
Aisyah dan mas Fahri tengah bermain bersama Baby Cel di ruang keluarga malam itu, tampak baby Cel begitu senang menaiki punggung papa Fahri seperti kuda-kudanya. Baby Celien pun terkekeh geli ketika papa Fahri berjalan kesana kemari membawa dirinya bergerak sementara bunda Aisyah memegangi tubuhnya yang gembul untuk mengimbanginya agar tidak jatuh. Kekehan ala bayi pun mengisi ruang keluarga malam itu.
"Sayanggg udah yahh... papa capek banget nihhh dari tadi muter-muter teruss" Ucap Papa Fahri kepada baby Cel
Seolah baby Cel menjawab tidak, ia pun menarik-narik kaos papa Fahri seolah ingin naik lagi ke punggungnya. Aisyah melihat mas Fahri nampak lelah pun mencoba mengalihkan Aisyah ke permainan lainnya.
"Sayangg kita main boneka aja yukkkk ..." Ucap Bunda Aisyah memberikan beberapa boneka milik baby Cel . Baby Cel pun nampak senang melihat banyaknya boneka didepannya, dan akhirnya teralihkan juga. Kemudian Aisyah beranjak sebentar untuk mengambilkan mas Fahri minum di dapur.
Tiiing Tuuung
(Terdengar bel rumah berbunyi)
Fahri beranjak untuk membuka pintu rumah, sementara baby Cel masih asyik memainkan bonekanya.
Ceklek
"Assalamualaikum Fa" Ucap papa
"Wa'alaikumsalam pa, ma silahkan masuk" Ucap Fahri ramah.
__ADS_1
Ternyata mereka tidak hanya berdua, ada papa Zee di belakang mereka yang ikut datang kerumah Fahri.
"Loh, Om Yahya?" Ucap Fahri
"Tadi Om sengaja dateng kesini bersama papa dan mama mu setelah Om dari rumah sakit. Tapi mama Zee gak ikut karena harus jaga Zee disana" Ucap papa Zee
Mereka pun masuk kedalam rumah dan duduk di ruang tamu. Aisyah yang baru sampai di ruang keluarga pun hanya melihat baby Cel sendiri. Kemudian ia menaruh minuman di meja dan menggendong baby Cel menuju ruang tamu karena mendengar seperti ada orang mengobrol di depan.
Begitu sampai di ruang tamu, Aisyah menyapa kedua mertuanya dan seorang bapak-bapak yang kemudian di kenalkan oleh mas Fahri bahwa dia adalah papanya Zeenata. Kemudian Aisyah ikut bergabung di ruang tamu bersama mereka.
"Ada apa pa, ma dan om Yahya kemari malam-malam?? Sepertinya ada hal yang sangat penting" Ucap Fahri.
"Begini Fa, tentu kamu sudah tau soal kondisi Zee waktu itu, dan setelah pemeriksaan dokter lebih lanjut, ternyata Zee sudah dalam tahap serius Fa. Dokter pun sudah menvonis kalau usia Zee gak akan lama lagi. Kami sekeluarga begitu terpukul mendengar berita ini. Selama ini Zee gak pernah cerita apa-apa, dia hanya memendam sendiri. Sebelum Zee pergi selamanya meninggalkan dunia ini, kami ingin memberikan kenangan indah didalam hidupnya. Kami ingin mewujudkan keinginannya yang pernah ia sampaikan kepada kami saat itu, dan kami ingin meminta tolong kepada mu Fa, untuk menikah dengan Zee" Ucap Papa Zee dengan raut wajah bersedih
Jantung Fahri dan Aisyah berdegub dengan cepat, keduanya nampak kaget mendengar ucapan papa Zee itu.
"Maaf Om, tapi Fahri sudah menikah dan....." Belum Fahri selesai berkata
"Om tau, pasti ini berat bagi kamu dan istrimu. Tapi Om dan keluarga Om memohon kemurahan hati kalian. Om mohonnnn Fa
__ADS_1
.... Om tidak berharap lebih dari pernikahan itu nanti. Om hanya ingin membuat Zee tenang sebelum kepergiannya" Ucap papa Zee yang tanpa terasa sudah meneteskan air matanya.
"Om, ini terlalu berat untuk kami berdua. Lagian pria yang dicintai Zee itu bukan Fahri om tapi mas Dodi. Zee pernah mengatakan itu kepada Fahri" Ucap Fahri
"Bukan Fa, Zee mengatakan itu karena desakkan Om saat itu. Dia juga meninggalkanmu ke Kanada itu juga karena Om. Karena kesalahan Om kepada kalian semua". Ucap papa Zee.
Aisyah tak mampu berkata apa-apa bahkan berfikir pun ia sudah tak bisa. Hatinya begitu memanas, sakit dan rasanya campur menjadi satu. Fahri pun semawut pikirannya saat itu, bagaimana bisa ia memutuskannya dengan sekejap.
Papa Fahri pun mengingatkan kembali bagaimana dulu keluarga Zee yang menolong mereka disaat perusahaan mereka bangkrut, saat itu Fahri masih duduk di bangku SMP. Keluarga Zee banyak berjasa membantu perekonomian keluarga Fahri, namun karena ketamakan papa Zee saat itu yang ingin mengambil alih perusahaan yang didirikan bersama oleh papa Fahri dan Papa Zee, terjadilah permusuhan beberapa tahun, dan akhirnya papa Zee mengakui kesalahannya dan mengembalikan apa yang menjadi haknya papa Fahri.
Karena hari sudah malam, mereka pun pamit untuk pulang dan memberi waktu untuk Fahri dan Aisyah berfikir. Semua keputusan sudah diserahkan kepada Fahri dan Aisyah.
Aisyah menidurkan baby Cel di kamarnya kemudian Aisyah kembali kemarnya dan melihat mas Fahri termenung di balkon samping kamar mereka. Aisyah pun hanya diam dan tak mau bicara sedari tadi.
Kemudian Aisyah lebih memilih untuk merebahkan dirinya dan memejamkan matanya meskipun terasa begitu sulit. Kebimbangan pun melanda perasaan Fahri saat itu..........
.
.
__ADS_1
.