
Bab 12
"A.. apa? D..dia pangeran kedua?" tanya Feliscya gelagapan.
"Hmm.. aku pernah mendengar jika pangeran mahkota memiliki dua adik, satu laki-laki dan satu lagi perempuan. Tapi, yang di perkenalkan ke publik hanyalah pangeran mahkota dan putri ketiga, dan pangeran kedua tidak pernah muncul di publik di karenakan kondisi tubuhnya yang lemah, A..apa, dia adalah pangeran yang di maksud?" batin Feliscya.
Di saat Feliscya sibuk membatin, tepukan di bahunya menyadarkan nya.
"Hei, Feliscya, segera minta maaf kepada Pangeran kedua.. jika tidak kita akan di hukum,"
"Eh.. iya, em.. m-maaf kan hamba pangeran kedua.., s-saya telah berbicara lantang kepada anda.. saya mohon maaf pangeran," Feliscya menunduk.
Keringat mulai membasahi dahinya.
Ia menutup matanya berharap sang pangeran akan memaafkannya dan membiarkan ia dan Catlyn pergi.
"Aku tidak mau..," Marcello berkacak pinggang.
"Eh?"
Feliscya kembali berdiri dengan tegak.
"K-kenapa Yang Mulia?" tanya Feliscya.
"Aku tidak mau memaafkan mu!" ucap Marcello.
"T..tapi mengapa Yang Mulia?" Feliscya mengerutkan keningnya.
"Aku ingin kau melakukan sesuatu untuk ku, baru aku memaafkan mu!" ujar Marcello.
Feliscya bernapas lega.
Ia kira ia akan di hukum dan di bawa ke penjara untuk di kurung selama nya.
"A..apa yang harus saya lakukan, Pangeran?"
ucap Feliscya sopan.
"Aku ingin.. kau mengambil buah yang ada di pohon itu!" Marcello menunjuk ke arah pohon yang cukup tinggi dan besar.
Daun nya lebat, dan tampak buah apel yang sudah matang pada pohon itu.
"Oh.. itu mudah saja, baiklah," Feliscya menggulung sikut baju nya.
Saat ingin memanjat, Catlyn menghentikan Feliscya.
"Feliscya, jangan! Itu berbahaya! Bagaimana jika kau terjatuh? Bagaimana jika ada serangga lalu mereka menggigit mu?" ucap Catlyn cemas.
Feliscya tersenyum.
"Tenang saja, Catlyn, aku akan baik-baik saja, percaya padaku," ucap Feliscya meyakinkan Catlyn.
Catlyn hanya menghela nafas nya.
__ADS_1
"Ia baiklah, tapi hati-hati ya,"
Feliscya mengangguk.
Dengan perlahan, Feliscya memanjat pohon itu. Menaiki ranting-ranting dan dahan pohon satu persatu, hingga akhirnya sebuah apel berada tepat di depan wajah nya.
Ia mencabut apel itu, lalu menyimpan nya ke kantong rok nya.
Kemudian dengan berpegangan pada dahan pohon, ia mengamati lagi pohon itu.
Siapa tau ada buah apel yang dekat dengan nya.
Ia melihat ada banyak sekali apel di atas kepalanya.
Feliscya tersenyum. Lalu mulai memetik apel itu satu persatu.
Setelah di rasa cukup, ia turun dari pohon tersebut.
Sampai di bawah, dengan tersenyum ia memberikan apel-apel itu pada Pangeran Marcello.
"Ini, Yang Mulia..,"
Seketika mata Marcello berbinar.
Dengan sumringah ia menerima apel-apel itu.
"Em.. pangeran, anda telah memaafkan saya kan? Kalau begitu, boleh saya pergi?" tanya Feliscya hati-hati.
"Eh?"
Feliscya menatap pangeran keheranan.
"Kau harus melakukan sesuatu lagi untuk ku, baru setelah itu kau boleh pergi," ucap Marcello.
Feliscya hanya bisa menghela nafas.
"Baiklah, Yang Mulia, apa yang harus saya lakukan?" tanya nya.
"Buatkan aku pie apel!"
Feliscya menyanggupi nya.
Ia membawa apel-apel itu pergi ke dapur.
Bagaimana ia bisa tau posisi dapur? Tentu karena ia di beri tau oleh sahabat nya, Catlyn.
Feliscya pun mulai membuat pie apel itu. Malam semakin larut, dan ia khawatir jika ia sampai terlambat kembali ke asrama.
Setelah beberapa menit, akhir nya pie apel selesai di buat.
Namun saat ingin memberikan pie tersebut, ia melihat Pangeran Marcello telah tertidur di atas sofa.
"Huft'.. Yang Mulia, bangun Yang Mulia," Feliscya mengguncangkan tubuh Marcello.
__ADS_1
Marcello hanya menyahut dengan satu kata, "Hm.."
Kemudian kembali terlelap.
Feliscya hanya bisa menghela nafas.
Ia melihat ada pengawal yang berjaga di depan dapur.
Ia pun meminta tolong kepada pengawal itu agar membawa Marcello ke ruangan yang telah di sediakan untuk keluarga kerajaan menginap.
Setelah Marcello di bawa ke kamar nya, Feliscya memutuskan kembali ke asrama. Catlyn telah pergi duluan sejak tadi, dan mungkin ia sudah terlelap sekarang.
Bagaimana dengan pie nya?
Pie nya di berikan untuk pengawal yang kebetulan sedang berjaga di depan penginapan khusus kerajaan.
πππππππ
Feliscya Lauren Wen, pemeran utama wanita.
Seorang gadis berusia 16 tahun.
Berambut pirang dan memiliki mata seindah permata.
Menyukai tanaman, terutama bunga.
Catlyn Aurora White, sahabat Feliscya.
Seumuran dengan Feliscya.
Ia adalah putri kedua di keluarga White.
Dr. Lola Obelia, seorang dokter [tabib] berusia 28 tahun. Selain menjadi dokter, ia juga merupakan salah satu lulusan terbaik sekolah sihir.
Ny.Marissa, pemilik butik. Seorang wanita berusia 40 tahun
Rissa, seorang maid di SGS Academy, berusia 21 tahun.
Ok.. sebagian dulu ya, karna baru ini aja yg dapet visual nya.
Visual karakter lainnya akan di post di episode berikutnya.
See you next time~
__ADS_1