I`m A Queen

I`m A Queen
I'm a Queen : Jalan-jalan


__ADS_3

Bab 13


"Wah.. menakjubkan!"


kagum Feliscya.


Ini kali pertama ia menginjak kan kaki di ibu kota. Memang, ia sudah pernah ke kota, tetapi yang namanya ibu kota kerajaan pasti berbeda dari kota biasa.


Di banding kan dengan kota asalnya, kota ini lebih ramai. Tak sedikit orang asing yang mereka temui di kota itu.


"Em.. Catlyn, kalau boleh tau, nama kota ini apa ya? Aku lupa," cengir Feliscya.


Catlyn menepuk keningnya.


"Ini Viedelta Town, ibukota nya kerajaan Crystiled," jelas Catlyn.


"Lain kali aku akan membawa mu ke perpustakaan," ucap Catlyn lirih.


"Wow.. lihat gantungan kunci ini, lucu sekali, wah.. pakaian nya indah sekali!" tunjuk Feliscya ke sebuah manekin yang terpajang di dalam sebuah butik.



"Iya.. mau ke sana?" tanya Elena.


Feliscya mengangguk dengan mata yang berbinar.


"Ayo!" Catlyn menarik tangan Feliscya.


Di dalam butik, Feliscya tak henti-hentinya menatap kagum ke semua pakaian yang ada di sana.


Jujur saja, pakaian di sini sangat berbeda dengan pakaian yang ada di butik Ny.Marissa.


Memang pakaian yang di buat oleh Ny.Marissa sangat indah, namun model nya berbeda dengan model pakaian di Viedelta Town.


Oleh karena itu, Feliscya sangat antusias memasuki butik di kota ini.


"Lihat lah, Feliscya, kau sangat manis jika memakai ini," ucap Catlyn sembari mencocokkan sebuah dress Lolita pada tubuh Feliscya.



"Wah.. iya, sangat serasi," ucap Karin.


Elena tersenyum. "Kalau kau mau, aku bisa membelikan gaun itu untuk mu, Feliscya," ucap Elena.


"Eh.. ta..tapi,"


"Aku tau kau sangat menyukai pakaian seperti ini, Feliscya, jadi jangan menolak ya, um.. pelayan," ucap Elena memanggilkan pekerja butik itu.

__ADS_1


"Tolong bungkus kan pakaian ini ya, oh.. yang berwarna biru berenda itu juga tolong di bungkus kan juga ya..," ucap Elena.


"Baiklah nona muda," ucap pelayan itu lalu melakukan sesuai yang di perintahkan Elena padanya.


"Ini nona,"


"Baik, berapa harga nya?"


"Total 359 koin emas, nona," ucap pelayan itu.


Elena segera memberikan sesuai yang di minta pelayan itu.


"Ini,"


"Terimakasih nona, semoga anda menyukai pakaian nya," ucap pelayan itu.


Elena segera memberikan dua kantung berisi pakaian kepada Feliscya.


"Ini, terima lah,"


Feliscya terdiam.


Ia masih terkejut saat mendengar harga pakaian tadi.


"Ti..tiga ratus lima puluh sembilan koin emas? E..emas Feliscya! Oh.. astaga, semahal itu kah?" batin Feliscya.


"Terimalah Feliscya, jangan melamun,"


Segera Feliscya pun tersadar saat Karin menepuk pundak nya.


Kemudian menatap ke arah kantongan yang di pegang oleh Elena.


"Aaa.. i..iya, te..terimakasih, Elena," ucap nya sambil ragu-ragu menerima pemberian Elena.


Elena tersenyum manis.


"Tidak masalah,"


"Oh ya, di mana Celesthia?" tanya Catlyn sambil melihat kanan dan kiri.


"Celesthia bilang, dia ingin menunggu di kereta kuda bersama Ryan, entahlah mereka sedang menunggu atau sedang berkencan," ucap Elena.


"Eh, kita ke sana yuk, ada yang jualan permen kapas," ucap Karin menunjuk sebuah toko bernuansa permen. Sepertinya itu toko khusus yang menjual berbagai manisan.


Feliscya langsung bersemangat.


"Iya! Ayo ke sana!" ucap nya sambil menarik lengan Catlyn.

__ADS_1


Karin dan Elena menyusul di belakang mereka.


"Wah, ada berbagai bentuk dan warna, um.. aku mau yang berbentuk pita itu, seperti nya sangat lezat," ucap Karin.


"Pak, aku mau permen kapas yang berwarna pink itu ya pak, yang berbentuk pita!" ucap Karin bersemangat.


Catlyn hanya geleng-geleng kepala melihat hal itu.


*


*


*


Setelah puas jalan-jalan dan berbelanja, mereka memutuskan untuk kembali ke asrama.


Langit sudah berwarna oranye, hari sudah mulai sore.


Kereta kuda pun mulai memasuki kawasan SGS Academy.


Tampak murid-murid yang baru saja kembali dari luar sekolah. Memang murid-murid tidak selalu di izinkan keluar sekolah, kecuali jika sangat terdesak maka akan di izinkan.


Seperti hari ini, saat guru memperbolehkan murid-murid ke luar sekolah, murid-murid pun tak mau melewatkan kesempatan emas ini.


Begitu juga dengan Catlyn dan teman-teman yang lainnya.


"Eh, besok kita ada jadwal apa ya?" tanya Karin kepada Catlyn. Mereka sedang berjalan di koridor asrama menuju kamar.


"Em.. kalau tidak salah sih, besok kelas menjahit dan mendesain saja, itu saja sih seingatku," ucap Catlyn.


"Wah.. apakah masuk kelas Kecantikan itu menyenangkan?" tanya Feliscya.


Catlyn mengangguk.


"Bagaimana dengan mu? Kamu masuk kelas Naturalys Art kan'?" tanya Catlyn penasaran.


"Em.. tidak ada yang spesial sih, kami hanya melukis dan melakukan hal-hal yang berhubungan dengan seni, itu saja," jelas Feliscya.


"Melukis? Kau bisa melukis? Wow.. amazing," kagum Karin.


"Selain melukis, kalian melakukan apa lagi?"


"Eum.. memahat patung, mengukir di papan kayu, oh, kami juga belajar menyulam sedikit-sedikit," ujar Feliscya.


Karin dan Catlyn berdecak kagum.


Ketiga sahabat itu pun masuk ke kamar mereka masing-masing untuk membersihkan diri sebelum makan malam di mulai.

__ADS_1


To be continued..


__ADS_2