I'M Not Bad GirL (Reinkarnasi Anak Naga)

I'M Not Bad GirL (Reinkarnasi Anak Naga)
Up + Selamat Hari Raya idul fitri


__ADS_3

Sebelum memulai lagi ceritanya sekali lagi Kakak Author ingin mengucapkan minal Aidzin walfa idzin bagi kalian yang beragama islam🙏🙏🙏


Di tengah gema takbir, hati tertunduk untuk memohon maaf. Dari lisan yang tak terjaga, janji yang terabaikan, tingkah laku yang tidak berkenan serta hati yang berprasangka.


Mata dapat salah lihat. Kuping dapat salah dengar. Mulut dapat salah bicara. Hati dapat salah sangka. Di hari yang fitri ini, saya dan keluarga mengucapkan: " Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H.


❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️


Insting anjin9 pelacak****#67


Anak anak geng inti telah kembali ke markas mereka dengan wajah wajah yang lelah, pasalnya seharian mereka membantu Joan dan Erik untuk berjualan di kantin sekolah dan kampus mereka,


"Gila wey, cape juga ternyata jadi pak joan dan Bu kantin" ucap Keynan


"Ambil aja hikmahnya setelah ini Lo gak bakalan remehin pekerjaan seseorang" ucap Kayo


"Hmm bener, tapi se susah susahnya gue, gue gak pernah di biarin susah sama bang Ron, dan gue berterimakasih banget sama Lo bang, Lo rawat kita layaknya saudara, Lo itu udah seperti abang dan ayah bagi gue" ucap Keynan menatap Roland


"Gue juga mau ngucapin terimakasih karena kalian selalu menjadi keluarga yang solid dan setia" ucap Roland, lalu mereka berkumpul dan saling berpelukan


"Kling"


"Kak, ini nomor telpon Erik, terimakasih ya kak, handphone nya bagus" Erik


"Gunakan dengan sebaik baiknya, kalau ada waktu gue boleh kan main ke rumah Lo, ada hal penting yang mau gue bahas" Kayo


"Rumah saya jelek kak, takutnya kakak malu , disini juga banyak tetangga yang suka ikut campur urusan orang, saya takut kakak ngerasa gak nyaman" Erik


"Hal kaya gitu bisa gue atasi nanti, tenang aja, gue bukan orang yang suka mandang orang dari materi, gimana kalo besok, besok kampus libur, gue kesana ya, Lo share Lokasi Lo" Kayo


"Baik kak, (emot senyum)


Kayo tersenyum membaca pesan terakhir dari Erik sedangkan Rain menatap nya dengan Aneh


" Kamu lagi ngapain yang"? Tanya Rain kepo


"Hem, besok kan kita Libur, aku minta izin pergi mengurus sesuatu boleh kan"? Ucap Kayo


"Hemm, asal tidak membahayakan diri Kamu aja" ucap Rain mengelus rambut Kayo


"Terima Kasih Dad" ucap Kayo berhambur kedalam pelukan pemuda tampan itu, inilah yang sangat Kayo sukai dari Rain, pemuda itu tidak pernah menanyakan sesuatu yang bersifat privasi, dan juga tidak pernah mengekang Kayo selama hal itu positif,


"Dad Setelah lulus kuliah kamu mau ngapain"? Tanya Kayo


" Aku akan duduk di kursi Ceo perusahaan Antonius, dan setelah berhasil aku akan menikahimu" ucap Rain serius


"Benarkah Dad, tapi aku tidak mau kerja, aku mau ngabisin uang kamu aja hehe" sahut Kayo cengengesan


"Justru karena itulah aku kerja, aku ingin istri dan anak anakku nanti diam duduk manis menunggu Dady pulang kerja" ucap Rain lagi


"Astagaaa, manis sekali sih Dad" ucap Kayo berbunga bunga


"Ehmm disini gatal" ucap Rain pura pura menggaruk pipi nya, Kayo mengerti apa maksud Rain, dan dia langsung menciumi Rain dengan membab* buta, sampai pemuda itu terjengkang dan tertawa karena geli,


"Hahahhaha, udah yang udah basah ni" ucap Rain


Roland, dan anak geng inti mendengus kesal, Kayo dan Rain jika sudah berpacaran memang tidak pernah memandang tempat, mereka berdua selalu menabur kebucinan di manapun mereka mau,


"Yaelah Kay, Udah sih, Lo udah ngerusak mata gue tau nggak" ucap keynan


"Makan nya Cari cewek dong Lo" ucap Gabriel


"Dih kaya Lu udah punya gebetan aja" ucap Keynan


"Gue Kan berondongnya Kayo, iya nggak Kay"


"Bener" sahut Kayo yang masih bergumul dengan Rain,


"Cihhh Cocok emang kalen berdua dan lo cocok Gab kalo jadi simpanan si Kayo" decak Keynan sebal, Kayo dan Gabriel benar benar selalu bisa melawan Keynan dan membuatnya tak bisa lagi berkata kata,


...****************...

__ADS_1


Keesokan Hari nya Kayo bersiap untuk pergi ke rumah Erik dia sengaja berdandan rapi dan mengikat rambutnya ala ala remaja biasa,


"Weyhh, Cakep amat bini abang" ucap Rain


"Uwekk, geli gue Rain" ucap Nick


"Haha, tapi bener cakep Lo kalo dandan kaya gini keliatan Fresh gitu" sahut Roland


"Mau kemana Lo, ikuttt" ucap Gabriel dan Keynan menggandeng tangan Kayo


"Dih, Lo berdua dah kaya parasit tau nggak, gak bisa kasih waktu Kayo buat pergi sendiri " ucap Vixtor tak habis pikir


"Bang, dan Lo gab, Plis hari ini gue ada urusan, kalen jangan ikut dulu, dady gue aja nyantai tu" tunjuk kayo pada Rain


"Dih mau kemana dulu"? Tanya Keynan


" Gue mau ke rumah papa dark" ucap Kayo beralasan


"Oh, oke deh jan pulang malem malem yak, terus bawain gue eskrim" ucap Gabriel


"Dihh dasar bocah" ucap Keynan menyentil kepala Gabriel


Setelah terlepas dari dua lintah darat itu Kayo pun langsung berjalan menuju garasi dan mulai menghidupkan mesin motor nya,


"Bruuummmmm"


Kayo melesat bagaikan kilat dan hal itu membuat Geng inti terheran heran, gadis itu seperti tidak bisa melaju dengan santai saja,


Dua puluh menit kemudian Kayo akhirnya sampai di tempat tujuan


"Ini bukan sih"? Gumam Kayo, sebab dia saat ini sedang berada di lingkungan rumah susun tempat Erik dan keluarga nya tinggal


" Kak" panggil Erik


"Nah, beneran disini ya rumah Lo"? Tanya Kayo


" Iya kak, maaf kotor dan jelek" ucap Erik tak enak hati


"Ehmm tidak apa apa" sahut Kayo mengikuti Erik untuk masuk kedalam,


Kayo pun menuntun motor sportnya masuk kedalam gang sempit, banyak orang melihat aneh kepadanya, pasalnya Kayo sangat cantik dan modis di mata mereka


"Siapa tu Er, gak mungkin cewek Lo kan"? Tanya tetangga Erik


" Bukan, hanya teman" ucap Erik tersenyum


Mata kayo menyipit, lingkungan tempat Erik tinggal masih berbau desa dan penuh dengan tetangga yang kepo dan nyir nyir,


"Ceklek"


Kayo pun masuk ke dalam rumah kecil dan sempit dengan hanya dua kamar kecil, lantai yang Retak dan dinding yang rusak, namun tetap bersih dan nyaman, tapi bagi Kayo tempat itu sudah tidak layak untuk di tinggali, di ruang tamu terbaring seorang wanita paruh baya yang sedang sakit yakni bu kantin yang bernama Erina


"Selamat pagi pak Joan, dan bu erina"! Sapa Kayo


" Eh non Kayo,mari masuk non" ucap Pak Joan


Kayo duduk di kursi kecil di samping tempat Erina tertidur


"Kenapa gak di bawa kerumah sakit Pak"? Tanya Kayo


Pak joan menunduk, lalu dia pun menjawab pertanyaan Kayo dengan rasa malu


" Begini nona, sebenarnya kantin yang kami kelola itu bukan milik kami, kami hanya numpang berjualan, satu hari kami hanya mendapatkan sedikit keuntungan, saya tidak bisa menyekolahkan Erik, dan membawa Istri saya ke rumah sakit, saya hanya bisa membeli obat dari apotik dan itupun uangnya kurang" ucap Pak joan masih dengan posisi menunduk


Hati Kayo seakan tersayat di zaman seperti ini ternyata masih ada kemiskinan yang tidak p3merintah ketahui,tangan Kayo mengepal erat, sepertinya ada yang tidak beres dengan dana pembangunan yang pem3rintah alirkan, sehingga Negara mereka masih memiliki rakyat yang kekurangan pikir Kayo,


"Hati Hati ayah akan ada para preman datang, mereka membawa banyak orang" ucap Erik tiba tiba


Kayo terkejut, ternyata inilah keunikan Erik yang membuat Kayo tertarik kepada pemuda tersebut, dia memiliki insting yang tajam seperti anjin9 pelacak, Kayo tersenyum dia akan merekrut Erik untuk bergabung dengan nya, untuk mencari sarang Digo dan Anak buahnya,


Dan benar saja tak lama kemudian para pria berbadan kekar menerobos masuk ke dalam rumah Joan

__ADS_1


"Braakkkk"


"Joan, mana uang yang kau janjikan hari ini, aku sudah tidak bisa menunggu lagi"!! Bentak Pria itu angkuh


" Hemm, sa, saya belum bisa mengembalikan nya tuan" ucap Joan terbata bata


"Bughhhhh"


"Kurang aj4r, kau mau mempermainkan ku ya" teriaknya memukul wajah Joan


"Ayah, "!! Teriak Erik membantu ayahnya bangun


" WEY, PENGECUT, KALEN GAK PUNYA OTAK YA, BERTAMU KE RUMAH ORANG TANPA PERMISI DAN BERBUAT KERIBUTAN, MALU DONG AMA BADAN, BADAN KEKAR OTAK UDANG" maki Kayo


"HEHH BOCAH, SIAPA LO, JANGAN IKUT CAMPUR" ucap pria itu marah dan berjalan ke arah Kayo


"Krakkkkkk"


"Arggghhhhh tangan ku"!!!


Belum sempat pria itu menyentuh kayo,Gadis itu sudah mematahkan tangan nya duluan


" Sini kalen kalo berani" ucap Kayo berlari keluar, agar tidak merusak rumah Erik


Para preman itu berlari mengejar Kayo yang sengaja memancing mereka untuk keluar


"Maju Lo" ucap Kayo menantang


"Cih bocah jangan salahkan kami karena ngerusak wajah cantik Lo" teriaknya maju dan mulai menyerang Kayo,


Semua tetangga Erik melihat pertarungan mereka lewat jendela, mereka tidak berani keluar karena mereka tau bagaimana sadisnya para preman yang memang biasa datang kepada mereka yang meminjam uang,


"Bughhhhh"


''Brakkkkkkk"


"Bugggghhhh"


"Argggggh"


"PERGI KALIAN JANGAN SEKALI KALI KALIAN DATANG LAGI,INI HUTANG PAK JOAN AKAN KU LUNASI" teriak Kayo melempar segepok uang,


Teriakan kayo membuat mereka ngeri dan membuat mereka cepat mengambil uang itu dan berlari tunggang langgang,


Kehebatan Kayo membuat warga tercengang dan bersorak senang karena Gadis itu bisa menghadapi mereka tanpa terluka sedikitpun,


"Hebatt, nona terimakasih karena telah memberi mereka pelajaran para preman itu memang sering datang mereka selalu meresahkan, mereka sering meminta uang pajak kepada kami" ucap kepala warga


Kayo mengernyit, di Zaman seperti ini pun masih ada orang yang melakukan hal seperti itu pikirnya


"Kak, kamu tidak apa apa"? Tanya Erik melihat keadaan Kayo


" Gue oke, ayo masuk, ada yang perlu kita bicarakan" ucap Kayo kembali masuk kedalam rumah Erik


"Nona maafkan saya, gara gara saya anda harus repot repot bertarung, dan soal uang nya pasti akan saya kembalikan" ucap Joan


"Tidak, itu adalah uang kesepakatan yang saya berikan untuk anda pak, saya meminta izin kepada Pak Joan dan Bu erin untuk mengajak Erik berkerja pada saya" ucap Kayo mulai mengutarakan niatnya


"Tapi nona, Erik tidak pintar" ucap Pak Joan


"Aku tidak menyuruhnya bekerja di perusahaan, dia akan berkerja pada saya dan tenang saja pekerjaan nya ringan, tapi untuk sementara Erik akan tinggal bersama saya" ucap Kayo


"Tapi bagaimana dengan ayah dan ibu Kak"? Tanya Erik


" Saya akan memindahkan kalian ke tempat yang lebih layak memberikan modal untuk anda membuka usaha, dan membawa bu Erina ke rumah sakit, dan sebagai gantinya, biarkan Erik bekerja kepada saya" ucap Kayo


Pak Joan memandang Erik, kesepakatan itu tidak sebanding dengan apa yang Kayo berikan pikir nya,


"Baiklah Kak, demi kesembuhan ibu aku setuju" ucap Erik tegas


"Pintar"!! Ucap Kayo puas mendengar jawaban Erik,.

__ADS_1


❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️


Salam cinta untuk kalian semua di hari yang fitri ini, semoga kalian berbahagia bersama keluarga🥰


__ADS_2