IBU SUSU

IBU SUSU
Mengikhlaskan Kepergiannya


__ADS_3

Setelah hampir 1 jam Aisyah menangis di pelukan mas Fahri, kini sudah terasa kering air mata Aisyah dan hanya menyisakan segukan. Mas Fahri mengusap wajah Aisyah perlahan, mata Aisyah sudah begitu sembab dan juga merah


"Sayang... Kita harus mengikhlaskan kepergian anak kita. Memang ini terasa sulit, tapi yakinlah anak kita kini tengah bermain-main di surganya Allah, dia akan menunggu kita disana" Ucap Fahri dengan mengecup kening Aisyah


"I..iya mas, Aisyah akan berusaha mengikhlaskan" ucap Aisyah sendu


"Ada hikmah di balik semuanya sayang, Alhamdulillah mama sudah bisa menerima hubungan kita, mama sudah bisa menerima kamu sepenuh hatinya. Meskipun anak kita yang harus berkorban, tapi 1 hal yang mas yakini. Anak kita gak sendiri dan anak kita akan selalu ada di hati kita sampai kapanpun" Ucap Fahri


Aisyah mengangguk dengan menangis yang sudah tak ada air matanya lagi karena sudah kering. Kemudian Mas Fahri kembali memeluknya erat.


"Kita harus menatap ke masa depan, kita gak boleh larut dalam kesedihan sayang. Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati, mungkin saat ini anak kita yang pergi, dan kita hanya menunggu giliran" Ucap Fahri.


"Iya mas" Jawab Aisyah perlahan


Tok


Tok


Tok


"Fahri, Aisyah ...ayo kita makan nak" Ucap mama Zulfa dari luar kamar.


"Iya ma " Jawab Fahri dari dalam kamar

__ADS_1


Fahri pun menatap Aisyah dengan lekat pandangan mereka bertemu,,,,


CUP


Mas Fahri mengecup Aisyah dengan begitu lembut, dan membuat Aisyah sedikit merasa tenang didalam hatinya.


"Kita hadapi semuanya bersama, Mas akan selalu ada untuk mu sayang. Sekarang kita makan siang dulu yuk setelah itu kita berkeliling di kebun bunga untuk melepaskan semua beban pikiran kita" Ucap Fahri . Kemudian Mas Fahri menggandeng tangan Aisyah dan mengajaknya untuk turun kebawah berkumpul dengan keluarga lainnya.


Aisyah duduk di kursi bersampingan dengan mas Fahri, kemudian ia mengambilkan nasi dan lauk di piring suaminya


"Aisyah,,, kenapa matamu sembab nak??" ucap mama Zulfa


"Gak papa ma," ucap Aisyah


" Aisyah sudah tau semuanya ma, Pa karena Fahri sudah menceritakan semuanya" Ucap Fahri


Jantung mama Fahri memompa cepat saat mendengar ucapan Fahri, mama zulfa takut jika Aisyah akan marah kepadanya. Mama Zulfa kemudian menggenggam erat tangan Aisyah


"Maaf kan mama yang terlalu jahat sebagai orang tua. Karena mama kalian harus kehilangan calon buah hati kalian" ucap mama Zulfa menyesali semuanya


"Maa... ini semua bukan karena mama, tapi sudah takdir dari Allah. Benar kata mas Fahri, kita ini hidup hanya sementara, mungkin saat ini Aisyah dan mas Fahri kehilangan calon bayi kami, dan kita yang masih hidup pun suatu saat yang ntah kapan pasti akan menyusul juga. Aisyah memang merasakan kesedihan yang mendalam, tapi tidak seharusnya akan berlarut ma. Aisyah sudah meletakkan dia yang sudah pergi di hati Aisyah yang terdalam dan Aisyah sudah mengikhlaskan di bersama Allah disurga" Ucap Aisyah panjang lebar membuat mama dan papa tertegun dengan kelapangan hatinya


"Mama begitu beruntung memiliki menantu sebaik kamu nak. Bagaimana bisa mama dulu begitu picik hingga tidak bisa melihat kebaikanmu. Maafkan mama ya nak" ucap mama lagi

__ADS_1


"Iya ma" jawab Aisyah dengan tersenyum menatap mama Zulfa.


Setelah obrolan mereka yang cukup mengharukan, Papa dan Fahri mengajak sholat Zuhur terlebih dahulu sebelum jalan jalan keliling Kebun bunga.


**


Fahri dan Aisyah berjalan berjalan menyusuri jalan setapak di sekitaran bunga-bunga cantik. Aisyah begitu senang melihat keindahan itu. Sesekali mereka pun mengabadikan moment indah mereka di kebun bunga itu, sementara yang lain menapaki jalan lain menikmati pemandangan indah. Mereka memberi waktu ruang untuk Aisyah dan Fahri menghabiskan waktu bersama. Fahri mengambil bunga melati dan menyisipkan ke hijab Aisyah tepat di telinganya


"Cantikkk" Ucap Fahri yang kemudian langsung memeluk Aisyah yang tersenyum manis. Aisyah pun jadi tersipu dan menghangat hatinya saat mendengar pujian dari suaminya.


"Semoga setelah ini tidak akan ada lagi air mata yang menetes karena kesedihan. Yang ada hanya kebahagiaan" Ucap Fahri dengan lembut


Aisyah pun mengeratkan pelukannya


"Aisyah begitu beruntung memiliki suami sebaik mas Fahri" ucap Aisyah.


Kini keduanya melepas semua beban pikiran dan beban hati masing-masing. Berharap setelah ini hanya akan ada kebahagiaan yang mereka rasakan....


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2