
Bab 24 : Rencana licik
Para murid sekarang sedang berkumpul di kantin.
Mereka di perbolehkan istirahat selagi para petugas mempersiapkan kembali properti dan kebutuhan lain yang akan di gunakan untuk kompetisi.
"Kalian mau pesan apa?" tanya Catlyn.
"Khusus hari ini, aku yang akan traktir kalian semua," ujar Catlyn.
"Wah.. tumben sekali Catlyn mau mentraktir kita di kantin, biasanya kan Celesthia yang sering traktir kita," ledek Elena.
"Ih.. aku kan mau berbuat baik sekali-kali, aku tidak mau ya, jika suatu hari nanti kalian mengatakan aku itu teman yang pelit,"
ucap Catlyn berkacak pinggang.
"Iya..iya.. baiklah, aku mau makan sandwich dan cookies dengan kacang, dan untuk minuman nya, aku mau milk shake blueberry,"
Elena menopang dagu nya setelah mengatakan pesanan nya.
"Baik, sudah ku catat, kalau kalian?" Catlyn menatap teman-teman nya yang lain.
"Aku.. em.. cheesecake saja, kalau minuman nya teh melati saja ya," pesan Celesthia.
"Kalau aku ingin cupcake!! Dengan berbagai topping di atas nya, oh.. jangan lupakan susu stroberi ku ya!" Ucap Karin dengan wajah imut nya.
"Baik, kalau Feliscya?"
"Eh.. em.. aku samakan saja dengan Celesthia," ucap Feliscya tersenyum.
Catlyn sudah menuliskan semua pesanan teman-teman nya.
"Baiklah, aku memesan dulu ya!!" Catlyn berjalan menjauh dari meja teman-teman nya.
__ADS_1
Feliscya hanya menatap Catlyn dengan tatapan yang sulit di artikan.
Beberapa saat kemudian..
"Ini dia.. pesanan kalian," Catlyn meletakkan nampan di atas meja.
Mereka mengambil pesanan mereka masing-masing.
"Terimakasih Catlyn!"
"Sama-sama!"
Mereka pun makan di selingi obrolan yang di penuhi canda tawa.
Tanpa mereka sadari, bahwa seseorang di meja lain tengah menatap mereka dengan seksama. Seolah sedang mengamati, mengawasi, serta mencari kelemahan masing-masing dari mereka.
"Dessy..,"
"Iya, Queen,"
"Apa kau mengenal siapa saja yang satu meja dengan Celesthia dan Elena?"
Tanya nya dengan angkuh.
Rambut nya yang berwarna ungu gelap melambai perlahan saat angin meniupnya.
"Oh, tentu saja, Queen, aku mengenal mereka, bahkan sangat mengenal mereka, kecuali si murid baru itu!" Jawab Dessy dengan sopan namun mengandung dendam yang membara.
"Hm.. antar kan informasi mereka padaku nanti malam, di tempat biasa,"
"Baik Queen,"
...🌹🌹🌹🌹🌹...
__ADS_1
Di aula.
Para murid serta guru sudah menempati tempat duduk masing-masing.
Mereka akan melanjutkan kompetisi sebagimana seharusnya.
Usai insiden itu, para guru serta seluruh OSIS sepakat untuk menjadikan kompetisi pacuan kuda sebagai bonus. Dan tidak ada yang menang atau pun yang kalah. Pacuan kuda akan di anggap sebagai bagian dari hiburan saja.
Sedangkan Elena, guru-guru tetap mengapresiasi kemampuan berkuda nya dengan memberikan nya piagam penghargaan.
Dan kini, waktu nya kompetisi menyanyi.
Kompetisi ini di adakan di aula, dimana peserta akan menyanyi di panggung yang di sediakan khusus untuk acara seperti pertunjukan seni.
Celesthia telah bersiap-siap untuk penampilan nya. Ia menarik nafas untuk melatih kemampuan vokal nya.
Ia juga melatih kembali pelafalan nya.
Agar ia bisa tampil dengan sempurna.
Saat Celesthia berlatih, dua orang berseragam hitam dengan penutup wajah masuk mengendap-endap ke ruang tunggu.
Salah satu dari mereka memperhatikan dan mengawasi keadaan, dan satu nya lagi memasukkan sesuatu berupa bubuk ke dalam botol air Celesthia.
Setelah menyelesaikan tugas nya, mereka pun pergi.
To be continued..
Hm.. apa yang sebenarnya terjadi? Ikuti terus novel ini ya~
Dengan cara memasukkan novel ini ke daftar bacaan favorit kalian..
Terimakasih~
__ADS_1