
Akibat dari pertarungan kemarin sekolah milik Nathan akhirnya di tutup sementara, dan ujian di undur sampai minggu depan, para siswa diliburkan sampai suasana kembali kondusif,
Keynan dan Gabriel yang hampir Frustasi akhirnya merasa bahagia karena ada waktu untuk mereka belajar ulang, sementara Queen gadis itu masih berusaha untuk mengobati kaki nya yang memar, apalagi semenjak kejadian kemarin Dokter menyarankan dia untuk duduk di kursi roda, karena tidak ingin ketahuan bahwa dia sudah kebal, Queen pun terpaksa menuruti apa kata dokter tersebut, Keynan dan Darkpo semakin posesif, Rain juga memutuskan untuk menginap di mansion Darkpo selama libur sekolah,
"Queen, yuhuuuuu, where are youuu"? Teriak Keynan mencari adiknya yang tak kelihatan
" Gue disini key"! Teriak Queen di belakang rumah dia sedang memberi makan ikan,
"Lagi ngapain lo, gimana kalo kursi Lo jalan sendiri karna licin kecebur nanti lo" tegur keynan
"Ya elah cerewet amat sih ah lu key" sahut Queen
"Dih kan kalo dibilangin, ayo pergi" ucap keynan mendorong kursi roda Queen menuju ke ruang keluarga
"Darimana yank"? Tanya Rain, yang juga mencari Queen,
" Huuffftt Hufffftt,, mansion Paman Dark ini bener bener kek Labirin, cape gue nyariin kalen" ucap Gabriel ter engah engah,
"Ya elah Kalian ini gue gak ada bentar aja nyariin nya kaya gue udah ilang dua puluh empat jam aja" ucap Queen tak habis pikir
"Siapa suruh Lo nakal, jadinya pikiran kita tu kemana mana kalo lo gak ada di tempat" ucap Keynan,
"Tak, Tak, Tak"
"Kalian sedang apa, ayo sarapan"! Ucap Darkpo yang melihat anak anak nya sedang berada di belakang mansion
" Ni, si Queen, pagi pagi bikin geger orang, dia berada di kolam ikan sendirian pa"! Ucap Keynan mengadu
"Ah Elo, gak asik ah key"!
"Queen"? Panggil Darkpo
" Ya, pa, maaf"!!
Keynan pun langsung mendorong kursi roda Queen menuju meja makan, memang hanya Darkpo Saja yang bisa menaklukan kekeras kepalaan si naga kecil karena dari kecil Xena memang di rawat oleh Darkpo,
"Papa Dark memang yang terbaik" bisik Keynan di telinga Darkpo, dan pria itu hanya bisa tersenyum mendengar bisikan putra pertama nya,
...****************...
Tuan Nathan,dan Varel saat ini sedang membahas bisnis yang akan mereka jalan kan sebentar lagi , mereka harus bisa mengirimkan senjat4 yang di pesan oleh para klien, namun masalahnya saat ini adalah para pihak berwajib masih siaga satu akibat pember0ntakan kemarin, sedangkan barang harus sampai dua hari dari sekarang,
"Bagaimana jika kita meminta bantuan kepada para anak Wolf tuan,mereka hanyalah anak muda dan pasti tidak akan di curigai, meskipun mereka membawanya lewat jalur darat" ucap Varel memberi saran
"Kenapa aku bisa lupa, anak anak itu pasti bisa diandalkan, andai menantuku dalam keadaan baik, bahkan aku berpikir untuk meminta bantuan nya hahah" ucap Tuan Nathan tergelak
Varel menganggukan kepalanya, seperti itu juga bagus, namun sayang keadaan Queen benar benar parah pikirnya,
"Hemm,lihat ini baru saja di bicarakan tuan Yos sudah menelpon lagi" ucap Nathan
"Hallo, selamat siang tuan"! Nathan
__ADS_1
" Bagaimana tuan Nathan apa anda sanggup, jika tidak kami akan memesan dari tim lain, saya tidak suka terlambat"
"Kami akan mengirimkan barangnya besok" ucap Nathan lagi
"Kami tunggu di perbatasan"
"Apa, bukankah perjanjian kita lakukan di tengah kota"?
" Setuju atau batal"
"Baiklah besok pukul dua siang" sahut Nathan terpaksa, bagaimana bisa Klien nya itu membatalkan secara sebelah pihak, Nathan dan Varel sudah bekerja keras untuk berpikir dia malah seenaknya saja pikir nya,
"Ada apa tuan"? Tanya Varel
"Tuan Yos ini seenaknya saja, dia meminta kita bertemu di perbatasan, atau dia akan membatalkan nya"! sahut Nathan dengan nada kesal
" Ckk, klien seperti ini jangan di layani dua kali" sahut Varel ikut pusing,
...****************...
Di negara Z seorang anggota militer bertubuh gagah berdiri di atas menara, dia memperhatikan setiap gerak gerik yang mencurigakan, dia adalah Zola Agra, pria dingin dengan tato lambang raja di bahu kanan nya, dan gambar sayap di punggung nya, tidak ada misi yang gagal di tangan Zola, sebab itulah semua anak buahnya memanggilnya Raja Zola, pria paruh baya itu tidak pandang bulu terhadap lawan nya, dia akan membasmi semua kejahatan yang ada di muka bumi, dialah si penjaga perbatasan yang harus tim Nathan lewati,
***
"Hey, tumben jam segini bisa ngeluyur"? Tanya Queen kepada Roland dan Nick,
" Gak ada kerjaan, bokap Lo suruh kita masuk perbatasan bawa barang mereka, gue was was ni"! Ucap Roland pada Rain
" Ngeri weyh, kita aja gak pernah mau ngirim barang kesana, soalnya penjaga nya itu sangat mengerikan, menurut rumor yang beredar, dia gak pernah meloloskan satu orang penjahat pun" ucap Roland
"Kalen bukan penjahat lalu takut apa"? Tanya Queen santai
" Tapi barang yang mereka antar ini kan termasuk krimin4l, dasar bod0h"! Umpat Gabriel menyahut
"Hmmm bagaimana kalo gue ikut"! Ucap Queen
" NGGAK"!!
Kelima pemuda posesif itu langsung menolak bersamaan,
"Ckkkk, Gue kan cewek, pasti lebih aman kalo gue yang bawa" ucap Queen lagi
Roland dan Nick saling lirik, mereka juga berpikir seperti itu, namun melihat keadaan adiknya Darkpo pasti tidak akan mengijinkan nya,
"Gue bisa jalan kok ni, ini gak sakit, Bokap gue aja yang lebay"! Ucap Queen berdiri dan berjalan kesana kemari
" Issshhh, Ngeri gue"! Ucap Keynan menggendong Queen dan mendudukan nya kembali
"Gue gak kenapa nama Bangk3"!!
" Duduk Lo"!! Bentak Keynan
__ADS_1
"Ckkk"
"Gue rasa ucapan Lo bener Queen, kayanya lebih aman kalo lo ikut"! ucap Nick
" NGGAK DEH BANG, JANGAN MACEM MACEM LO, BOKAP NGAMUK, GUE YANG KENA NANTI" ucap Keynan tegas
"Gue bakal minta izin sama dia, soalnya ini m3nyangkut keselamatan kami juga Key"! Sahut Roland membujuk,
" Terserah lah, seneng banget bikin adek gue dalam bahaya"! Ucap Keynan melenggang pergi
Queen melihat kepergian Keynan yang terlihat sangat kesal,
"Gab, lo pergi hibur abang gue, dia kalo marah kaya bocah" ucap Queen
"Oke sippp"!! Gabriel pun pergi untuk melihat apa yang Keynan lakukan,
Malam sudah tiba Roland Dan Nick disusul Vixtor akhirnya memberanikan diri untuk meminta izin kepada Darkpo untuk membawa Queen,
" Kak Nathan dan Varel juga sudah membicarakan ini, dan Ku rasa Queen boleh pergi, tapi dengan satu catatan, dia tidak boleh terluka satu gorespun, atau kalian tidak akan bisa melihatnya lagi" ucap Darkpo mengancam anak geng inti,
"Gluupp"
Roland, Nick dan Victor saling lirik, bagaimana bisa seperti itu, sementara si Naga kecil paling suka dengan yang nama nya luka,
"Bagaimana"? Tanya Darkpo melihat kediaman tiga pemuda di hadapan nya
" TIDAK, Pa, aku nggak setuju"! Ucap Keynan yang tiba tiba datang menyela
"huufttt Bocah ini"! Gumam Nick
" Keynan, ini menyangkut keselamatan mereka, dan juga bisnis pamanmu, jika mereka tidak mengirimnya, klien akan membocorkan semua bisnis kita pada orang lain, dan jika sampai terdengar, maka kita semua tidak akan ada yang lolos"! Ucap Darkpo
Keynan merenung, benar juga dia tidak boleh egois, namun dia malah memutuskan juga untuk ikut serta
"Gue ikut, itu syaratnya"! Ucap Keynan
Semua orang merasa lega akhirnya pemuda kepala batu itu mengizinkan adiknya untuk membantu,
" Besok pagi kalian berangkat, pakai pakaian berwarna agar tidak mencolok" ucap Darkpo
"Yang harusnya Papa Tegur itu Queen, baju dia hitam semua"! Ucap Keynan
" Siapa bilang, gue punya baju ciri khas cewek Wuekkkk"! Ledek Queen dari arah pintu,
Semua orang menatap kearah gadis itu, kapan gadis itu datang dan berdiri disana pikir mereka, dia bagaikan bayangan yang tidak bisa di duga kedatangan nya,.
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Kalo cerita ini tamat gimana,, 😆😆
Apa kalian Rela...??????
__ADS_1