I`m A Queen

I`m A Queen
I'm a Queen : Di SGS Academy


__ADS_3

Bab 7


Gerbang berwarna emas bertaburkan permata itu perlahan terbuka. Tampak seorang wanita berambut putih sedang berdiri. Sepertinya ia yang akan menyambut Feliscya.


"Mari lewat sini, Nona Feliscya Lauren Wen," wanita tua itu membungkuk mempersilahkan Feliscya masuk.


Feliscya pun melangkah kan kakinya. Ia terpana melihat betapa megahnya bangunan yang akan menjadi tempat tinggal nya ini. Ia terpukau melihat keasrian taman depan SGS Academy ini. Tampak sangat elegan dan indah.



"Wah.. indah sekali," gumam Feliscya.


"Nona, mari saya antar kan ke asrama, agar anda dapat beristirahat di karenakan besok di adakan Upacara Penyambutan untuk murid baru," ucap wanita itu.


"Ba..baiklah, Nyonya," ucap Feliscya sopan. Wanita itu kagum melihat kesopanan Feliscya. Selama bertahun-tahun ia menyambut setiap murid yang datang ke sekolah ini, ini baru pertama kalinya ia mendapat kan perlakuan seperti ini dari murid yang di sambutnya. Biasanya, karena murid tersebut bangsawan dan anggota keluarga Kerajaan, maka murid tersebut akan bertingkah sombong dan angkuh.


Meskipun wanita itu lebih tua dari nya, ia akan berlaku seenaknya karena di dalam pikiran nya statusnya sebagai bangsawan jauh lebih tinggi daripada wanita yang berkerja di SGS Academy itu. Ya.. walau kebenaran nya seperti itu, tetap kita harus bersikap lebih sopan kepada orang yang lebih tua kepada kita, meskipun kedudukan kita lebih tinggi dari orang tersebut.


Kembali ke pada Feliscya, ia masih terpesona melihat semua keindahan dan kemewahan bangunan SGS Academy. Wajar saja, ini baru pertama kalinya ia melihat bangunan yang seperti ini. Di kota, biarpun ada beberapa rumah mewah milik bangsawan dan saudagar kaya di sana, tetap tidak semewah dan seluas ini. Memang, kawasan SGS Academy ini cukup luas, mengingat murid yang bersekolah di sini berjumlah sekitar 10.000 orang.


Dan itu semuanya perempuan.


Ya.. namanya saja sekolah khusus perempuan.


"Nona..", suara wanita itu menyadarkan Feliscya. "Eh.. iya, maaf Nyonya," Feliscya tertunduk.


"Tidak apa-apa, saya tau jika anda pasti sangat mengagumi tempat ini, tapi kita harus sampai di sana sebelum gelap, tenang saja nona, tenang, nona masih bisa melihat-lihat tempat ini besok dan seterusnya karena anda akan tinggal di sini," ucap wanita itu tersenyum.


Feliscya mengangguk.


Mereka berdua pun melanjutkan perjalanan mereka menuju asrama.


*

__ADS_1


*


*


Sesampainya di asrama..


"Sudah sampai, Nona," ucap wanita yang di ketahui bernama Layla itu.


Feliscya menghentikan langkahnya. Ia menatap bangunan yang akan menjadi tempat tinggal nya itu dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.



"Wow.. ini, ini.. mengagumkan.., it's awesome," Feliscya bergumam.


Ny.Layla tersenyum melihat kekaguman Feliscya. "Feliscya, masuklah, di pintu depan nanti, gadis bernama Rissa akan menunjukkan kamar mu..," ucap Ny.Layla yang tak lagi memanggil Feliscya menggunakan embel-embel Nona karena Feliscya kurang nyaman di panggil seperti itu oleh seseorang yang lebih tua dari nya.


"Baiklah," ujar Feliscya tersenyum.


Ny.Layla pun beranjak dari tempat itu. Feliscya melangkah ke pintu masuk.


"Anda Feliscya Lauren Wen kan?" tanya gadis itu ramah.


"Iya.. em.. apakah anda Rissa? Nyonya Layla tadi mengatakan bahwa Rissa akan mengantar saya ke kamar," tanya Feliscya.


Gadis itu terdiam mendengar ucapan Feliscya yang begitu lembut dan sopan.


Sama seperti Ny.Layla, ia tak pernah di perlakukan seperti ini sebelumnya.


"Em. iya, saya Rissa, mari, saya antar kan ke kamar anda," ucap Rissa.


"Baik, tapi, tidak usah terlalu formal berbicara pada saya, saya rasa kita seumuran, jadi santai saja bicara nya," ucapan Feliscya membuat Rissa kagum. Jika murid lain memandang nya remeh, maka Feliscya tidak. Rissa rasa, ia akan menyukai murid baru bernama Feliscya ini.


"Oke.., lewat sini, Feliscya."

__ADS_1


Mereka pun berbarengan berjalan melewati taman dan masuk ke dalam asrama.


Mereka melewati lorong-lorong dan menaiki tangga.


[Yah.. namanya aja zaman dulu, lift belum ada]





Setelah melewati beberapa ruangan, akhirnya Feliscya dan Rissa tiba di sebuah lantai khusus kamar para murid SGS Academy.


Rissa menunjukkan Feliscya sebuah pintu bernomor 784.


Kemudian menyerahkan sebuah kunci kepada Feliscya.


"Ini, kunci kamar mu, baiklah, selamat beristirahat," Rissa membungkuk dan sesaat kemudian melangkah pergi dari sana.


Feliscya menatap kunci yang di berikan oleh Rissa kepadanya.


Dengan ragu, ia menancap kan kunci tersebut ke lubang pintu kamar tersebut, dan perlahan memutar nya.


Setelah itu, ia mencabut kunci itu, dan memutar gagang pintu kamar.


Pintu kamar pun terbuka secara perlahan.


To be continued..


...👑 I'M A QUEEN 👑...


...🥀 Original by : InSomnia❄️ 🥀...

__ADS_1


...[Gracia_Art]...


Mohon maaf apabila ada typo', karena author hanyalah manusia biasa yang tak luput dari dosa dan kesalahan🙏


__ADS_2