IBU SUSU

IBU SUSU
Mengatakan kebenarannya


__ADS_3

Pagi hari yang cerah.....


Aisyah, baby Cel dan mas Fahri sudah bersiap untuk pergi ke kebun bunga milik keluarga mas Fahri pagi ini bersama keluarga yang lainnya. Mereka pun menuju rumah keluarga Fahri terlebih dahulu kemudian mereka beriringan menuju kebun bunga. Perasaan bahagia menyelimuti hati Aisyah saat itu. Ia begitu tak sabar untuk menikmati indahnya bunga-bunga yang menyejukkan hatinya.


Sepanjang perjalanan Aisyah tak henti-hentinya bercerita dan bersenandung menghibur baby cel dan mas Fahri yang fokus menyetir mobil. Fahri pun sesekali mengusap pipi Aisyah sangking gemasnya melihat Aisyah yang terus saja bersenandung. Diakui Fahri suara Aisyah memang bagus untuk didengar, ia pun tak menyangka jika Istrinya bisa menyanyi semerdu itu.


"Suara kamu merdu sayang, kenapa gak daftar Idol aja hehe" Goda Mas Fahri


"Ica malu mas, gak PD juga hehehe... biarlah mas dan anak -anak kita yang mendengar" Ucap Aisyah dengan tersenyum


Deg!


Fahri langsung terdiam saat Aisyah mengatakan anak.


"Iya sayang" Ucap fahri yang kembali fokus menyetir mobil.


***


Perjalanan 1 jam sudah mereka lalui, sampailah mereka di kebun keluarga mas Fahri. Aisyah pun langsung keluar dari mobil dan melihat di sekelilingnya penuh dengan bunga-bunga cantik.


"Maasyaa Allah cantikk bangett ya mas tempatnyaa" Ucap Aisyah yang terkagum-kagum


"Kamu suka??" tanya Fahri


"Iyaaa mass suka bangettt" Ucap aisyah


Papa , Mama dan keyza pun baru turun dari mobil mereka dan mendekat ke Fahri dan Aisyah


"Ayo kita kesana" Ucap papa sembari menunjuk ke depan.

__ADS_1


Mereka pun memasuki kebun bunga itu lewat jalan setapak yang disampingnya sudah tertata begitu indah bunga-bunga.


"Mass Fah, kalau Ica disuruh tinggal disini pasti betahh banget mas. Tempatnya cantik" Ucap Aisyah. Fahri pun tersenyum mendengar ucapan Aisyah.


Semua keluarga beristirahat di Villa keluarga Mas Fahri


"Kita istirahat sebentar sebelum berkeliling ya" Ucap mama


"Iya ma, Fahri setuju, ini rasanya tangan Fahri lumayan kebas" Ucap Fahri.


Akhirnya mereka pun beristirahat didalam kamar yang sudah disediakan.


Aisyah dan Mas Fahri masuk kedalam kamar mereka, kemudian Aisyah menidurkan baby Cel di kasur. Fahri pun membuka jendela kamar mereka yang menampakkan keindahan bunga-bunga yang indah. Aisyah menghampiri Fahri yang berdiri didepan jendela.


"Mas" Ucap Aisyah


"Iya sayang" Ucap Fahri yang langsung menoleh saat Aisyah sudah berada di sampingnya.


"Mas juga seneng, apalagi bersama kamu disini" Ucap Fahri


"Hihihi gombal deh. Oh iya mas, ini bunga-bunga nya dijual ya mas??" Tanya Aisyah


"Iya lah sayang..... ini kan tanaman hias tentu banyak peminatnya" Ucap Fahri


Aisyah tersenyum manis menatap lurus menikmati pemandangan cantik di depannya. Tak lama Aisyah pun beranjak dari jendela dan saat melihat ada cermin besar di meja rias, aisyah baru sadar saat melihat ke cermin perutnya lebih rata dari sebelumnya.


"Mas... coba sini deh" Ucap aisyah


"Ada apa sayang??" Tanya Fahri

__ADS_1


"Mas... perut Ica kok gak kayak waktu itu ya mas" Ucap Aisyah


Deg!


Fahri terdiam sesaat melihat Aisyah yang berkaca melihat kearah perutnya. Kemudian Fahri mendudukkan Aisyah di kursi riasnya.


"Sayang....mas ingin mengatakan sesuatu kebenaran. Meskipun ini pahit, tapi mas harap kamu bisa berbesar hati dan mengikhlaskannya" Ucap fahri


"Ada apa mas?" tanya Aisyah


"Karena kecelakaan itu, kamu mengalami keguguran sayang. Kita kehilangan calon bayi kita" Ucap Fahri dengan menggenggam erat tangan Aisyah dengan kuat untuk memberikan Aisyah kekuatan


Deg!


Deg!


Deg!


"Mas Fahri bercanda kan? ini gak bener kan mas?" tanya Aisyah yang sudah bergetar tubuhnya


"Mas serius Sayang. Kita harus ikhlas dan sabar untuk menerimanya sayang" Ucap fahri sembari mengusap air mata Aisyah yang langsung menetes di pipinya.


Aisyah pun langsung menangis pilu dipelukan mas Fahri. Fahri tak bisa berbuat apa-apa selain menenangkannya saat itu. Ia tak boleh menangis, dan Fahri harus bisa jadi sandaran untuk Aisyah menumpahkan segala kesedihan mendalamnya karena kehilangan calon bayinya.


.


.


.

__ADS_1


🥺


__ADS_2