I`m A Queen

I`m A Queen
I'm a Queen : Elena & Celesthia


__ADS_3

Bab 15


Pagi hari di kelas..


"Salam para murid, aku, Miss Vina akan menjadi pengajar sekaligus pembimbing di kelas Kecantikan Bulan ini, mohon bantuan nya.." ucap wanita yang kira-kira berusia 30-an itu.


Mrs.Vina memulai pelajaran nya.


Di kelas Kecantikan Bulan, mereka belajar mendesain pakaian, aksesoris, merias wajah, pokok nya yang berhubungan dengan kecantikan lah.


Mrs.Vina mengajarkan cara membuat pola, mendesain gaun, serta menjahit.


Mrs.Vina juga memberitahu jenis-jenis kain yang bagus untuk membuat pakaian. Catlyn dan Karin dengan serius mengikuti pelajaran.


Karena salah satu syarat untuk mengikuti tes Quendom adalah memiliki bakat.


Oleh karena itu, kelas di SGS Academy di bagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan kemampuan murid.


Lalu, di ajarkan juga etika dan sopan santun, serta kewajiban-kewajiban yang harus di lakukan sewaktu menjadi anggota kerajaan.


*


*


*


Feliscya, Catlyn, dan Karin sedang berjalan-jalan di taman. Mereka memandangi bunga-bunga dan kupu-kupu yang berterbangan.


Saat menikmati keindahan taman, mereka mendengar suara seseorang sedang bernyanyi.


Mereka pun berhenti dan mencari asal suara itu.


Catlyn yang meyakini suara itu berasal dari ruang musik pun mengajak kedua temannya.


Sesampainya di depan ruang musik, mereka terdiam.


Di dalam ruangan itu, tampak lah dua orang gadis cantik.


Satu bermain piano, satu nya lagi bernyanyi.


Feliscya memejamkan mata nya menikmati alunan suara piano yang berpadu dengan suara indah milik gadis itu.


"Wah.. apakah itu bidadari?" tanya Karin polos.


Feliscya dan Catlyn tersenyum.


"Mungkin iya," sahut mereka.


Mereka pun mendekat ke arah kedua gadis itu.


Kedua gadis itu menyadari bahwa ada yang menonton pertunjukan mereka.


Mereka segera menghentikan nyanyian dan permainan musik.


"Kenapa berhenti?" tanya Feliscya.

__ADS_1


Kedua gadis itu saling pandang.


"Ka..kalian melihat nya?" tanya seorang gadis yang memiliki rambut berwarna pirang itu.


Feliscya, Catlyn dan Karin mengangguk.


Kedua gadis itu salah tingkah.


"Ka..kalian melihat nya, waa.. bagaimana ini!!" teriak gadis itu lagi.


"Kalian kenapa?" tanya Feliscya bingung.


"Permainan musik kami pasti tidak bagus kan? Kalian akan mengejek permainan musik kami yang jelek kan?" tanya gadis itu.


Sementara gadis yang satu nya terdiam malu karena ada yang melihat bahkan mendengar nya bernyanyi.


Feliscya menggeleng.


"Tidak kok, kamu bermain piano dengan sangat bagus, aku saja tidak bisa bermain piano sebagus itu," ujar Feliscya.


"Dan suara mu.. aah.. merdu sekali, sampai-sampai aku berpikir bahwa kau adalah bidadari yang turun dari khayangan," ujar Catlyn dengan mata yang berbinar-binar.


Gadis yang di puji oleh Catlyn itu menutup wajah nya yang memerah.


"Te.. terimakasih," ucap nya pelan.


"Boleh kita berkenalan? Aku Feliscya, dari kelas Naturalys Art, salam kenal!" ucap Feliscya ramah.


Gadis yang bermain piano itu tersenyum.


"Wow.. aku tak menyangka bertemu murid Harmony Musical," ucap Karin.


"Oh ya, gadis imut, nama mu siapa?" tanya Elena pada Karin.


"A..aaku.., Ka.. Karin," ucap Karin gugup.


"Aaa.. kamu imut sekali, Karin, mari berteman," ucap Elena.


Karin tersenyum.


"Baik,"


"Kalau gadis yang bernyanyi itu siapa namanya?" tanya Karin malu-malu.


Elena segera menoleh ke arah teman nya.


"Oh..ini Celesthia, dia adalah murid dari kelas Nyanyian Matahari," Elena memperkenalkan teman nya.


"Salam kenal Celesthia, aku Catlyn, mari berteman baik ke depannya," ucap Catlyn tersenyum.


"Um.. baiklah, salam kenal semuanya," ucap Celesthia.


Di saat mereka berkenalan, seorang lelaki yang memakai seragam berlari ke arah mereka.


"Nona! Nona, anda tidak apa-apa?" tanya lelaki itu.

__ADS_1


Semua terkejut dengan kehadiran lelaki itu.


"Oh.. Ryan, aku baik-baik saja," ucap Celesthia tersenyum.


Tampak lelaki yang di panggil Ryan itu wajah nya merona. Seperti nya terpana oleh kecantikan Celesthia.


"O..oh.. syukur lah anda baik-baik saja, Nona," ucap Ryan.


"Ryan.. Ryan.. kau ini, selalu saja berlebihan mengkhawatirkan nona mu, nona mu ini akan baik-baik saja jika bersama ku, ck'.. kau tidak percaya sekali pada ku," ucap Elena mengomel.


Ryan hanya tersenyum kikuk menanggapi ucapan sahabat nona nya itu.


"Em.. Elena, laki-laki ini siapa? Kenapa bisa ada di SGS Academy?" tanya Catlyn.


Karena setau nya, laki-laki tidak bisa sembarang masuk ke sekolah khusus perempuan ini.


"Oh.. perkenalkan, ini Ryan, dia adalah pengawal yang di utus keluarga Federlyn untuk menjaga dan mengawasi nona Celesthia," ucap Elena.


Feliscya dkk mengangguk mengerti.


"Nah, Ryan, karena nona mu baik-baik saja, bisa kah kau kembali ke kamar mu? Kau ini terlalu berlebihan menjaga nona mu," ucap Elena.


"Maaf nona, tapi saya harus selalu memastikan keselamatan nona muda," ucap Ryan.


Elena hanya bisa menghela nafas.


"Sudah lah, Ryan, aku baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir, mereka ini semua adalah teman-teman ku," kata Celesthia sambil tersenyum.


"Jadi kau tidak perlu khawatir okey, kembali lah ke kamar mu," ucap Celesthia.


Ryan yang tak sanggup menolak nona nya itu pun pasrah.


"Baiklah nona, kalau ada apa-apa segera lah mengirim sinyal pada ku," ucap Ryan.


Ryan pun dengan berat hati kembali ke tempatnya.


Elena hanya terkekeh melihat pengawal sahabat nya yang sangat over protektif itu.


Ia kemudian melirik ke arah Celesthia.


"Em.. kenapa Celesthia memiliki pengawal? Apa ada yang terjadi sebelum nya?" tanya Catlyn kepo.


Setau nya, jika keluarga bangsawan sampai mengutus seorang pengawal untuk mengawal putri nya di sekolah, pasti ada terjadi sesuatu.


Elena menghela nafas.


"Dulu, Celesthia pernah menjadi korban perundungan di sekolah ini,"


"Apaa?"


Elena mengangguk.


"Celesthia yang saat itu masih polos dan tidak tau apa-apa di bully oleh anak-anak yang tidak tau malu itu," ucap Elena geram.


To be continued..

__ADS_1


__ADS_2