
Darkpo duduk di ruang pribadinya, wajah dingin Kayo terus menghantui nya, dia ingat dulu saat Xena masih berada di arena pertarungan wajah dingin itu selalu menyelimuti wajahnya, tak ingin mati penasaran Darkpo pun memiliki sebuah ide, dia akan membantu Kayo untuk mengingat masa lalu nya, dia akan mengadakan pertarungan besar besaran dan menyebar undangan ke seluruh dunia gelap, seperti mengundang para mafia, geng motor, maupun yakuza,
"Aku harus cari tau sendiri, instingku kuat atau tidak, bagaimanapun Xena ku besarkan dari dia kecil, dan aku adalah Ayahnya" ucap Darkpo mengirimkan undangan melalui website rahasia,
***
Keesokan harinya Kabar menggemparkan diterima oleh para orang orang pilihan termasuk Ittara, dia menerima undangan yang lumayan menggiurkan, bahkan Darkpo berani mempertaruhkan permata naga emas yang sebenar nya adalah inti dari kekuatan Yang Xena miliki,
"Lumayan, Ken, apa kau berminat"? Tanya Ittara memperlihatkan undangan yang dia dapatkan,
" Indah sekali, saya akan mendapatkan nya untuk Kayo tuan" sahut Kenzie,
Kayo yang sedang berjalan melewati ruangan ayahnya tak sengaja mendengar ucapan mereka, dan entah kenapa dia begitu penasaran dengan apa yang ayahnya dan Kenzie bicarakan,
"Heh" Kayo punya ide, dia akan meretas isi Laptop milik ayah nya, dan dengan santai dia naik ke atas kamarnya,
Kemudian menyerang semua sist3m yang ayahnya miliki,
Ittara tidak sadar putrinya telah menyadap nya karena kebetulan dia sudah selesai dengan pekerjaan nya dan meninggalkan ruangan tersebut,
Tanpa disadari bola mata Kayo berubah berwarna emas, saat ini dia sedang tercengang melihat batu permata berbentuk telur itu, seperti ada yang menariknya untuk pergi,
"Bagaimana caranya aku ikut, sementara Papa tidak mungkin mengizinkan ku" gumam Kayo,
"Nah baiklah aku akan merengek dan memohon kepadanya, meskipun rasanya menggelikan" gumam Kayo
entah ada ide gila apa yang ada di otak Kayo, dia akan pergi dan mengikuti pertarungan bagaimana pun caranya
Di seberang sana Vares dan Jenny juga mendapatkan undangan itu bahkan Jenny menatap tak percaya kenapa Inti kekuatan yang Xena miliki berada di tangan orang lain
"Cari orang ini Rez, kita tidak bisa membiarkan orang itu menghancurkan kekuatan anakku" ucap Jenny, matanya merah membara, dia mengira Darkpo adalah musuh,
"Kita datangi dia malam ini" sahut Varez
"Baik lah, aku akan mengambil apa yang menjadi Hak putriku" sahut Jenny tajam,
****
"Lo ikut Gak,?
" Kemana"?
"Bokap ngundang kita buat liat arena pertarungan,besok siang sampe malam " ucap Keynan
Rain berpikir sejenak dan mengangguk,
"Gue yakin si Kayo juga ada, karena bokap ngundang bokapnya Doi" ucap Keynan lagi
"Gue juga pergi, Bokap ngajak " sahut Gabriel
"Oke jadi kita semua pergi" ucap Roland yang tiba tiba datang
"Eh Lu bang, geng inti dapat semua kan"? Tanya Keynan
" Dapat, gue rasa pertarungan malam ini bakal seru, udah lama gue gak olahraga, kalah atau menang gak masalah kan"?
"Hahhh, Lo jangan gila bang, lawan Lo para mafia ,yakuza juga, " ucap Rain khawatir
"Cuma nguji mental aja, gak masalah walaupun harus kalah" ucap Nick mendukung abang nya,
__ADS_1
Malam Hari di markas Darkpo****
"Siapa Kalian"? Tanya darkpo dingin, karena tiba tiba saja markasnya kedatangan tamu yang tak diundang,
" Aku ibu naga"
"Deggggggg"
Darkpo menatap tak percaya, ternyata ibu kandung Xena yang asli ada di hadapan nya, dia tidak mengerti kehidupan apa yang Xena jalani, begitu panjang dan rumit pikirnya,
"Jangan dulu emosi nyonya, saya adalah ayah angkat Xena, dia saya adopsi dari jalanan, tidak mungkin anda membuang nya kan"? Tanya Darkpo
" Apaa"?
Jenny tidak menyangka orang yang pernah masuk dalam ingatan nya ada di hadapan nya, Jenny tau dan menyaksikan bagaimana Darkpo mengurus putrinya selama ini,
"Lalu apa tujuan mu memberikan batu permata milik Xena sebagai hadiahnya"? Tanya Jenny
" Aku merasa dia sudah kembali, dan aku tau di tubuh mana dia tinggal" ucap Darkpo
"Benarkah, jangan bermain main denganku, jika Kau menipu kami maka Kau akan mendapatkan Amukan dari seorang ibu yang Nyawa anaknya telah kau Rampas" ucap Jeny mengancam,
Darkpo hanya diam dan menyunggingkan senyum , ternyata buah jatuh tak jauh dari pohon nya, kekuatan Xena dan Jenny memang sama, pikir nya,
Varez dan jenny pun memilih untuk kembali dan akan menghadiri undangan nya besok,
...****************...
"Papa, aku ingin ikut melihat pertarungan kalian" ucap Kayo duduk di samping Ayahnya
Ittara dan Kenzie melirik Kayo, darimana dia tau pikirnya,
"Rahasia"!
"Tidak" ucap Ittara tegas
Kayo berdiri dan duduk di pangkuan ayahnya, dan hal itu membuat para pelayan dan Kenzie menutup mata karena malu melihat perilaku Kayo
"Kau sudah besar, Jangan manja" ucap Ittara datar,padahal hatinya sangat senang dan berbunga bunga, karena putrinya mau bermanja kepadanya, dia hanya terlalu Jaim untuk mengakui nya,
"Cupp"
Hati Ittara meleleh mendapatkan ciuman di pipinya, senyumnya mengembang dan tidak memperdulikan tatapan orang orang sekitarnya yang menatap nya Aneh,
"Ayolah papa, aku akan menjadi anak baik" ucap Kayo
"Hmm Baiklah, yang bertarung adalah Kenzie, dia akan mendapatkan permata itu untukmu" ucap Ittara
Kayo menatap Kenzie yang masih diam acuh tak acuh, lalu dengan nakal dia berpindah ke arah Kenzie
"Hey Datar" ucap Kayo
Kenzie menoleh dan betapa terkejutnya saat dia menoleh wajahnya dan wajah Kayo begitu dekat,
"Gluppp"
Jakun pemuda itu naik turun saat matanya melihat bibir sexy milik Kayo, sedangkan Kayo malah menaik turunkan alisnya lucu,
"Lo harus menang"
__ADS_1
"Syuuuhhh"
Bau nafas yang memabukkan itu tercium di hidung Kenzie benar benar wangi dan membuat nya ingin memakan bibir itu
"Jangan M3sum Lo"
"Plakkk"
Wajah Kenzie di usap oleh Kayo dengan kasar, gadis itu tau apa yang ada di pikirkan kenzie, sedangkan pemuda itu terdiam kikuk dan malu setengah mati, karena sudah berpikir yang tidak tidak,
Ittara hanya diam menahan tawa, bisa jatuh wibawa nya jika sampai dia tertawa terbahak bahak di hadapan anak buahnya,
...****************...
Waktu terus berlalu dan tibalah saatnya untuk mereka menghadiri undangan dari darkpo, para petarung tangguh sudah bersiap untuk memperebutkan hadiah yang menggiurkan itu Darkpo sengaja mengekspos apa keuntungan dari mendapatkan batu permata itu, selain akan memiliki kekuatan hebat pemenangnya juga akan berumur panjang,
"Siang Paman" sapa Geng inti
"Selamat siang dan selamat datang anak anak, duduklah sesuai nomor kalian" ucap Darkpo menggiring teman teman putranya masuk kedalam ruangan gelap tersebut,
"Banyak sekali tamu nya King"! ucap Varel takjub
" Hemm yang bertarung hanya ada sepuluh orang yang layak" sahut Darkpo
"Fox terpilih"? Tanya Nathan
" Tentu saja Kak, dia adalah petarung terhebat setelah Putriku" ucap Darkpo mengingat pertarungan Fox Dan Queen dulu,
Lalu tiba tiba datang rombongan dengan aura mencekam, dan tentu saja mereka adalah para Yakuza, Ittara berjalan dengan Kayo dan Kenzie, di belakangnya kurang lebih Tujuh orang anak buah yang dia bawa, mereka adalah tamu grup terbanyak diantara yang Lain,
"Selamat datang Dewa Yama" sapa Darkpo, matanya melirik ke arah Kayo, dan gadis itu juga meliriknya,
"Paman, kau tampan sekali, hahahha, papa kau yang terbaik, "!!
" Nguuuuunngggg"
Tiba tiba saja kuping Kayo berdengung dan mendengar suara seorang gadis memanggil pria didepan nya itu dengan sebutan paman, dan berubah menjadi papa
"Urrgggghhh" Desis Kayo
"Sayang,kau tidak apa apa" bisik Ittara
Kayo menggelengkan kepala dan menatap datar ke arah Darkpo yang malah menyunggingkan senyumnya,
"Sepertinya kau mengingat sesuatu kan sayang" bathin Darkpo menebak ekspresi Kayo,
Ittara dan Rombongan pun masuk tanpa memperdulikan yang lain nya lagi,
Di seberang sana Jenny dan Varez sudah tiba sejak Awal, mereka terus mencari cari keberadaan putri mereka, lalu tiba tiba angin berhembus menyapa wajah cantik Jenny
"Wussshhhhh"
Aroma tubuh Xena tercium oleh Jenny, dan dia langsung menoleh ke arah pintu masuk, disana berdiri seorang gadis bermata sipit datang bersama Seorang pria paruh baya
"Xena, akhirnya ibu menemukan mu" batin Jenny senang,.
...****************...
GIMANA, MASIH SEMANGAT GAK BACA NYA, 🤣🤣🤣🤣
__ADS_1
HARI INI OTHOR SEDIKIT SIBUK, BIASALAH BABU CHINO 😁😁😁😁