siapa yang di samping Lo Hel?" tanya Fernando karena ia memang tidak pernah melihat Rachel dekat dengan anak itu
"oh ini, kenalin Luna ini Fernando Fernando ini Luna" ucap Rachel memperkenalkan mereka berdua
"halo aku Luna, kalo boleh tau yang di samping kamu itu siapa?" ucap Luna dengan melemparkan senyum ramahnya
"gue Fernando" ucap Fernando terkesan dingin tapi masih mencoba di tutupi dengan senyumnya
"kak Nan Lo di tanyain tuh sama Luna" tegur Amanda, Rachel sudah menatapnya tajam karna mengabaikan temannya
huh
Adnan menghela nafasnya kasar
"gue Rafael" ucap Adnan berusaha selembut dan sehangat mungkin
Itulah pertemuan pertama antara Luna dan Adnan, dan tanpa Luna tau apa arti pertemuan mereka sebenarnya
-pulang sekolah-
"Luna kita pulang bareng yuk" ajak Farel
"boleh, tapi bukannya Rachel pulang bareng kamu ya" ucap Luna
"kamu masuk duluan aja ke mobil, di samping aku duduk ya" pesan Farel yang di turuti oleh Luna
tak ama kemudian Rachel telah tiba di dekat mobil Farel
"Hel Lo balik sendiri ngga papa kan, gue mau ngantar Luna" ucap Farel
"kan gue duduk di belakang juga bisa Rel" ucap Rachel memilih tak paham arti sebenarnya ucapan Farel
"aduh Hel, maksud gue gue cuman mau berduaan aja sama Luna" ucap Farel mengatakan maksudnya sebenarnya
"owh bilang dong dari tadi" ucap Rachel dengan suara sedikit bergetar tapi dengan fake smile di wajahnya untuk menutupi seberapa sakit hatinya
"ya udah ya gue duluan, Lo bisa minta antar Amanda atau siapa kek gitu" ucap Farel sebelum berlalu meninggalkan Rachel
setelah Farel memasuki mobilnya ia langsung melajukan mobilnya
"kami duluan ya Hel" ucap Luna tepat di hadapannya saat mobil melaluinya dan hanya di balas anggukan dan lambaian tangan oleh Rachel
"hiks hiks gini amat nasib gue" lirih Rachel dengan air mata yang berhasil lolos dari pertahanannya dan ia pun langsung berjongkok di tempatnya
"Rachel" panggil seseorang dari belakangnya
"kok Lo masih di sini, Farel mana?" tanya Nizar
"Farel ngantar Luna pulang" ucap Rachel dengan suara bergetar
__ADS_1
Nizar yang mengerti kondisinya pun mengusap punggung Rachel untuk menenangkannya
"Lo pulang ya gue antar" ucap Nizar yang hanya di anggukan oleh Rachel
tiin
suara klakson mobil yang di tekan
"Lo apain dia sampai nangis hah" amuk seorang laki laki saat turun dari mobil itu, ya dia adalah Fernando
awalnya Fernando pulang tidak bareng dengan Adnan Karena ingin mengantar kekasih barunya pulang tapi saat di parkiran ia malah melihat Rachel yang menangis di dekat seorang laki laki yang ia tau bernama Nizar
"bukan gue yang bikin dia nangis" ucap Nizar membela dirinya
"Nda Lo diapain sama dia, kasih tau gue biar gue habisin dia sekarang juga" ucap Fernando membelai pipi Rachel
"bukan Nizar yang bikin gue nangis, Lo jangan apa apain dia, gue sekarang cuma pengen pulang" lirih Rachel
"oke gue antar langsung Lo pulang, tapi Lo pulangnya ke mansion ya" pinta Fernando yang hanya di balas anggukan oleh Rachel
"Lo sebenarnya siapanya Rachel?" tanya Nizar to the poin
"gue sahabat kakaknya" ucap Fernando padat singkat dan jelas
Untungnya Nizar memiliki tingkat pemahaman yang tinggi jika tidak dia akan tidak paham oleh penjelasan Fernando yang terlalu padat singkat dan memang jika menurut Fernando itu sudah jelas tapi bagi orang lain itu belum lah jelas
brakk
"sun siapa lo punya hubungan apa sama cewek itu" ucap kekasih Fernando tidak senang, tapi Fernando tak acuh
"Lo masuk mobil dulu ya, maaf mobilnya bekas di pake orang lain" ucap Fernando sambil membukakan pintu di samping kemudi untuk Rachel
"sun Lo belum jawab pertanyaan gue!" ucap Kekasihnya itu menuntut
huh
Fernando menghela nafas kasar, ia sedang terburu buru untuk mengantar Rachel pulang sekaligus menenangkannya tapi gadis di depannya itu sepertinya harus disingkirkannya terlebih dahulu
"gue masih ada urusan Lo balik sendiri bisa kan, dan Rachel itu orang yang penting buat gue jadi Lo jangan coba bertingkah sama dia karna bukan hanya gue yang bakal turun tangan tapi Rafael pasti juga" ancam Fernando
"Nando suruh cewek Lo masuk ke mobil" ucap Rachel dari dalam mobil
"tapi-" saat Fernando Meu melayangkan protesan nya dia langsung dibatalkannya saat melihat Rachel menatap tajam dirinya
"masuk lo" suruh Fernando dan langsung melongos pergi ke kursi pengemudi
"Nando antar gue balik duluan" pinta Rachel
"tapi-"
"gue capek, gue pengen langsung curhat sama Manda" ucap Rachel, suaranya terdengar bergetar
__ADS_1
"leave him please (tinggalkan dia gue mohon)" ucap Fernando tanpa menoleh ke arah Rachel
"can't, i Love him (gue ngga bisa, gue cinta dia)" lirih Rachel
"but he can only hurt you (tapi dia hanya bisa menyakiti lo)" ucap Fernando tak kalah lirih
"Yes I know, but it's not his fault (ya gue tau, tapi itu bukan salahnya)" bela Rachel
"cih Lo selalu ngebela dia Nanda"" ucap Fernando berdecih
"serius lah dalam menjalani suatu hubungan, kasian Tante sudah pusing gara gara lo" ucap Rachel mengalihkan topik
"ngga mengalihkan topik, pake ngebawa bawa nyokap gue" dengus Fernando
tidak lama kemudian mereka telah sampai di depan sebuah bangunan mewah dan dengan cepat Fernando memarkirkan mobilnya
"sun ini rumah siapa?" tanya kekasih Fernando
"Nando Lo ngga ada rencana mau ngenalin gue sama kekasih baru lo" tanya Rachel karena sedari tadi ia tidak di perkenalkan sama sekali
"Lo mau kenalan sama dia" ucap Fernando memastikan
"iya Nando" gemas Rachel
"Nanda itu Fira, dan Fira Lo ngga mungkin ngga kenal sama dia kan" ucap Fernando memperkenalkan mereka satu sama lain
"Hai, gue Rachel salam kenal" ucap Rachel namun Fira memasang sikap acuh tak acuh ke padanya
"kalian berdua masuk dulu" ucap Rachel lagi dari pada berusaha berkenalan lebih baik langsung masuk saja ke dalam mansion pikirnya
Mereka bertiga pun langsung masuk ke dalam mansion itu, Fira masih bingung sebenarnya mereka ada di mana dan bukankah Rachel itu miskin kenapa Rachel seperti sudah biasa melihat ini semua
'Rachel bukannya orang susah ya, kok cuma gue yang kagum sama isi nih tempat' batin Fira
"Nanda tumben pulang" ucap Adnan heran saat melihat keberadaan Rachel di ruang tamu
"jadi gue ngga boleh pulang nih" ucap Rachel pura pura sedih
"ngga gitu, Lo kalo balik pasti lagi sedih ya kan" tebak Adnan langsung tepat kena sasaran
"berburuk sangka aja Lo sama gue kak Nan" sungut Rachel
"tapi bener, jadi ngga masuk berburuk sangka" ucap Fernando menimpali, Adnan dan Fernando sama sama menyeringai ke arah Rachel sedangkan Rachel sudah mencebikkan bibirnya
tbc
author: sudah mulai dekat kan Lo sama Rachel😏
Fernando: iya Thor, tapi masih kurang dekat😌
author: sabar, harus bertahap ini 😒
__ADS_1