I`m A Queen

I`m A Queen
I'm a Queen : Upacara Penyambutan 2


__ADS_3

Bab 9


Feliscya mulai mengipasi gaun gadis berambut hitam kecoklatan itu. Bahan gaun itu cukup tebal, sehingga sulit kering. Tetapi Feliscya tetap berusaha mengeringkan nya.


"Aduh.. kenapa rok nya tidak mau kering?" batin Feliscya.


Sementara sang kepala sekolah mulai menaiki mimbar.


"Di mohon perhatian nya kepada seluruh murid SGS Academy, guru-guru, serta staf yang bekerja di sini," ucap seorang pria.


Sontak semua pun menoleh ke arah pria tersebut.


Terkecuali Feliscya dan gadis berambut hitam kecoklatan itu.


Mereka berdua masih berusaha untuk mengeringkan pakaian gadis itu.


"Di mohon kan kepada setiap murid, baik itu murid baru maupun murid lama, agar memperhatikan penampilan kalian masing-masing, di karenakan pada acara penyambutan hari ini, pangeran serta keluarga kerajaan akan mengunjungi sekolah ini.." ucapan pria tersebut membuat semua orang berbisik-bisik.


"Apa? Pangeran akan datang? Wah.. aku akan berdandan secantik mungkin agar pangeran terpesona padaku.. dengan begitu dia akan jatuh cinta kepada ku.. " ucap seorang gadis.


"Tidak mungkin.. wajahmu saja pas-pasan begitu, bagaimana mau memikat pangeran?" teman gadis itu tertawa.


"Cih.. liat saja nanti! Kau akan menyesali ucapan mu sendiri!" ujar gadis itu geram.


"Haha.. jika kau ingin mendapatkan hati pangeran, maka kau harus seperti nona Angela.., lihat, dia cantik, pintar, dan berbakat, ouh.. jangan lupakan bahwa dia berasal dari keluarga Mirage.. keluarga pengusaha tambang emas.. nah, kalau itu pantas untuk bersanding dengan pangeran..," kata teman gadis itu sambil mencuri pandang ke arah seorang gadis berambut ungu muda.


Di sisi lain, Feliscya telah berhasil mengeringkan gaun gadis berambut hitam kecoklatan itu.

__ADS_1


Tak lupa Feliscya memperbaiki dandanan gadis itu, karena gadis itu tadi sempat menangis, sehingga dandanan nya menjadi luntur.


"Nah.. sekarang kau sudah rapi^^" ucap Feliscya sambil tersenyum.


Gadis itu pun lantas mengambil cermin. "Wah.. terimakasih banyak.. aku tidak tau bagaimana nasib ku jika kau tak menolongku.." ucap gadis itu.


"Sudah lah, tidak apa-apa, aku senang bisa membantu mu,"


"Oh iya, perkenalkan.. namaku Catlyn..," gadis bernama Catlyn itu mengulurkan tangannya.


Feliscya membalas uluran gadis itu, dan bersalaman.


"Salam kenal Catlyn.. aku Feliscya," ucap Feliscya tersenyum.


Teng.. teng..


"Perhatian para murid.. silahkan duduk di tempat nya masing-masing, karena kepala sekolah akan mengatakan sesuatu.. silahkan, pak kepala sekolah," pria itu mempersilahkan kepala sekolah.


Tepuk tangan menggema di aula tersebut.


"Pengumuman.. para murid SGS Academy yang terkasih.. silahkan kembali ke ruangan masing-masing yang telah ditetapkan sebelumnya, untuk bersiap-siap menyambut keluarga kerajaan.. mengerti semua!?"


"Mengerti..pak,"


"Oke.. baiklah, sekarang silahkan bubar."


🍭❤️🍭❤️🍭❤️🍭❤️🍭

__ADS_1


Feliscya dan Catlyn berjalan bersama-sama menuju asrama.


"Lis.. kamar kamu nomor berapa?" tanya Catlyn.


"Em.. kalau tidak salah kamarku di lantai 4, nomor 784..," jawab Feliscya.


"Apa? 784? Wah.. sepertinya kita tetangga-an.., kamarku tepat di sebelah kamar mu.. tepatnya kamar ku nomor 783.. ah! Aku senang sekali!" Catlyn melompat kegirangan lalu memeluk Feliscya dengan erat.


"Ehm.. a-aku tidak bisa bernafas.."


Seketika Catlyn melonggar kan pelukannya.


"Uups.. maaf, hihi"


"Iya.. tidak apa.., ayo cepat, sebentar lagi Keluarga kerajaan akan datang, nanti kita di marahi karena terlambat,"


"Em.. ayo," Catlyn berlari.


Sungguh, demi apapun Feliscya ngeri melihat Catlyn yang berlari dengan sepatu hak tinggi.. [atau apalah nama nya itu, aku tak tau], belum lagi dia berlari dengan gaun yang panjang menjuntai ke lantai.. huh, bisa-bisa Catlyn tersandung lalu terjatuh.


"Catlyn.. hati-hati..,"


Feliscya pun mempercepat langkahnya.


To be continued..


......Author promosi ya..^^ ......

__ADS_1



Jika berkenan, silahkan mampir.. terimakasih^^


__ADS_2