
Setelah 3 hari menghabiskan waktu bersama di pulau lombok, Fahri dan Aisyah bertambah lengket saja. Sepulangnya dari Lombok, setiap malam Mas Fahri tidak pernah absen mengajak Aisyah berlayar kelautan cinta.
Pagi ini Aisyah nampak sedikit kelelahan, wajahnya sedikit pucat
"Yank,,, wajahmu pucet banget sih" ucap mas Fahri yang melihat wajah Aisyah saat ia memasangkan dasi
"Kecapekan kali mas, habisnyaa suamiku ini ngajakin lembur tiap malem hehe" Ucap Aisyah
"Ohh karena ituuu.... gimana yahh,,, soalnya istri mas ini gemesin banget, tiap deket gini bawaannya pengen dimakan aja" Ucap Mas Fahri menggoda
CUP
Mas Fahri mengecup pipi kanan Aisyah hingga membuatnya merona
"Masss..... udah donggg godainnya" Ucap Aisyah kesel
Mas Fahri pun terkekeh geli melihat istrinya yang cemberut. Kemudian mereka pun menuju meja makan untuk sarapan bersama.
Tak lama mama dan Balqis sudah masuk kedalam rumah dan menyapa Aisyah dan Fahri yang tengah sarapan bersama.
"Pagiii sayang" Ucap mama
"Mama, Balqis" Sapa Aisyah
Mama dan Balqis pun ikut bergabung di meja makan,
"Tumben mama udah kesini pagi-pagi?" Ucap Fahri
"Memangnya gak boleh?? mama kesini mau ketemu sama baby Cel, dan nanti siang mama mau ngajakin Aisyah dan baby Cel shoping ke mall. Fa, mana kartu atmmu???" Ucap Mama
Mas Fahri pun mengeluarkan kartu ATM dari dompetnya. Kemudian ia memberikan kepada mamanya.
"Pake aja ma, Aisyah tau kok pinnya" ucap mas Fahri yang kemudian melanjutkan makannya
__ADS_1
Setelah selesai sarapan, mas Fahri pun pamit berangkat ke kantor. Aisyah mengantar Mas Fahri sampai di depan
"Yank, nanti kamu tidur aja dulu, kalau udah baikan baru pergi sama mama. Jangan lupa minum Vitaminnya" Ucap Mas Fahri
"Iyaaa mas" Jawab Aisyah
CUP
Mas Fahri pun mengecup kilas Aisyah dan membuat rona merah di pipi keduanya.
"Genittt deh!!" Ucap Aisyah sembari mengusap bibirnya. Fahri pun tersenyum manis tatkala melihat istrinya yang masih malu-malu saat ia kecup. Kemudian mas Fahri meninggalkan rumah mereka.
Aisyah masuk kedalam rumah sambil senyam senyum mengingat kemesuman suaminya yang tanpa batas itu. Mama yang tengah menggendong baby Cel pun ikut terkekeh melihat mantunya yang tidak sadar jika yang lain tengah memperhatikannya.
"Cieeeeee yang dapet kecupan pagi-pagi, bawaannya seneng terussssss" Ucap Balqis yang langsung membuyarkan pikiran Aisyah.
Aisyah pun baru menyadari jika di ruang tamu ada Balqis, Mama dan juga baby Cel. Aisyah menjadi kikuk seketika
"Kami lihat dengan jelas mbak, iiihhhh baperrr deh pengen cepet punya suami heheh" Ucap Balqis asal
"Nikah, emang udah ada calonnya??" Tanya Aisyah
"Belum heheeh" Jawab Balqis
"Udahh gak usah dengerin Balqis Ca, mending kamu istirahat dulu aja di kamar. Muka kamu itu udah pucet banget, biar Celien disini sama mama dan Balqis" Ucap mama
"Aisyah gak papa kok ma" Ucap Aisyah tidak enak
"Udah gak papa. Mama gak mau kamu sakit" Ucap Mama
Aisyah pun akhirnya menuruti perintah mas Fahri dan mama untuk beristirahat sejenak. Aisyah kembali ke kamar dan merebahkan dirinya untuk tidur sebentar.
****
__ADS_1
Jam menunjukkan sudah pukul 12.30 Aisyah, mama, Balqis dan juga Baby Cel sudah bersiap untuk pergi ke mall. Mereka pun begitu antusias untuk pergi berbelanja siang itu.
Begitu sampai di mall, Mama Zulfa langsung mengajak Aisyah ke butik langganan mama. Disana mama menyuruh Aisyah untuk memilih pakaian yang ia sukai. Sementara Aisyah bingung memilih begitu banyak pakaian yang bagus. Kemudian Aisyah tertuju pada sebuah gamis polos berwarna coklat mocca yang terlihat begitu elegan. Aisyah mengambilnya dan melihat harga yang tertera IDR.1.500.000. Aisyah begitu kaget melihat harga 1 gamis itu begitu fantastis menurutnya. Kemudian Aisyah menaruh kembali gamis itu ke gantungan.
Saat berbalik, Aisyah tak sengaja menabrak seorang ibu-ibu paruh baya yang ternyata Ibu Tami dan di sampingnya seorang lagi temannya, teman Arisan mama Zulfa. Kemudian Aisyah menyapa sopan namun di balas dengan sinisnya
"Kamu mantunya jeng Zulfa kan yah? ngapain disini?? mau semahal apapun baju yang kamu pake, kalau udik ya tetep aja udik!" Cibir jeng Tami
"Maaf ya bu, saya tidak ada urusan dengan ibu. Saya juga tidak mau mencari masalah sama ibu, jadi tolong jangan ganggu saya" Ucap Aisyah tegas
"Dih SOMBONG!! mentang- mentang punya suami kaya!! kalau gak dari ngerayu Fahri, pasti kamu gak akan jadi istrinya Fahri!" Ucap jeng Tami
"JENG TAMI, CUKUP!!!" Ucap mama Zulfa yang langsung menghampiri mereka
"Eh ada jeng Zulfa, disini jugaa?" ucap jeng Tami
"Iya saya kesini bersama mantu saya. Tolong ya jeng jaga bicara jeng Tami!! saya tidak suka Jeng Tami menjelekkan mantu saya!!" ucap mama Zulfa
"Jeng apa gak malu punya mantu udik kayak dia??" Tanya jeng Tami
"Saya bahagia punya mantu yang baik dan sayang sama keluarga. Buat apa penampilan bagus tapi hatinya busuk?!" Ucap mama Zulfa
Jeng tami pun tak bisa membalas ucapan mama Zulfa, ia begitu malu karena banyak orang yang melihat keributan mereka. Ia terdiam dan berfikir sesaat
"Aku bakal sebarin ke anggota grup, biar mereka tau semua dan jeng Zulfa jadi malu!!" batin jeng Tami
Akhirnya setelah obrolan mereka yang cukup panas, jeng Tami bersama temannya pergi meninggalkan mama Zulfa dan Aisyah. Sementara itu Aisyah dan mama Zulfa kembali menjutkan kegiatan mereka yaitu belanjaaaa....
.
.
.
__ADS_1