
Hari berikutnya.........
Semenjak Ibu Zulfa tau bahwa Aisyah tengah mengandung bakal cucunya, Ibu Zulfa tidak pernah lagi berbuat semena-mena, Namun tak lepas dari itu sebenarnya Ibu Zulfa belum sepenuhnya menerima Aisyah sebagai mantunya.
Hari ini ada acara arisan dikediaman ibu Zulfa, Aisyah yang masih tinggal bersama di rumah mertuanya itu pun ikut membantu mempersiapakan segala sesuatunya. Karena keahlian Aisyah membuat kue, jadi Aisyah kebagian untuk membuat kue.
Aisyah di bantu para assistent rumah tangga membuat berbagai macam kue basah seperti brownis, kue lapis, bolnas, sementara beberapa Assistent lain membuatkan makanan beratnya.
Tepat jam 1 siang, para ibu-ibu sosialita pun berdatangan kerumah Ibu Zulfa . Nampak Ibu Zulfa dan juga Balqis sudah berdiri didekat pintu masuk menyambut kedatangan para tamunya. Sementara Aisyah masih mempersiapkan makanan di dapur.
Setelah dirasa selesai, Aisyah pun membersihkan dirinya dikamar kemudian ia kembali ke bawah menemani Baby Cel bermain. Para ibu-ibu sosialita itu tengah berkumpul di ruang tengah dan tengah mengobrol ria.
Aisyah kedapur untuk membuatkan Baby Cel susu, karena Aisyah mengandung, dokter menyarankan Baby cel untuk beralih ke sufor karena Baby juga sudah MPASI jadi tidak akan mengganggu asupan gizinya. Kasak Kusuk para ibu-ibu itu terdengar jelas di telinga Aisyah maupun ibu Zulfa.
"Eh jeng, itu yah mantunya jeng Zulfa?" tanya jeng Risa
"Iya. Tau gak, jeng Zulfa itu sempet gak setuju. Tapi si Fahri malah gentol pengen nikah sama dia. Padahal apa sih bagusnya dia?? lihat aja dari pakaiannya aja kelihat biasa aja! cuma menang cantik!" Ucap Jeng Nena
__ADS_1
"Denger-denger dia itu pengasuhnya Celien"Ucap Jeng Tami
"Mungkin dia pake pelet kali sampe bisa buat Fahri suka sama dia. Padahal kan jeng Zulfa itu ngebet banget pengen jodohin sama anak pejabat itu, siapa yahh?? eemm Zee kalau gak salah. Aku pernah ketemu waktu itu saat Jeng Zulfa sama Zee di Cafe, Uhh jauh banget kalau dibanding sama Istrinya Fahri" Ucap Jeng Nena
"Mungkin dia jual diri kali jeng, biar Fahri gak bisa lari jadi jeratannya!" Ucap jeng Risa
Ibu Zulfa merasa sangat malu mendengar ejekan teman-teman sosialitanya. Rasanya harga dirinya begitu jatuh dan diinjak injak dihadapan mereka. Sementara Aisyah yang juga mendengar pun merasa panas karena sudah di hinanya. Aisyah memberikan Baby Cel kepada mbak Tut, kemudian ia berjalan mendekati ke 3 ibu-ibu yang sudah menghinanya
" Ehm.. Permisi ibu-ibu yang terhormat! Ibu kesini hanya untuk arisan kan? bukan bergosip seenaknya menghinakan saya! Saya dengar semua yang ibu-ibu katakan! Saya memang orang tidak sekaya ibu-ibu semua tapi saya punya harga diri!! Saya tidak pernah menggoda bahkan sampai menjual diri saya hanya untuk mendapatkan mas Fahri!" Ucap Aisyah menahan amarahnya
"Dih!! Bagaimana Fahri bisa memilih kamu dari pada Zee? kalau bukan dengan cara kotormu! Saya tau persis Bagaimana kedekatan Fahri dan Zee dulu! Zee itu keluarga orang terpandang dan lebih baik daripada kamu! Kamu itu memanfaatkan Fahri untuk menjadi kaya mendadak!" Sarkas Ibu Nena
Deg!
Melihat sorot mata Aisyah yang begitu tajam, membuat ibu Nena sedikit menciut
"Dasar wanita penggoda! wajah aja terlihat polos, tapi hatinya busuk!" Sarkas Ibu Nena menahan amarahnya
__ADS_1
"Jaga bicara ibu!" Ucap Aisyah dengan Nada sedikit tinggi
"Aisyah!! Sudah cukup!! Jangan bikin malu disini! Lebaih baik kau masuk ke kamar!" Ucap ibu Zulfa dengan kasar.
Tanpa berkata lagi, Aisyah pun langsung pergi meninggalkan mereka dan masuk kedalam kamar. Hatinya begitu sakit karena perkataan ibu-ibu di bawah tadi. Karena kehamilannya ini membuat Aisyah merasakan mood yang cepat sekali berubah. Sampai ia sendiri bingung dengan sikapnya. Namun Aisyah juga tidak bisa diam jika ada orang yang menghinanya habis-habisan.
Sementara perasaan ibu Zulfa kini semakin kesal dan membenci Aisyah. Karena dia sudah berani melawan teman-teman arisannya. Tentu saja, ibu-ibu itu semakin mengompori Ibu Zulfa untuk membenci Aisyah.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.