
Satu jam telah berlalu, setelah beristirahat akhirnya klub basket kembali berkumpul, Queen berjalan dengan santai bersama Keynan dan Gabriele, Rain tidak ikut karena dia juga harus mendaftar masuk kedalam klub sepak bola, sedangkan daniel dia daftar klub renang,
"Prokk, Prokk"
"Baiklah karena kalian sudah berkumpul kakak akan membacakan nama nama siapa saja yang lolos seleksi" ucap Boy, dia mewakili Stello untuk melakukan nya, pemuda itu tidak datang begitu juga Brian dan jida ,
"Bla, bla, bla,bla,bla, Keynan, Gabriel, dan Queen kalian lolos" ucap Boy
"Yesss"
"Kita bertiga lolos" seru Gabriele
"Ckk, biasa aja sih Gab, kita kan hebat haha" ucap Queen santai
Sedangkan di lain tempat***
"Ada apa sama Lo Bri, Lo kok emosi banget keliatan nya"? Tanya Stello
" Gue juga gak tau Stell, hati gue kaya kebakar pas denger cewek itu di hina" sahut Brian
"Wah, jangan jangan Lo naksir ma tu cewek" ucap Justin menebak
"Gak tau gue, yang jelas gue gak pernah kaya gini" ucap Brian terus uring uringan,
******
"Hey Jid, gue heran deh, sama Brian and the gank, biasanya mereka gak pernah ikut campur masalah orang , apalagi orang itu Lo" ucap Sahabat jida yang bernama Gea
"Ya ni, mana kaya marah banget lagi tu kak Brian, tapi sumpah pas wajahnya dingin kek gitu dia ganteng bangett hmmm brrrrr" ucap Stevi konyol
"Ni gara gara Cewek gatel itu, si siapa tadi"?
" Queen" sahut Stevi dan Gea
"Nah , itu pokonya si cewek brutal,mulai sekarang gue bakal masukin dia ke daftar musuh gue" ucap Jida tak mau menyebut nama Queen,
Stevi dan Gea bergidik karena setiap Jida menyatakan orang itu adalah musuhnya maka orang itu tidak akan hidup dengan tenang,
"Ayo kita kembali ke lapangan, gue rasa Stello sudah menerima gadis itu bergabung dengan Klub" ucap Jida berjalan menuju lapangan kembali, dan benar saja F4 sudah berada disana memperhatikan Anggota baru yang sedang latih tanding,
"Tak Brakkk"
"Weyyy Lu curang anjin9"!! Teriak Queen, seseorang mentekel kakinya sehingga saat dia melompat Queen langsung terjatuh ke lantai dengan keras
" Prittttt, Pritttt"
"Ada apa ini"? Tanya Stello meniup peluitnya
" Eh kak dia bilang gue curang, padahal dia jatoh sendiri" ucap Neo
"Gue liat ya, elo curang" ucap Gabriele membela
"Apa buktinya"?
__ADS_1
" Ni buktinya Lutut gue lecet" ucap Queen berdiri santai
"Oeee sakit weyy"!! Teriak Keynan merangkul Queen dan Khawatir pada adiknya
" Lo aja yang nggak hati hati" ucap Neo berkilah
"Ribut apaan sih, luka dikit doang jangan cengeng Lo" ucap Jida menyindir,
"Ckk lagi lagi dia, rasanya gue pengen karungin ni cewek terus masukin ke tempat sampah" bisik Queen di telinga Keynan
"Hahaha" Keynan tergelak mendengar ide gila adik nya itu
"Hey anak baru, obatin dulu lutut Lo"! Teriak Brian, menyerahkan alkoh0l kepada Boy, dan Boy yang mengantarkan nya pada Queen,
" Hey, kalen malah bisik bisik, cepetan sini" ucap Boy , lalu Queen dan keynan pun berjalan menepi diikuti Gabriele juga,
"Sini gue bilas luka Lo dulu" ucap Gabriele menyiramkan air ke lutut Queen,
"Eleh, lecet dikit doang" sahut Queen
"Tapi berdarah bege" ucap Keynan menepuk kepala Queen
"Lo masih bisa maen"? Tanya Boy
" Masih kok kak, lukanya cuma dikit kok" sahut Queen, sedangkan di lapangan Brian menghampiri pemuda yang sudah berbuat curang
"Lo kalo takut kalah jangan main,Lo di spend dua hari" ucap Brian memberikan kartu pelanggaran
" Hey Bri, dia gak salah apa apa" ucap Jida membela
"Jelas jelas Lo juga liat dia ngapain, jangan pura pura buta Lo" ucap Brian dingin
"Haiissssstttt"!!! Jida pergi dengan perasaan marah, Brian baru saja membentaknya demi Queen, dan hal itu membuat Jida semakin membenci Queen,
" Drapp, Drapp"
Queen kembali bermain dengan lincah, poin demi poin terus dia cetak dengan sempurna dengan berkolaborasi bersama Gabriele, karena mereka satu tim sedangkan Keynan ada di pihak lawan, saat ini skor mereka berbeda dua poin dengan tim Queen yang lebih unggul,
"Srakkkk"
"Piwitttttt"
Bola kembali masuk ke dalam jaring dan begitu juga peluit tanda pertandingan berakhir telah di bunyikan, tim Queen lah yang menang dengan skor tiga poin lebih unggul dari tim Keynan,
"Prokk"
"Makin hebat aja adek gue" ucap Keynan ber tos ria dengan Queen,
"Ya dong bang" sahut Queen,
"Hebat banget cewek itu sumpah" ucap Boy
"Heem gue setuju, padahal kalo cewek lain, lutut luka kek gitu udah gak sanggup maen lagi" sahut Justin, sedangkan Brian hanya diam mendengarkan obrolan kedua teman nya itu,
__ADS_1
"Gue harus pepet terus ni, kalo bisa bikin tu bocah bocah putus haha" ucap Stello melihat Rain datang bersama teman nya
"Hai sayang, gimana"? Tanya Rain
" Biasa Dad, happy dong" ucap Queen berhambur memeluk Rain
"Cup, Cup, lutut mu itu loh luka saking happy nya " ucap Rain menciumi rambut Queen sambil terkekeh
"Biasa luka kecil sering di terima oleh para pemain hebat kaya gue, bener gak Gab"
"BENER"!!! Sahut Keynan dan Gabriele bersamaan, lalu mereka pun tertawa
" Lihat tuh jid, si Queen banyak pawang nya ternyata, " ucap Stevi
"Paling juga di coba bergiliran, ya nggak ahhahahaa" sahut jida tertawa puas, padahal dalam hati nya dia iri pada Queen yang di perhatikan oleh banyak orang,
"Kringgggg"
"Hallo"
"Sayang malam ini papa pergi ke kota Mk, ada urusan mendadak, Varel menitipkan Gabriele padamu, kalian bisa nginap di markas Wolf, papa sudah menelpon Roland dan Nick jaga diri kalian selama papa nggak ada oke"
"Oke pa, hati hati di jalan, i love you muachh"
Panggilan pun berakhir,
"YESSSS"!! Teriak Queen
" Weyhh ada apa ni"? Tanya Keynan penasaran
"Bokap pergi ke kota Mk, bokap Lo juga gab, kita bisa nginap di markas malam ini" ucap Queen senang
"Yesss,, Asyik dah lama gue gak nginep di sana ,ayo pergi " ucap Gabriel bersemangat, lalu mereka berlima membubarkan diri dan pergi dari lapangan,
...****************...
Kediaman Benedict***
"Eh bang, lo balik lagi"? Tanya Brian kepada sang kakak
"Ya akhirnya surat pengunduran diri ku diterima, dan hari ini aku resmi berhenti dari kemiliteran" ucap Zola
Ya, ternyata Zola agra adalah kakak kandung dari Brian Benedict, nama lengkap pemuda itu adalah Zola Agra Benedict, dia sengaja tidak memakai marga nya saat di kamp militer, karena dia takut kawan nya akan mengira dia berhasil bergabung karena jaringan orang tua nya,
"Bagaimana dengan Ayah"? Tanya Zola
" Kesehatan nya semakin menurun, dan sekarang ayah harus sering sering cuci darah, cepatlah duduk di kursi Ceo Bang, biarkan Ayah istirahat" ucap Brian
"Hmm ya, itulah tujuan ku berhenti dari militer" ucap Zola, sebenarnya dia berat untuk meninggalkan profesi nya tersebut, tapi apalah daya, orang tua nya yang tinggal satu adalah prioritas utama nya kali ini,.
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
Wah wah Abang Zola saudara nya Brian ternyata, pantess aja samaa samaa ganteng ehhehehe 😋😋😋
__ADS_1