
"Bruuummmm"
"Ckiiitttttt"
"Wah kok gue baru tau kalo disini ada sirkuit balap, " gumam Queen menepikan motornya,
"Hai nona, mau daftar, tapi harganya lumayan loh"? tanya Panitia
" Berapa milyar, akan gue bayar" ucap Queen santai
"Yoew, hebat kita kedatangan Ratu ni"
"empat juta dollar satu kali putaran" ucap nya lagi
"Oke, tapi apa hadiahnya kalo gue menang"? Tanya Queen
" Yang main ada lima orang, sepuluh juta buat lo kalo lu menang 10 juta lagi buat panitia" ucap nya menyeringai
"Ckkk, okelah" sahut Queen masuk ke arena,
"Wihhh, sorry girls, kita pake motor yang ada di arena aja" ucap salah satu penantang
"Gak masalah, mana motornya"? Tanya Queen,
" Tuuu"!?
Queen menoleh dan melihat sebuah motor sport berwarna merah darah, dan entah kenapa dia begitu bersemangat untuk menaiki motor tersebut, seperti ada sesuatu yang menariknya untuk segera menaiki motor itu,
"Brummmm"
Queen mulai memanasi motor balapnya, dan bersiap di garis start,
"Are you ready"!!
" GO"
"dorrrr"
peluru tanda pertandingan di mulai telah di kumandangkan, ke lima pembalap itupun mulai memperlihatkan kemampuan mereka di arena,
"Ada apa ini, kenapa emosiku membara, kenapa aku merasa harus menang"? Batin Queen, dia merasa bingung pada dirinya sendiri semenjak dia bertemu dengan ayah kapten Zola, pikiran Queen jadi kacau, dan tak menentu,
" Ckiiittttt"
"Dorrr"
Semua orang terkejut dan menunduk
Seseorang menembak lengan kanan Queen, lalu melarikan diri
Queen menatap datar kearah tangan nya yang tertembak,
"Nona, lo gak apa apa, tangan lo luka, cepetan ke rumah sakit, ini duit Lo, Lo menang" ucap si panitia panik,
Queen melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, walaupun dia tidak merasakan sakit, tapi dia tetap harus mengobati luka nya, atau dia akan mati secara perlahan karena kehabisan darah,
"Syuuuuhhhh"
Angin berhembus kencang ketika Queen menapakkan kakinya di sebuah rumah sakit ternama di kota i, bulu kuduk Queen merinding seketika, seperti angin sedang menyambut kedatangan nya,
Queen berjalan lurus dan mendaftarkan diri, sang resepsionis terkejut melihat pendarahan di tangan Queen dan membawanya segera ke unit gawat darurat, dan seorang dokter masuk untuk memberikan tindakan medis kepada Queen,
"Anda hebat sekali nona, anda tidak merasakan sakit saat terluka" ucap dokter itu tersenyum,
Queen menatap aneh kearah dokter itu, dia seperti tidak kaget melihat Queen yang biasa saja saat lukanya di jahit,
"Siapa lagi yang nyoba buat nyelakain gue, ini terlalu aneh, dan gue rasa gue gak punya musuh di kota ini" bathin Queen,
...****************...
"Kriiingg"
__ADS_1
"Bagaimana"?
"Berhasil paman"
"Oke, kerjamu sangat bagus" ucap seorang pria yang sudah tak lagi muda,
"Hehe Anak naga kau benar benar menarik" ucap nya menyeringai
dilain ruangan tangan wanita bernama Jenny itu bergerak, dan para perawat berbondong bondong untuk memeriksa keadaan nya,
"Kemajuan nya sangat pesat, Ayo laporkan pada tuan" ucap Seorang dokter yang merawat Jenny,
...****************...
"Bruuuummmmm"
"Brakkkkk"
"Kodok, Mata panda,Mampuss Lo anak s3tan" teriak Keynan terkejut ketika Queen menendang pintu dengan keras
"Brukkkk"
Queen membantingkan diri di sofa, pikirannya benar benar kacau, dia tidak tau apa yang sedang terjadi padanya akhir akhir ini,
"Kepala gue sakitt weeyy"teriak nya
"Lo dari mana aja, kita nyariin Lo, kirain Lo dah balik dari tadi"? Tanya Keynan
Queen membuka pakaian nya dan membuat semua orang terkejut setengah mat1
" Ehh kenapa lagi ni dek, astagaaa" teriak Roland frustasi
"Ditembak lah masa di cium" ucap Queen santai
"Siapa lagi "?
" Entah dia kabur gitu aja, dan anehnya kenapa ada arena balap tersembunyi , bahkan gue menang dengan mudah" ucap Queen mengeluarkan uang nya
"Weyyh gila, banyak amat duit Lo pesta la kita malam ini ya" ucap Gabriele
"Andai gue mati untuk yang kedua kali nya, gue harap kalian semua tetap bahagia" ucap Queen menatap datar kearah mereka semua
"Ngomong apa ni Queen, jangan ngelantur Lo kalo ngomong" ucap Nick khawatir
"Umur gak ada yang tau bang, gue hidup juga percuma, banyak orang yang musuhin gue, buktinya gue udah beberapa kali luka kena tembak" ucap Queen lesu,
"Hey, mana adik abang yang kuat, kenapa jadi sadness begini sih"? Ucap Vixtor mencoba menghibur Queen
" Ayo sini"
Queen berdiri dan duduk di pangkuan Nick, lalu Nick memeluknya dari belakang,
"Ada apa hemmm"?
" Gu, gue, hikss, hikss, gue lelah bang" akhirnya tangis Queen pecah lagi, bagaimanapun dia hanyalah seorang manusia biasa, Queen hanya lelah karena terus menerus menerima luka dan membuat orang sekitarnya selalu sedih dan khawatir,
"Kalo gak mau luka, jangan bandel, mending nurut deh sama abang, kita semua sayang sama Lo, udah kaya adik sendiri" ucap Nick mengelus punggung Queen yang bergetar
"Hemm, gue tidur sama lo malam ini" ucap Queen
"Kita juga" ucap Keynan dan Gabriele
"Eh biar adil kita tidur di ruang tamu semua nya" ucap Roland melerai
"Setuju, beli minuman dong, besok kan libur sekolah iya gak wey"!
" Nih pake duit ini, kalian habiskan semua,jangan lupa singgah buat nyumbang anak panti" ucap Queen memberikan uang hasil balapan
"Okee boss" sahut Daniel pergi bersama Kelvin
"Kenapa sih yank, kalo ada apa apa cerita dong" ucap Rain menatap Queen
__ADS_1
"Beberapa hari ini aku gak bisa tidur, kepikiran terus sama bokap nya si Kapten, kaya ada perasaan apa gitu wey" ucap Queen tak mengerti
"Sekali kali kamu ceritain ke paman darkpo, dia adalah orang dewasa yang saat ini berperan sebagai ayah kamu" ucap Rain memberi solusi
"Papa sibuk, aku takut ganggu" ucap Queen,
"Hoooammmm"
Nick melihat Queen menguap pun langsung menyiapkan bantal dan selimut di sofa ruang tamu untuk nya tidur
"Sini tidur" ucap Nick menepuk bantal
"Cupp"
"Aku tidur dulu dad, kalian bersenang senang lah" ucap Queen mengecup pipi Rain
"Gak, aku mau disini" ucap Rain memanyunkan bibirnya,
"Cuppppp"
Rain tidak langsung melepaskan bibir Queen, dia malah memperdalam ciuman nya, dan Queen pun terhanyut dalam cinta yang Rain berikan, sedangkan semua abang Queen dan Gabriele, langsung menutup mata, dan memaki mereka di dalam hati
"Anjin9 emang kalian berdua, gak pandang tempat amat" maki Keynan
"Cupp"
Rain melepaskan ciuman nya dan mengecup bibir Queen sekali lagi, lalu tertawa melihat tingkah anak geng inti yang menutup mata dengan tangan nya,
"Bye"
Queen pergi dan menidurkan diri di Sofa, sedangkan Nick duduk di sampingnya dan mengelus rambut Queen,
"Lo sayang sama si Rain"? Tanya Nick
"Pertanyaan yang konyol , andai gue mati dua kali, Gue tetep bakal sayang dan bakal nyari dia di kehidupan selanjutnya" ucap Queen
"Issshh Mulutnya, jangan ngom0ng soal mati napa sih dek" ucap Nick kesal
"Hehe" Queen tidak menyahut lagi, tiba tiba dia tertidur dengan pulas
"Lah, baru aja ngobrol dah molor aja" ucap Keynan
"Sssttt, akhir akhir ini dia jarang tidur, biarkan dia istirahat Key" tegur Nick lalu Keynan mengerti dan pergi dari sana,
*****
Anak anak inti memutuskan untuk pesta di belakang markas, karena tidak ingin membuat so naga kecil terbangun karena berisik,
"Gue ngerasa gak asyik gak ada si Queen" keluh Gabriel
"Lo pikir gue enggak gitu, udah lanjut aja, lagian si Queen ada di dalam kok"!!
" Drap, Drap"
"Wey Liat si Queen gak"? Tanya Nick berlari panik
" Nah, bukannya sama Lo"? Tanya Roland
"Lah gue pergi toilet bentar, trus gue liat dia nggak ada, Tapi motor semua lengkap, gak ada yang keluar garasi, mobil juga udah gue cek" ucap Nick lagi
"Ayoo cari"Mereka pun berlarian dan mencari Queen,
Satu jam mencari, mereka tak kunjung menemukan si naga Kecil,
" Queen kemana sih Lo, suka bener bikin orang khawatir" ucap Keynan lesu,
"Cek cctv" ucap Victor, dan mereka pun berlari ke ruang monitor, dan segera mencari jejak rekaman nya,
"Si4l, kamera nya di matikan" !!!
"Apaaaaaa,??????????
__ADS_1
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
HAYOLOH, QUEEN KITA KEMANA TU,, 😅😂