I'M Not Bad GirL (Reinkarnasi Anak Naga)

I'M Not Bad GirL (Reinkarnasi Anak Naga)
Gak sengaja


__ADS_3

Erik memutuskan untuk pergi hari ini juga mengikuti Kayo, dan dengan senang hati Kayo membawa pemuda itu bersama nya sedangkan Pak Joan dan Bu erin akan di urus Oleh anak buah Darkpo, Kayo sudah menghubungi ayah angkatnya tersebut untuk meminta bantuan padanya, dan dengan senang hati Darkpo membantu putrinya, dia merasa bangga karena Kayo selalu perduli terhadap kesulitan orang lain, Kayo nampak Acuh diluar namun sangat perduli dalam diam,


"Ckiiiittt"


"Nah Yang,kamu bawa siapa"? Tanya Rain menghampiri Kayo


" Erik bang" sahut Erik


"Oh Lo Rik, kok bawa koper segala"? Tanya Rain bingung


" AYo masuk Dad, nanti kuceritakan" ucap Kayo


Anak anak geng inti pun berkumpul dan mendengarkan penjelasan Kayo yang mulai menjelaskan dengan serius,


"Gue kenalin dia Erik, gue tertarik sama keistimewaan yang dia miliki, dia bisa mencium dan mengetahui ancaman dari jarak jauh, dan gue butuh dia buat nyari Digo" ucap Kayo


"Nah bagaimana cara dia tau bau tubuh digo"? Tanya Roland


" Srakkkkk"


Kayo membuka bajunya dan mengeluarkan gambar tato dipunggungnya,


"Endus punggung gue Er, terakhir dia pernah nyentuh punggung gue pas n*suk gue sampai mati" ucap Kayo


Erik mengendus bau punggung Kayo, dan bagaikan ada aliran hangat dia langsung tau bagaimana bau musuh Kayo tersebut,


"Oke kak aku udah dapat" ucap Erik


"Apakah dia ada disekitar sini"? Tanya Kayo


" Tidak ada"! sahut Erik


"Kalau begitu mulai besok Lo mulai masuk sekolah di Nat high School, dengan begitu Lo bisa tau Dia nyari gue atau nggak" ucap Kayo


"Tapi kak"!


" Gak usah nolak, semua biaya gue yang tanggung, ucap Kayo memperlihatkan tiga Black card miliknya, dan hal itu membuat semua geng inti tercengang


"Hahhh, gila, Kaya banget sih Lo" ucap Keynan terkejut


"Ayah Vares, dan dua bokap yang lain ngasih gue hehe" sahut Kayo cengengesan


"Lo juga punya ni" ucap Kayo memberikan tiga kartu lain nya untuk Keynan


"Weyyyyhh baru aja gue mau komplen ternyata mereka gak pilih kasih hahaha" ucap Keynan mengambil tiga kartu itu dengan cepat,


"Bang, erik boleh tinggal disini kan"? Tanya Kayo melirik Roland


" Masih ada kamar kosong kok" sahut Roland


"Makasih bang" ucap Kayo melompat ke pelukan Roland


"Issshhhh, ngagetin aja" ucap Roland terkekeh


"Gue nanti malem di ajak bokap pergi ke Bar yang baru buka, ada yang mau ikut gak"? Tanya Gabriel


" Sorry gab besok kita ngampus bukan waktu yang tepat buat pergi kesana, gue takut kena hukum lagi" ucap Keynan


"Gue juga" ucap Yang lain

__ADS_1


"Oke gak apa apa, gue pergi ama bokap aja" ucap Gabriel, lalu mereka semua menganggukkan kepala,


...****************...


Malam telah tiba Gabriel dan Varel pergi ke pembukaan sebuah bar baru di kota jordania, terlihat disana banyak sekali tamu berlalu lalang,


"Nah target kita adalah bocah itu, buat dia tak sadar dan bawa dia masuk ketempat yang sudah kita siapkan"! Bisik seorang pria menunjuk Gabriel


Varel melihat kesekeliling nya, seperti ada orang yang terus memperhatikan nya namun tidak ada,


" Gab, ingat jangan pernah jauh dari daddy" ucap Varel


"Ya elah masa ke toilet aja gak boleh si" sahut Gabriel


"Ya bukan begitu juga" ucap Varel terkekeh mendengar jawaban polos putranya,


"Nah pergilah kalau ingin ke toilet dan temui Daddy di sana" ucap Varel menunjuk satu kursi kosong


"Oke dad"!!


Musik berdentum kencang, semakin malam suasana nya malah semakin ramai,


" Maaf tuan muda, mau kah anda mencicipi minuman terbaru kami"? Tawar seorang pelayan kepada Gabriel, dan dengan polosnya pemuda itu mengangguk karena dia sangat menyukai minuman baru,


"Glupp, Glupp"


Tanpa berpikir lagi Gabriel langsung meneguk habis minuman itu dan mulai merasa aneh, dia berjalan sempoyongan dengan tubuh yang terasa sangat panas, lalu seorang pelayan perempuan mendekati nya dan bertanya,


"Eh, Lo kenapa mabuk Lo ya"? Tanya nya


Tangan gadis itu terasa dingin dan menyejukkan bagi gabriel, dan dengan ganasnya Gabriel membawa pelayan wanita itu masuk kedalam kamar hotel didekat bar tersebut,


"Hey, sadar Lo, Lo mau apa"? Tanya Gadis itu mulai panik


Gabriel tidak mendengar teriakan dan permohonan gadis tersebut, yang gabriel rasakan adalah dia harus menuntaskan sesuatu yang membuatnya merasa gerah,hingga malam kelam itupun terjadi,


****


Varel mencari gabriel kemana pun,tapi dia tidak menemukan nya, bahkan sampai bar tutup Gabriel masih tidak bisa di temukan, dan hal itu juga membuat semua Anak geng inti merasa khawatir dan kalang kabut mencari pemuda itu,


Pagi hari pukul enam, Gabriel mengerjapkan mata nya pelan dan membuka mata perlahan, tubuhnya terasa lemas, dan betapa terkejutnya dia ketika melihat seorang gadis tanpa busana terduduk dan menatapnya datar,


" Astaga apa yang udah gue lakuin" ucap Gabriel mengacak rambutnya kasar


"Maafin gue sumpah gue gak sengaja, gue bakal tanggung jawab, tapi jujur aja gue masih kuliah dan belum berkerja" ucap Gabriel menatap gadis itu,


"Gue tau lo gak sengaja, ada orang yang ingin jebak Lo, dan malah gue yang kena imbasnya" ucap gadis itu dengan tatapan datarnya,


"Sumpah gue minta maaf siapa nama Lo"? Tanya Gabriel


" Gue Stefani" ucapnya


"Oke stef, gue bakal tanggung jawab sama Lo, lo jangan marah" ucap Gabriel tak enak hati


"Gue gak apa apa, mungkin ini udah takdir gue, tapi kalau gue sampai hamil gue bakal cari Lo" ucap Stefani lagi,


"ini Kartu nama gue, cari aja, sekali lagi maafin gue" ucap Gabriel


Stefani memunguti pakaian nya dan pergi dengan cepat meninggalkan Gabriel yang masih dengan wajah Frustasi nya

__ADS_1


"Kurang ajar banget sih gue, apa yang udah gue lakuin" ucap Gabriel, lalu betapa terkejutnya dia saat melihat darah di sprai, ternyata Gabriel telah merenggut kesucian seorang gadis yang tak berdosa,


"Stef gue bakal tanggung jawab sama Lo" gumam nya, tapi yang dia pikirkan sekarang adalah rasa takut dalam hatinya, dia takut Varel akan marah dan kecewa kepadanya,


Gabriel pergi ke kamar mandi dan langsung pergi meninggalkan hotel tersebut,


"Kringgggg"


"GAB, SETAN KEMANA AJA LO ANJIN9, KITA NYARIIN LO SEMALAMAN BANGK3"!!! Teriak keynan di seberang sana


" Gu, gue baik baik aja bentar lagi gue balik"!!


"Tuuuuttt"


Gabriel mematikan panggilan nya sepihak, banyak sekali pesan dan panggilan masuk ke dalam ponselnya semalam dan baru dia buka pagi ini,


"Gimana bang"? Tanya Kayo khawatir


" Dia bilang baik baik aja, bentar lagi balik" ucap Keynan


"Bruuummmmm"


"Nah tu dia" ucap Kayo


"Heh, Lo darimana aja , dasar anak onta, kita nyariin Lo semalaman, bokap lo udah kaya orang gila tau nggak" ucap Roland mengomeli Gabriel


Sementara gabriel hanya menatap mereka dengan tatapan hampa dan penuh beban


"Gue cape bang, gue naik dulu" ucap Gabriel naik ke kamar nya tanpa memperdulikan pandangan semua orang teehadapnya


"Ada apa dengan tu bocah, kek kerasukan setan reog"! Ucap Keynan


Kayo dan yang lain hanya diam, sepertinya ada sesuatu yang terjadi kepada Gabriel pikir mereka,


" Biarin dia nenangin diri dulu, kita tanya nanti kalo dia udah siap" ucap Kayo dan yang lain pun mengangguk setuju dengan usul nya itu,


Diseberang sana orang yang ingin menjebak Gabriel sedang mengamuk kepada anak buahnya,


"Bughhhh"


"DASAR GAK BECUS, NGURUS BOCAH INGUSAN AJA GAK BISA, PERGI LO" teriaknya


"Maaf tuan saya benar benar tidak tau kemana pemuda itu pergi, padahal saya sudah memberikan minuman yang tuan berikan" sahut nya


"BUGHH"


"BACOT LO, PERGIIII"


"arrhghhhhhh"


Dia mengamuk lagi karena kesal, dia berniat untuk menggunakan keponakan nya agar bisa menikahi Anak Varel dan diam diam menguasai harta mafia terkaya tersebut namun impian nya gagal karena anak buahnya yang gagal dalam melakukan rencana,.


❣️❣️❣️❣❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️


Hai Gays, kakak Othor mau ngasih tau kalo cerita ini bakal di percepat dan tamat pada bulan ini..


Kemudian othor bakal bikin cerita season dua di novel yang lain, cerita tentang Anak Kayo dan Anak Gabriel yang dijodohkan dari mereka kecil, tenang tenang, ceritanya pasti bakal lebih seru dan lebih menantang.. 😁😁


Apa kalian setuju 🥰komen ya...!!!

__ADS_1


__ADS_2