IBU SUSU

IBU SUSU
Ujian Cinta


__ADS_3

Setelah pertengkaran hebat beberapa waktu lalu, Aisyah dan Fahri belum juga berkunjung lagi kerumah keluarganya. Namun Fahri sering bertemu dengan papa di kantor dan sesekali papa mampir kerumah untuk bertemu Aisyah dan Baby Cel. Pagi ini Aisyah berencana untuk berbelanja keperluan rumah bersama mbak Tut dan Baby Cel karena mas Fahri ada rapat sampai sore dan tidak bisa menemaninya.


"Mas berangkat dulu ya sayang. Nanti kalau belanja jangan angkat barang berat-berat. Biar pak Darto nanti angkatin barangnya dan Baby Cel biar di gendong mbak Tut" Ucap Fahri


"Iya mass... tenang ajaa" Jawab Aisyah tersenyum manis


Sebelum Mas Fahri berangkat ke kantor, tak lupa ia mencium pipi gembul baby Cel dan juga bunda aisyah diam-diam dan tentu membuat Bunda Aisyah menjadi malu-malu dan merah pipinya. Fahri begitu senang menjahili Aisyah yang sudah menjadi kebiasaan Fahri. Rasanya ada yang kurang, jika bersama Aisyah tak membuatnya tersipu-sipu.


***


Aisyah sudah bersiap untuk ke mall bersama Baby Cel dan mbak Tut, tentunya di antar oleh pak Darto supir pribadi dirumah Fahri. Begitu sampai di mall, Aisyah langsung menuju ke supermarket untuk berbelanja. Seperti perintah suaminya, selama berbelanja Baby Cel di gendong mbak Tutut dan Aisyah hanya mendorong trolli belanjaan dan memilih barang-barang yang akan di beli. Setelah selesai berbelanja, mereka pun langsung menuju ke kasir untuk membayar.


Saat Aisyah baru selesai membayar di kasir, ia melihat ibu Zulfa yang berjalan dengan cepat kemudian di ikuti Zee yang tak kalah cepat berjalan dan seperti memanggil-manggil ibu Zulfa namun tidak di hiraukan. Sangking penasarannya Aisyah pun mengikuti mereka dan menitipkan belanjaan kepada mbak Tut.


Aisyah berlari mengejar mereka dengan berlarian, hingga mereka sudah sampai di depan mall. Terlihat cekcok antara Ibu Zulfa dan Zee dipinggir jalan, nampak Zee seperti memohon kepada Ibu Zulfa. Aisyah berlari mendekat kearah mereka, dan Aisyah langsung bertriak keras saat melihat sebuah mobil yang akan lewat

__ADS_1


"MAMAAA AWASSSSS!!" Teriakan Aisyah di barengi tarikan tangan Aisyah di lengan ibu Zulfa dan membuat Aisyah menggantikan posisi Ibu Zulfa yang akan tertabrak mobil


Duuugggggg


"Aaaakkkk" Teriakan Aisyah saat mobil hitam itu menabrak tubuh Aisyah hingga terjatuh di aspal


"Aisyahhhhhh!!!!!" Teriakan Ibu Zulfa menghebohkan semua orang yang yang ada di sekitar jalan. Mobil hitam itu langsung berhenti dan menghampiri mereka dengan ketakutan. Dengaan cepat pria itu membawa Aisyah kerumah sakit bersama ibu Zulfa, sungguh ia tak sengaja menabrak Aisyah. Ibu Zulfa bergetar dan tak henti-hentinya menangis melihat Aisyah yang sudah tak sadarkan diri. Begitu sampai di rumah sakit terdekat, suster langsung membawa Aisyah ke ruang IGD, sementara Ibu Zulfa dan pria itu pun mengikuti Aisyah dibawa pergi. Dokter sudah masuk ke ruang IGD dan memeriksa keadaan pasien, sementara ibu Zulfa dan pria itu harap harap cemas menunggu di luar.


Dengan tangan yang masih bergetar, Ibu Zulfa menelfon Fahri dan mengabarkan kalau Aisyah kecelakaan. Fahri pun begitu syok mendengar kabar itu, tanpa menunggu Fahri langsung pergi dari ruangan rapat dan segera kerumah sakit. Perasaan Fahri saat ini campur aduk, ia begitu khawatir dengan kondisi istrinya, apalagi Asiyah saat ini tengah mengandung 3 bulan. Sepanjang perjalanan Fahri terus saja berdoa didalam hatinya, memohon kepada Allah agar melindungi Istri dan calon anaknya.


"Ma, bagaimana keadaan Aisyah? bagaimana ini bisa terjadi??" Ucap Fahri gusar


"Dokter belum juga keluar Fa, tadi yang mama hanya tau, Aisyah berteriak dengan menarik mama saat mama akan ditabrak mobil dan kemudiann mobil nak Dava jadi menabrak Aisyah" Ucap mama dengan gemetar dan menangis.


"Fah, maafkan aku. Aku gak sengaja menabrak istrimu. Tadi aku sedang menelfon mamaku, dan...." Belum selesai Dava menjelaskan, dokter sudah keluar dari ruang IGD

__ADS_1


"Dokter, bagaimana keadaaan istri saya??" Tanya Fahri cemas.


"Kami tim medis sudah berusaha dengan maksimal pak, saat ini pasien masih dalam keadaan kritis dan belum sadarkan diri. Mari kita doakan semoga pasien segera melewati masa kritisnya pak. Tapi,, maaf pak, kami tidak bisa menyelamatkan kandungan istri bapak. Benturan keras mengenai perutnya yang membuat janin tidak bergerak lagi di dalam rahim ibunya. " Ucap dokter


Bruuukkkkkkkk


Fahri langsung terjatuh dilantai, badannya nya lemas seolah tulangnya sudah remuk saat mendengar berita menyayat hati. Ia harus kehilangan calon bayinya. Bayi yang sangat ditunggu-tunggu kehadirannya, bayi yang setiap malam di elus dan diajaknya bicara sebelum tidur, bagaimana Fahri begitu mendambakannya, Fahri menangisi dirinya yang tidak becus menjaga istri dan anaknya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2