
"Nanda Lo harus tenang Edo nyelamatin nyawa Lo bukan buat Lo sedih gue yakin Edo pasti pengen liat Lo bahagia sama pilihan lo" ucap Amanda menasehati
"tapi gue malu kalo harus ketemu Edo untuk terakhir kalinya di tempat peristirahatannya yang terakhir" lirih Rachel
"Nda kakak percaya kalo cowok yang nyelamatin Lo pasti seneng liat lo mau ngantar dia ke tempat peristirahatan terakhirnya walau dengan derai air mata dia pasti ngerti kok itu tandanya dia berhasil jadi jadi orang yang berarti buat hidup Lo" ucap Adnan mencoba memberi pengertian dalam sudut pandangnya
"bener gitu kak, Man" ucap Rachel masih memastikan
"iya, bener yang kak Adnan bilang Edo pasti seneng liat kehadiran Lo"
"oke gue mau datang, kapan pemakamannya Nda" tanya Rachel
"siang ini Lo tunggu berdua sama kak Adnan dulu ya gue nyiapin baju lo" ucap Amanda
"baju nya sudah mami siapin jadi gak usah sayang"
"mi jangan manggil aku make sayang, aku geli mi dengernya" ucap Amanda tidak suka
"tapi kalian kan sayangnya mami" ucap Mami memasang wajah pura pura sedihnya
"gak usah drama deh mi" ucap Adnan jengah sambil memutar bola mata malas
......................
"hiks hiks hiks.."
"sudah Hel ini sudah sabar ini bukan salah Lo" ucap Farel dengan mengelus pundak Rachel guna memberikan kekuatan
"tapi hik Edo ketabrak buat nyelamatin gue hiks" lirih Rachel dengan sesegukan
"ini sudah takdirnya Edo Hel, sudah kehendak yang maha kuasa Hel" ucap Farel bijak
"nak Rachel" sapa mama Edo
"Tan maafin aku ya tan" ucap Rachel masih menyalahkan dirinya
"gak papa ini sudah takdir anak Tante, Tante sudah ikhlas. Ini ada barang yang Edo siapin buat kamu tapi belum sempat dia kasih" ucap Mama Edo sambil menyerahkan sebuah gelang dengan ini sial huruf R&E ya itu adalah inisial nama Rachel dan Edo
"Do maafin gue gue sampai sekarang gak bisa bales perasan Lo, bahkan setelah Lo ngorbanin nyawa Lo demi gue" lirih Rachel semakin merasa bersalah
"Hel ikut gue ke rumah pohon yuk buat nenangin diri Lo dulu" ajak Farel dan di balas anggukan kepala lemah oleh Rachel
"Bu Rachel izin pergi sama Farel" ucap Rachel
"iya pulangnya jangan sore sore malam ini papi kamu udah nyiapin acara untuk kepergian temen kamu" jelas Farah
"aku datang sebagai Rachel atau Nanda bu" tanya Rachel
"itu terserah sama kamu nak"
***
__ADS_1
"Rachel Lo jangan sedih lagi"
"Rel nurut Lo gue keterlaluan gak sih gue gak bales perasaan Edo meskipun Edo udah ngorbanin dirinya buat gue"
"nurut gue ga sih karena perasaan gak bisa di paksain"
Rachel pun termenung memikirkan semua kejadian dari awal Samapi berakhir dengan kematian Edo saat tersadar dia melihat pisau di dekat tubuhnya
"Hel Lo mau ngapain megang pisau?! Jangan macem macem ya Hel" ucap Farel takut Rachel mengakhiri hidupnya karena merasa bersalah
"emang kalo gue macem macem Lo bisa apa" tantang Rachel karena ia tau Farel tidak pernah berani naik ke atas rumah pohon
"gue bakal hubungin ibu lo" ancam Farel sebenarnya ia ragu apakah ancamannya itu akan berpengaruh atau tidak
"hahaha… coba Lo ngaca deh Rel muka takut Lo itu lucu banget" ucap Rachel dengan tertawa sebentar dia melupakan kesedihannya
"huh tau gitu gue gak peduli"
Rachel mengambil pisau itu untuk memahat namanya dengan Farel di rumah pohon itu
"Hel kenapa Lo gak bisa bales perasaannya si Edo" ucap Farel penasaran
"karena gue udah suka sama yang lain" ucap Rachel santai
"siapa Hel gue kenal ga" ucap Farel semakin penasaran
"Lo kenal, kalo Lo mau tau naik ke atas sini gue ada nulis nama dia di sini" ucap Rachel sambil terkekeh Karena ia tau Farel tidak akan berani
"Siapa sih Hel coba Lo kasih tau aja gak usah main tebak tebakan, contohnya gue gue suka sama peri cantik ups…" Ucap Farel dan tidak sengaja di keceplosan tentang perasaannya
'ternyata bener Lo suka sama Luna Rel, tapi itu bukan salah Lo gue paham cinta gak bisa di paksakan' lirih Rachel di dalam hati
"Rel tadi Amanda bilang ke gue kalo malam ini si rumah dia ada pesta untuk mengantar kepergian Edo, Lo datang ya bilang aja di undang Ananda sama sebutin nama lo"
"emang bisa masuk Hel cuma bermodalkan nama Ananda" ucap Farel ragu
"bisa kok tenang aja gue udah hilang ke Amanda inget Ananda bukan Amanda"
......................
"Nda Lo mau nyanyi?" tanya Amanda
"iya, gue mau nyanyi malam ini"
"Papi tolong bilangin ke pengawal yang jaga di depan aku ngundang temen aku namanya Farel Perkasa nanti dia nyebutin nama aku"
"tapi kamu memang mau liat dia deket sama putri dari Kusuma itu hem sayang…" ucap Satrio sengaja tidak menyebutkan nama Luna maupun ayahnya
"aku bakal bahagia seandainya Farel bahagia pi"
"baiklah kalo kamu maunya kek gitu" ucap Satrio akhirnya mengalah dan mengikuti kemauan putri kesayangannya
__ADS_1
"Kalian belum siap siap tamu udah dateng Lo"
"lah kak Adnan kapan siap siap kok kita gak sadar sih" ucap Rachel heran
"dari tadi, mekanya jangan nangis teros" cibir Adnan Rachel mendelik mendengarnya
"tau nih si Nanda, nanti gak ada yang mau loh" ucap Amanda menyeringai Rachel yang mood nya belum membaik itu mencibir Amanda
-Lantai bawah mansion Furi-
"Nanda, gue sudah dengar beritanya dari Adnan. Lo yang sabar ya, ini bukan salah Lo tapi sudah takdir" ucap Fernando memberi kekuatan agar Rachel kuat melewati cobaan ini
"iya Nando thanks, eem… muka gue sembab banget ya?" tanya Rachel walau dia tau jawabannya
"iya, tapi Lo tetep cantik kok tenang aja" ucap Fernando rachel tersenyum malu
"Nando gue naik ke atas panggung dulu ya gue sudah janji sama Amanda buat nyanyi"
"gue temenin ya"
"hah… maksudnya?"
"hahaha maksudnya gue main piano Lo nyanyi gitar juga gue bisa intinya buat ngiringin Lo nyanyi" jelas Fernando Rachel tersenyum canggung
"Farel Lo sudah datang"
"seperti yang Lo lihat, gue ada di sini"
"kembaran kakak gue mau nyanyi ikut gue yuk buat dengerin dia nyanyi" ajak Amanda dan Farel hanya mengiyakan saja karena jujur dia bingung mau ngapain di pesta itu
"Manda Rachel mana? kok gue ga liat dia dari tadi"
"kayanya ga datang" ucap Amanda gugup
"lah tu anak padahal dia yang nyuruh Dateng tapi dia juga yang ga datang" ucap farel menggelengkan kepalanya
"tes tes"suara itupun berhasil meraih perhatian semua orang di ruangan itu
"perkenalkan saya Ananda"
"saya Fernando"
"dan kami berdua ingin menyanyikan lagu yang berjudul Sampai Menutup Mata, semoga kalian bisa menikmati penampilan kami" ucap mereka berdua sambil menyematkan senyum manis masing masing
*Embun di pagi buta
Menebarkan bau asa
Detik demi detik ku hitung
Inikah saat ku pergi
__ADS_1
tbc