I`m A Queen

I`m A Queen
I'm a Queen : SGS Competition


__ADS_3

Bab 19


Pagi hari..


Pelajaran sedang berlangsung.


Feliscya tengah menyelesaikan lukisan nya, ketika bel berbunyi.


Teng..teng..teng..


Sebuah suara yang di sebarkan dengan magic sound menggema di seluruh sekolah.


"Perhatian kepada para murid SGS Academy, harap berkumpul di aula setelah istirahat pertama, terimakasih,"


Terdengar bisik-bisik para murid yang membicarakan pengumuman tadi. Apa yang terjadi? Ada pengumuman apa? Apa ada hal penting yang ingin di sampai kan? Begitulah kira-kira yang di bicarakan para murid.


"Ekhem, perhatian, harap segera menyelesaikan tugas masing-masing, ketika bel istirahat berbunyi, semua tugas harus di kumpul kan," Ucap Mrs.Linda membuat para murid Naturalys Art pontang-panting menyelesaikan tugas mereka.


...* * * * *...


Jam istirahat.


Feliscya meregangkan tubuhnya. Ah, rasanya lelah sekali sehabis deadline.


"Hm?"


Feliscya melihat Catlyn tengah melambaikan tangan nya. Juga ada Karin di samping nya tengah menikmati cupcake.


"Hai!" Sapa Catlyn.


Feliscya berjalan mendekat.


"Halo, kalian sedang apa di taman?" tanya Feliscya. Menyomot sebuah cupcake dari bungkusan yang berada di pangkuan Karin.


Membuat Karin menggembung kan pipinya. Kesal! Karena cupcake nya berkurang.


"Sedang apalagi kalau bukan menunggu Yang Mulia, haha!"


Feliscya langsung menatap tajam Catlyn yang sedang tertawa karena membuat Feliscya kesal.


"Jangan panggil aku begitu, aku kan bukan siapa-siapa kalau di bandingkan kalian yang berasal dari keluarga bangsawan," ucap Feliscya menghela nafas.


Catlyn menjadi tidak enak.


"Maaf ya, aku tidak bermaksud,"


"Tidak apa-apa,"

__ADS_1


Feliscya tersenyum.


Meskipun di dalam hati nya ia merasa sedih, karena telah satu bulan ia tinggal di sini, semua orang memandang rendah diri nya, karena tak memiliki status apa-apa.


Ia hanya lah gadis beruntung yang memenangkan undian dan berakhir di terima di SGS Academy.


Namun karena teman-teman nya, Catlyn, Karin, Elena juga Celesthia, ia masih bisa tersenyum.


Juga ia bertahan demi adik-adik sepupu nya, dan bibi nya yang sedang sakit.


"Terimakasih," lirih nya.


"Eh?" Catlyn memandang Feliscya yang tengah menunduk kan kepala.


Karin menghentikan aktivitas memakan cupcake nya.


"Terimakasih, karena sudah mau berteman dengan ku yang bukan siapa-siapa ini," ucap nya membuat suasana menjadi mellow.


"Huaa.. jangan sedih begini dong..," Catlyn memeluk Feliscya. Karin menghambur ke pelukan kedua orang itu.


"Haaa..,"


Karin ikut-ikutan menangis.


Feliscya dan Catlyn memasang wajah bingung.


Karin berhenti menangis.


"Eh? Tidak tau, tadi kalian menangis, jadi aku ikut menangis,"


Jawaban Karin membuat Feliscya dan Catlyn tepuk jidat.


Ah, sudahlah, mari kita akhiri mellow drama ini.


...☁️☁️☁️☁️☁️☁️...


Di aula sekolah.


"Baiklah, karena seluruh murid telah hadir di sini, saya akan mengumumkan suatu hal," Mrs.Ovir selaku guru kesiswaan berbicara dengan wibawa nya.


"Yang pertama, sekolah kita akan mengadakan kompetisi, kalian pasti sudah tau kan, bahwa sekolah ini kerap kali mengadakan kompetisi sebulan setelah penerimaan murid baru.


Kompetisi ini di sebut sebagai SGS Competition, yang bertujuan untuk menggali potensi para murid, juga untuk menumbuhkan jiwa-jiwa berkompetisi di dalam pribadi para murid.


Yang kedua, setiap kelas wajib mengikuti kompetisi dan harus memiliki minimal dua orang perwakilan setiap kelas masing-masing.


Yang ketiga, rincian tentang kompetisi bisa kalian lihat di brosur yang sudah di bagikan kepada kalian masing-masing, di mohon kepada para guru dan anggota OSIS, agar menghimbau para murid mengikuti kompetisi.

__ADS_1


Yang terakhir, para murid di perbolehkan melakukan persiapan, baik melatih diri maupun mengasah kemampuan. Di harapkan agar murid-murid sekalian bermain sportif, tidak curang dan jujur. Sekian pengumuman dari saya,"


Prok..prok..prok..


Tepuk tangan para murid menggema di seluruh aula.


...*...


...*...


...*...


Di kamar Feliscya, Catlyn; Karin; Elena serta Celesthia tengah berkumpul sambil membaca brosur yang di bagikan oleh pengurus OSIS di aula tadi.


"Teman-teman, kalian ikut kompetisi tidak?" tanya Catlyn.


"Kalau aku pasti ikut lah," Elena menyahut pertanyaan Catlyn.


"Jelas, kau kan anggota OSIS, tidak mungkin kau tidak ikut,"


"Hahaha..,"


"Kalau Celesthia?" Kini Feliscya yang bertanya.


Celesthia tampak berpikir.


"Mungkin, aku ingin mencoba ikut kompetisi kali ini," jawab nya setelah berpikir sebentar.


"Um.. kalau kamu sendiri, Catlyn?"


Catlyn sontak berdiri.


Memasang kedua tangan nya di pinggang.


"Tentu saja! Lihat saja!! Aku akan mengalahkan Dessy di kompetisi nanti!!" Ucap Catlyn dengan semangat yang membara dan mata yang berapi-api.


"Siapa Dessy?"


Catlyn menatap Feliscya tak percaya.


"Felis, Dessy itu teman nya Angela, kamu tau Angela kan?" Elena menatap Feliscya.


Feliscya mengangguk kan kepala nya.


"Nah, Dessy itu bagaikan nomor dua nya Angela, dia dan Angela adalah duo penakluk sekolah yang di segani seluruh siswi," jelas Elena.


"Tapi ada beberapa isu yang mengatakan jika Dessy kerap kali menggunakan cara licik untuk menang, seperti menyuap seseorang atau menggunakan mantra," ucap Catlyn dengan geram.

__ADS_1


To be continued..


__ADS_2