
Geng inti Wolf memutuskan untuk menjenguk Rain malam ini, mereka tengah menunggu kedatangan Queen, markas mereka kali ini lebih ke seperti sebuah Bungalo yang luas dan mewah, rupanya Geng Wolf sangat maju di tangan Roland, banyak bisnis yang berkembang setelah dia berkerja sama dengan Tuan Varel dan berkat adanya Queen juga pastinya,
"Tak tak tak"
Semua mata melirik ke arah suara, ternyata gadis yang mereka nantikan telah datang, gadis itu nampak berbeda, karena dia mengepang rambutnya , dia nampak cantik dan lucu bersamaan,
"Weehh adek gue Cantik amat hari ini" ucap Vixtor menghampiri Queen dan memeluknya
"Ya, dong biar Abang Rain makin sayang" sahut Queen cengengesan
"Sini Dek"!! Roland menepuk sofa mempersilahkan Queen duduk,
" Ehmmm Wangi juga"! ucap Roland mencium bahu Queen
"Iishh geli bang, kena kumis haha"
"Ya elah dikit doang" ucap Roland terkekeh,
"Gimana dah siap semua belom, yuk kita berangkat" ucap Keynan, lalu mereka pun berjalan bersamaan,
"Yaelah Bang vix, lengket amat kaya si Queen mau di culik orang aja" ucap Keynan cemberut pasalnya dari tadi Victor berjalan merangkul Queen, keynan ingin merangkulnya juga namun tidak boleh,
"Queen, Roland dan nick , ikut mobil gue , yang lain atur sendiri" ucap Victor
"Ya ampun bang, gue ikut lah" rengek keynan, namun Victor tidak memperdulikan nya,
"Duduk depan Dek", Queen ingin tertawa melihat Keynan yang Frustasi, dia tidak di perbolehkan duduk dengan Queen, karena Victor rasa Keynan itu seperti ulat bulu yang selalu menempel pada Queen
" Gue rasa si keynan udah nangis di sepanjang jalan haha, keynan dan Gabriel itu cocok, mereka sama sama seperti parasit yang sangat suka menempel pada Queen kita" ucap Nick
"Heleeh kalian bertiga juga sama dasar tak nyadar diri"
"Skakmat"..!!!
Mereka langsung bungkam setelah mendengar ucapan Queen, memang benar nyatanya, mereka bertiga juga sama sama sangat menempel,
Satu jam di perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah sakit tempat Rain di rawat, kebetulan ayah dan ibu Rain baru keluar, jika tidak mungkin mereka akan mendapat gertakan dari Roland dan yang lain nya, karena mereka telah melukai adik mereka,
" Hey bro, apa kabar"!? Sapa Roland, Nick dan yang lain
"Bang, udah mendingan ni, hai sayang, cantik sekali hari ini" puji Rain
"Kan mau ketemu sama kamu Dad" ucap Queen memeluk kekasihnya,
"Ehmm, ehmm, tolong hargai kami para jomblokers ini ya nona" ucap Keynan,
"Rain Lo pindah aja ke markas kita, gue rasa lebih aman begitu, gue takut bokap Lo belum bisa terima Queen kita" ucap Vixtor
Rain melirik Queen, dia bisa saja pindah namun Ayah dan ibunya sudah menerima hubungan mereka, hanya Azelia saja yang masih belum menyerah untuk mengganggunya,
"Kaya nya gak usah deh bang lagian, sekarang ayah dan ibu mertua udah nerima Gue sebagai menantu" sahut Queen membantu Rain untuk menjelaskan,
"Terserah Lo sih, gue cuma menyarankan, kapanpun Lo boleh nginap, di sana tetep ada kamar tersedia buat kalian berdua" ucap Victor lagi
"Makasihh bang, "
"Cupp"
__ADS_1
Queen mencium pipi Vixtor dan membuat pemuda itu langsung mabuk kepayang,
"Wey, gue nggak ni" ucap Nick menunjuk pipi nya
"Abang juga" ucap Roland tak mau kalah
"Aisss, gak bisa, Queen cewek gue bang" ucap Rain menarik tangan Queen
"Heleeuhh pelit Lu" ucap Keynan, lalu mereka tertawa bersama, suasana menjadi lebih hangat setelah kedatangan geng inti Wolf, mereka selalu saling menjaga dan saling menyayangi, mereka adalah sebuah keluarga yang bertemu di jalanan, tidak ada hubungan darah namun mereka lebih dari saudara,. Berbeda dengan Roland dan Vixtor mereka adalah kakak dan adik kandung,
"Selamat malam semua, apa kabarmu Rain"?
Tiba tiba saja tuan Varel datang bersama dengan Gabriel, pemuda manja itu terus saja merengek dan mengatakan ingin bertemu dengan Queen dan geng Wolf, tadi dia tidak berangkat sekolah karena malas, jadi dia tidak bertemu dengan Keynan dan yang lainnya, namun setelah Queen memberikannya pesan singkat, Gabriel langsung mengajak ayahnya untuk pergi menjenguk Rain,
" Gue hampir lupa ama Loe bocah, gue gak inget kalo Lo ada di sini juga" ucap Keynan
"Jahat Lo bang, lupain gue" ucap nya cemberut
"Queen, ada yang ingin saya bicarakan, bisakah kita bicara"? Tanya Varel
" Baik tuan mari, bro gue pergi dulu bentar ya,tolong jagain Dady gue" ucap Queen pamit
"Puiihh Dady, Dady, dah Kawin Lo"? Ejek Keynan
Queen hanya terkekeh mendengar ejekan Keynan yang tak ada habisnya, Varel membawa Queen ke taman belakang rumah sakit,
" Ada apa tuan"? Tanya Queen penasaran,
"Lima hari lagi kamu ujian bukan, bisakah kita pergi dulu ke kota MK sebelum kamu ujian, ada sebuah proyek di sana, seperti biasa kita akan bertemu berbagai kolega di sana, kurasa darkpo juga ikut" ucap Varel
"Apa si br3ngsek Tony sudah sembuh"?
"Dia tidak membawa siapapun, karena itu lah mungkin pekerjaan mu jadi double, dia akan membayarmu untuk itu" ucap Tuan Varel
"Hehe, baiklah, sepertinya saya akan kaya dalam waktu empat hari" sahut Queen
"Baiklah Queen, maaf mengganggu kebersamaan mu dan terimakasih, oh ya bagaimana dengan luka bahu dan kaki mu"?
" Sudah oke tuan, naga kecil tidak pernah terluka terlalu lama hehe"!
Setelah pembicaraan berakhir, mereka berdua pun kembali ke ruangan Rain,
"Ada apa Yah, lama sekali"? Tanya Gabriel melihat kedatangan Ayahnya
"Rain, saya harus pamit padamu, saya meminta izin untuk membawa Queen ke kota Mk dalam waktu empat hari, kami akan melakukan perjalanan bisnis" ucap Varel pada Rain
"Hah, empat hari, Kita baru aja ketemu my bebeb udah mau pergi aja"! Rengek Keynan memeluk Queen dari samping
" Dih Geli gue key, manja Lu"! Ucap Queen
"Apa saya perlu ikut juga tuan"? Tanya Roland
" Tidak perlu Ron, kami bisa mengatasi nya" ucap Varel
"Baik silahkan tuan, berhati hatilah, dan tolong jangan biarkan naga kecil saya terluka lagi" ucap Rain memandang Queen penuh cinta,
"Love you Dad"!
__ADS_1
Queen berhambur memeluk Rain, Keynan yang sedang bergelayut manja pada Queen sampai tersungkur ke lantai
" Brukkkk"
"Awwhhh, Dasar bocah setan, sakit tau " umpat Keynan, sedangkan yang lain malah tertawa puas melihat Keynan yang tersungkur,
"Rasain Lo, nempel terus sih Lo"!
...****************...
Keesokan harinya Darkpo sudah datang pagi sekali, dia memanglah seorang warkoholic, tepat waktu dan sangat menghargai waktu, dia kesal menunggu Queen yang tak kunjung turun,
" Kenapa gadis itu lama sekali Varel"? Tanya Darkpo
"Dia adalah seorang wanita, keperluan nya lebih banyak dari kita, sabarlah king " ucap Varel menenangkan sang King
"Tak, Tak, tak"
Queen turun dari kamarnya dan melihat Darkpo sudah menunggu nya,
"Maaf lama tuan , saya harus membujuk putra anda dulu , tengah malam dia masuk kamar saya dan tidur memeluk saya seperti Lintah air, susah untuk di lepas" ucap Queen tertawa
"Astaga, anak itu,maafkan kelakuan Gabriel naga kecil" desis Varel menekan kepalanya yang sakit
"Tidak apa apa tuan, mari" ucap Queen, lalu mereka pun melesat pergi ke kota MK,suasana hening sepanjang perjalanan karena tidak ada yang membuka percakapan,
"Kudengar pembisnis yang baru naik daun itu juga akan hadir" ucap Darkpo yang tiba tiba memecah keheningan
"Siapa, "?
" Xelo Van" sahut Darkpo
"Degg, deggg"
"Oh, ternyata setelah kabur dari rumah kau malah menjadi sukses di luar sana, bagus ini adalah hari terakhir kebahagiaan mu AYAH"!
bathin Queen
" Krakkkk"
Tanpa dia sadari dia mengeluarkan aura m3mbunuh yang sangat kental, kaleng di tangan nya remuk tak tersisa
"Naga kecil, kau baik baik saja"? Tanya Varel
" Ahh, maaf, saya baik baik saja tuan"! Sahut Queen
Darkpo dan Varel saling lirik, mereka berpikir Queen pasti sedang merencanakan sesuatu yang akan membuat mereka kembali tercengang,.
******
Wah Siluman Tua itu akhirnya akan bertemu dengan Queen,,..
Enaknya diapain ya... ???
Apa Queen akan berdosa jika m3mbunuh ayahnya sendiri,,??
Othor rasa tidak, karena dia adalah SANG NAGA XENA,,!!!!
__ADS_1