I`m A Queen

I`m A Queen
I'm a Queen : SGS COMPETITION [PART 2]


__ADS_3

Bab 22 : SGS COMPETITION Part 2


Hari kedua.


Setelah perlombaan Cerdas Cermat dan Balet Dance di hari pertama, kini perlombaan di hari kedua di mulai.


Kali ini, di adakan perlombaan pacuan kuda.


Elena sudah bersiap dengan kuda dan setelan berkuda nya. Dengan rambutnya yang ia kuncir tinggi-tinggi dan helm di kepala nya membuat nya semakin keren.


"Wah.. semangat Elena!!" Teriak Feliscya CS dari bangku penonton. Elena tersenyum menanggapi nya.


Tanpa di sadari, sepasang mata menatap Elena penuh dendam.


"Hmph! Lihat saja, Elena Avalor, akan ku pastikan kau tidak bisa memenangkan kompetisi berkuda kali ini!" geram nya dengan tangan terkepal.


...🐎🐎🐎🐎🐎...


Seluruh peserta telah berada di posisi masing-masing dengan kuda tentu nya.


Seseorang yang memegang bendera berdiri di ujung lapangan. Lalu setelah memberi aba-aba siap, sedia, mulai!


Dor!


Peluru di tembakkan ke atas langit menandakan kompetisi di mulai. Para penunggang memacu kecepatan mereka masing-masing.


Elena dengan lihai nya memacu kuda nya agar berlari dengan kecepatan penuh.


Dan benar saja, ia telah berhasil mendahului empat penunggang sekaligus.


"Hiaat!"


Elena terus saja memacu kecepatan kuda nya.


Kini, ia telah berada di posisi keempat. Setelah mendahului beberapa penunggang kuda.


Seseorang yang menunggangi kuda di sebelah Elena tersenyum licik.


Dengan sengaja orang itu mendekatkan kuda dengan Elena. Tapi tidak semudah itu. Elena tersenyum smirk.


Dari tadi ia tak hanya memacu kecepatan kuda yang ia tunggangi, namun ia juga mengawasi para penunggang di sekitar nya.

__ADS_1


Sejak awal, ia sudah mencurigai seseorang yang terus saja menatap ke arah nya dengan tatapan tidak biasa.


Dan ia yakin sekali, dengan kepekaan nya, ia bisa merasakan ada aura-aura kejahatan yang berasal dari orang itu.


"Hah!"


Orang itu terkejut. Saat ia hendak menubrukkan kuda nya dengan kuda Elena agar keseimbangan Elena terganggu, Elena dengan cepat menghindar ke samping.


Lalu dengan cepat melaju kembali ke jalur awal.


"Hmph, dia kira siapa bisa meremehkan aku! Aku ini sudah memenangkan banyak sekali pertandingan berkuda, tau!" Gerutu Elena dalam hati.


Orang itu tidak menyerah. Ia dengan segala akal licik nya, mencari celah agar bisa mencelakakan Elena.


Ia tidak hanya menginginkan Elena tereliminasi, tetapi ia juga ingin Elena celaka.


Aduh, buruk sekali niat mu itu, wahai manusia.


Orang yang di ketahui bernama Rossa dari kelas Para Bintang itu, mencoba menyusul Elena. Meski tidak dapat ia pungkiri, jika keahlian Elena dalam berkuda memang tak dapat di remehkan.


"Hah.. hah.. satu putaran lagi," gumam Elena. Ia semakin mempercepat laju kuda nya agar bisa cepat sampai ke garis finish.


Dengan mata nya yang tiba-tiba menjadi berwarna ungu, kuda tiba-tiba saja berlari dengan sangat cepat. Bahkan lebih cepat dari kuda yang di tunggangi oleh Elena.


Elena yang melihat hal itu, sontak terkejut.


"What the f--,"


"Ah, rasanya aura nya semakin mencekam," Elena bergidik ngeri. Meskipun begitu ia tetap berjuang agar cepat mencapai garis finish.


Ia tau murid yang tadi itu mengincar keselamatan nya.


"Hiaat!!"


Elena sampai di garis finish. Ia menduduki peringkat pertama. Namun tiba-tiba saja dari belakang nya seekor kuda mengamuk hendak menabraknya. Elena membulatkan mata nya.


Dengan cepat ia lompat dari kuda nya dan menendang bagian belakang kuda tersebut. Sehingga membuat kuda itu lari menjauh.


Kuda yang mengamuk tadi karena terlalu cepat berlari, kuda itu tidak dapat mengendalikan laju nya. Sehingga kuda itu menabrak pembatas.


"Ahhh..,"

__ADS_1


Sontak keadaan menjadi riuh picuh.


Para murid yang menonton berbisik-bisik, ada yang berteriak dan ada yang menghampiri Elena.


"Panggil petugas kesehatan!!" Perintah Laura si ketua OSIS kepada bawahan nya.


"Elena, kamu tidak apa-apa?" tanya Laura kepada rekan OSIS nya itu.


Elena menggeleng.


Namun sontak saja Catlyn berteriak.


"Elena, siku mu berdarah,"


"Ah, mungkin, tadi karena tergores ke lantai," jawab Elena santai.


Tetapi teman-teman nya masih menatap nya khawatir.


"Permisi, tolong beri jalan," ucap petugas kesehatan. Mereka membawa Elena ke tempat duduk untuk di obati.


Sementara petugas kesehatan yang lainnya berjalan ke lintasan kuda untuk menolong Rossa.


Yup.. kuda yang mengamuk tadi adalah kuda yang di tunggangi oleh Rossa. Setelah memacu kuda itu sekencang mungkin, Rossa menusuk kaki belakang kuda itu sehingga kuda itu pun mengamuk.


Lalu Rossa dengan gila nya melompat dari kuda itu dan menggelinding menabrak pembatas.


To be continued..


Hm.. masih mau lanjut?


Skuy.. tekan tombol like and favorit ya!


Jangan lupa juga untuk komen dan tips nya,


Thank you..


...p u r p l e w i t c h...


...[ gracia_art ]...


...❄️InSomnia❄️...

__ADS_1


__ADS_2