
Bab 23 : Kericuhan
...SGS COMPETITION PART 3...
"Para murid, di harapkan tetap tenang," ucap guru pengawas.
"Permisi.. permisi, mohon beri jalan," ucap Petugas Kesehatan yang tengah membopong Rossa di dalam tandu.
Ya.. Rossa tak sadarkan diri setelah kepala nya membentur lantai dan pembatas.
Jidat nya terluka cukup lebar sehingga mengeluarkan darah dan mengharuskan kepala nya di jahit.
Oleh karena itu, petugas pun segera memerintahkan agar kereta kuda segera di persiapkan untuk membawa Rossa ke departemen kesehatan untuk di obati oleh para tabib yang ada di sana.
Sementara keadaan di sekitar pacuan kuda sangat berantakan dan tentu saja berisik.
Para murid berlarian ke sana kemari. Ada yang ingin keluar, ada yang mendekat ke pacuan kuda untuk melihat lebih jelas apa yang terjadi, ada juga yang menanyai Elena tentang apa yang barusan terjadi.
"Elena, Elena, apa yang terjadi?"
"Kuda nya mengamuk ya?"
"Wah, Elena, Kau sangat hebat saat melompat tadi,"
"Elena, bla.. bla.. bla.."
Begitu lah kira-kira ocehan dan pertanyaan-pertanyaan random yang di tujukan kepada Elena.
"Sudah!! Diam!!"
Teriak Catlyn.
__ADS_1
"Elena itu sedang di obati, bisa tidak, kalian jangan memojokkan nya dengan pertanyaan-pertanyaan tidak berbobot seperti itu!"
Sontak para murid terdiam.
Satu persatu mereka meninggalkan Elena yang sedang di obati.
"Fiuh..,"
"Sudah selesai, pastikan luka nya jangan terkena air dulu ya!" Ucap Stella, teman Elena yang juga adalah OSIS bagian Kesehatan.
Elena mengangguk.
Stella pun bergegas pergi menyusul teman-teman nya yang lain.
"Elena, apa itu sakit?" tanya Karin.
Elena menggeleng.
"Tapi, seperti nya ada yang aneh dengan penunggang dari kelas Para Bintang itu," ujar Catlyn.
Feliscya mengangguk.
"Iya kau benar, tadi saat di garis start pun dia terus menatap ke arah mu, Elena."
"Aku tahu," ucap Elena membuat teman-teman nya kaget.
"Apa??"
"La.. lalu, kalau kau tau, kenapa kau tidak hentikan saja dia dari awal, kan kau tidak perlu terluka seperti ini," ucap Catlyn mengkhawatirkan kondisi Elena.
"Aku tidak apa-apa, lagi pula, sebenarnya aku sengaja membiarkan dia dari awal, agar aku bisa melihat sejauh mana dia akan bertindak, dan seperti nya, dia cukup berani untuk melakukan hal berbahaya seperti itu," ucap Elena.
__ADS_1
...* * * * *...
Di sisi lain.
"Apa!? Dia terluka parah?" Ucap Dessy cukup terkejut saat mendengar laporan dari orang suruhan nya itu.
Yaps.. Dessy adalah dalang dari kenekatan sang Rossa.
Dessy memiliki dendam tersembunyi pada Catlyn, tanpa di ketahui oleh yang bersangkutan.
Yah.. meskipun Catlyn juga membenci Dessy.
Namun Catlyn tak tau, jika Dessy yang selama ini terlihat tak ambil pusing dengan nya, ternyata menyimpan dendam rahasia pada nya.
Dan Dessy, memutuskan untuk memulai balas dendam nya dengan melukai orang-orang yang dekat dengan Catlyn.
Elena menjadi target pertama nya. Karena kebetulan Elena lah yang mengikuti kompetisi pacuan kuda hari ini.
Ia mencari tau seluk beluk tentang Elena. Dan yang ia dapatkan adalah Rossa, murid dari kelas Para Bintang pernah terlibat pertikaian dengan Elena.
Elena pernah memergoki Rossa yang tengah berbuat curang saat pementasan drama.
Tidak hanya itu, Elena juga pernah mengalahkan Rossa dalam kompetisi atletik.
Di tambah, keluarga Elena dan Rossa juga selalu terlibat persaingan bisnis.
Hal itulah yang semakin membuat Rossa membenci Elena.
Dan hal itu di manfaatkan dengan baik oleh Dessy. Ia menghasut Rossa. Menyiramkan minyak ke percikan api sehingga membuat api tersebut berkobar dan menghantam segalanya.
To be continued..
__ADS_1