
Bab 17
Malam hari di asrama..
"Eh.. kamu tau tidak?" bisik Catlyn kepada Feliscya.
Catlyn, Feliscya, Karin, Elena dan Celesthia sedang makan bersama di ruang makan asrama.
Semenjak pertemuan itu, kelima nya menjadi sahabat dekat.
Feliscya menggeleng.
"Tidak tau.. memang nya kenapa?" tanya nya polos.
Catlyn menghela nafas.
"Huft'.. apakah kamu mengenal Angela?"
tanya Catlyn.
"Tidak,"
Jawab Feliscya.
"Memang nya itu siapa?" Karin ikut nimbrung.
"Iyah.. siapa itu?" tanya Feliscya penasaran.
Ia yang baru masuk sekolah itu ingin sekali mendapatkan banyak teman.
"Angela itu.."
Teng..Ting..Tong..
Saat hendak membuka mulut, bel langsung berbunyi.
Catlyn pun mengurungkan niatnya untuk berbicara.
Mereka harus mengikuti jadwal yang ada di asrama tersebut.
Karena jika tidak, mereka akan mendapat surat peringatan.
*
*
*
Di sekolah..
__ADS_1
......~*Kelas_Nyanyian_Matahari*~......
"Do..re..mi..fa..sol..la..si..do..βͺβ«"
Para murid kelas Nyanyian Matahari sedang berlatih menyanyikan nada-nada.
Tak lupa juga murid kelas Harmony Musical memainkan musik dan mengiringi nyanyian kelas Matahari.
Kelas-kelas lain seperti Naturalys Art yang sedang beristirahat pun menghampiri kelas tersebut untuk menonton pertunjukan menyanyi.
Feliscya dan Catlyn tengah melihat Celesthia dan Elena yang sedang memainkan sebuah lagu.
Karin tiba-tiba muncul di tengah-tengah mereka.
"Hm? Sedang melihat ap-- woaahh.., Celesthia dan Elena memang menakjubkan!!" ucap Karin berbinar-binar.
Feliscya mengelilingi seluruh ruangan itu dengan pandangan nya. Di lihat nya seorang gadis yang terlihat anggun.
"Psst.. Catlyn, itu siapa? Mengapa orang-orang membicarakan nya?" tanya Feliscya seraya menunjuk seorang gadis yang terlihat sedang memainkan biola itu.
Catlyn mengikuti arah pandangan Feliscya.
"Ah.. ini yang ku bicarakan semalam! Dia lah sang ratu masa depan, Angela Mirage.., putri pewaris keluarga bangsawan Mirage, kau tau? Jika keluarga mereka adalah bangsawan paling berkuasa kedua setelah keluarga Wenesthia," jelas Catlyn panjang kali lebar.
Feliscya mengangguk-angguk.
"Tentu saja! Sudah cantik, berbakat, berpendidikan, di tambah latar belakang keluarga nya yang berkuasa, murid-murid di sini yakin, jika dia lah yang akan mengikuti Quendom final, dan akan menjadi ratu di masa depan, tapi itu masih rumor sih, kita kan tidak tau pasti," ujar Catlyn.
"Iya, kau benar,"
Saat Catlyn dan Feliscya asik membicarakan Angela, bel masuk berbunyi.
"Yah, sayang sekali, padahal aku masih ingin ngobrol dengan mu," ucap Catlyn sedih.
"Sudah lah, nanti kita bisa mengobrol lagi di balkon, kamar kita kan berdekatan," hibur Feliscya.
"Iya! Kau benar! Baiklah, sampai jumpa nanti!!"
"Sampai jumpa!"
Mereka pun bubar dan kembali ke kelas masing-masing.
ππππππππππ
Tok..tok..tok..
"Feliscya," panggil Catlyn.
Feliscya yang baru saja terbangun dari tidur siang nya itu menguap. Tampak ia menahan kantuk dan membuka kan pintu.
__ADS_1
"Iyah.. hoam'.." ucap nya sambil menguap.
Catlyn yang melihat nya merasa bersalah.
"Maaf ya.. aku mengganggu istirahat mu,"
"Emh.. iyah, tidak apa-apa, ada apa?"
"Em.. anu, itu, apa kau ingin ikut kami ke kota?" tanya Catlyn.
"Kota?"
Catlyn mengangguk.
"Iya, kata ibu asrama, kita bisa keluar sore ini, tapi dengan catatan tidak boleh pulang lewat dari jam 6 sore, begitu kata nya," jelas Catlyn.
"Ooh.. baiklah, aku ikut," ucap Feliscya lalu bergegas mencuci wajah nya lalu mengganti pakaian nya. Tak lupa, ia menguncir rambut pirang nya itu.
"Sudah, ayo pergi,"
Ketika Feliscya baru saja menutup pintu kamar nya, Karin, datang menghampiri mereka.
"Hai, Karin,"
"Hai juga.. kita jadi pergi kan'?" tanya Karin.
Catlyn mengangguk.
Ia kemudian menggandeng kedua sahabatnya.
"Ayo pergi!"
Mereka bertiga melangkah keluar dari asrama.
Di taman, Elena dan Celesthia telah menunggu mereka.
"Hai teman-teman! Maaf membuat kalian menunggu lama," ucap Catlyn tak enak hati.
"Ah, tidak apa-apa kok, kan Ryan yang bawa kereta kuda nya, jadi tidak masalah kalau terlambat sedikit," ucap Elena melirik ke arah Ryan yang sudah ready dengan kereta kuda milik keluarga Federlyn.
"Sudah lah, ayo berangkat, tak enak jika Ryan menunggu kita lebih lama," ucap Feliscya merasa tak enak pada sang pengawal.
Mereka pun berangkat untuk berjalan-jalan ke kota, melepas penat setelah dua Minggu menuntut ilmu di SGS Academy.
*visual Angela Mirage
To be continued..
__ADS_1