IBU SUSU

IBU SUSU
Kejujuran Aisyah


__ADS_3

Hawa dingin menembus kulit merasuk hingga kedalam tulang, ntah sudah berapa lama Fahri masih berdiri menatap langit yang suram seolah ikut terombamg ambing didalam gelapnya malam. Fahri menutup pintu samping dan memasuki kamarnya. Dilihatnya Aisyah yang sudah tidur diranjang mereka. Kemudian perlahan Fahri ikut membaringkan dirinya di samping Aisyah.


Aisyah merasakan tangan hangat menyelusup di pinggang rampingnya, dibelakang tengkuk lehernya terasa menghangat. Begitu terasa nafas panas menerpa dirinya. Aisyah menahan tangisnya yang sedari tadi akan keluar. Aisyah pun tak berani menggerakkan tubuhnya didalam pelukan Mas Fahri.


"Aku mencintaimu" Ucap Fahri lirih yang masih terdengar begitu jelas oleh Aisyah.


Ingin sekali ia membalas ucapan mas Fahri, namun lidahnya terasa kelu. Jika ia berkata bisa di pastikan tangisnya akan pecah malam ini. Aisyah lebih memilih untuk tetap diam dan berpura-pura tidur. Meskipun Fahri juga tau jika Aisyah sebenarnya belum tidur dan hanya berpura-pura tidur.


**


Pagi menjelang....


Aisyah terbangun saat mendengar suara adzan subuh. Dilihat kesampingnya mas Fahri sudah tidak ada. Aisyah pun langsung terduduk dan melihat pria yang di carinya tengah sujud di atas sajadah menghadap Robb Nya dengan begitu Khusyuk.


Aisyah tersenyum tenang, kemudian ia beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, kemudian berwudhu dan sholat subuh. Saat Aisyah akan sholat, ia melihat mas Fahri masih terduduk di sofa dengan melantunkan ayat-ayat suci Alquran yang terdengar begitu merdu.


Tak lama Aisyah dan mas Fahri selesai dengan aktivitas religinya.


"Sayang" Ucap Fahri sembari mendekat kepada Aisyah saat ia tengah membereskan mukenahnya

__ADS_1


"Iya mas" Ucap Aisyah dengan jantung yang sudah berdegup cepat. Aisyah mempersiapkan hatinya dan mempertajam indra pendengarannya untuk mendengar keputusan apapun yang di ambil oleh suaminya nanti.


"Mas ingin bicara denganmu soal permintaan papanya Zeenata" Ucap Fahri


Deg!


"Apa mas sudah mengambil keputusan?" Ucap Aisyah perlahan


"Belum, mas gak bisa memutuskan sendiri untuk hal sebesar ini, karena mas punya kamu. Bagaimana menurutmu yang?" Ucap Fahri sembari membelai lembut wajah istrinya.


Aisyah menatap Fahri dengan lekad, dikuatkan hatinya untuk bicara...


Fahri tertegun medengar kejujuran hati istrinya, meski diluar ia terlihat begitu tegar, tapi terlihat jelas saat ini hatinya begitu rapuh. Kemudian Fahri melekatkan keningnya dan Aisyah, memejamkan matanya sejenak


"Terima kasih karena kamu sudah mau jujur " Ucap mas Fahri parau


Kemudian Fahri mengecup Aisyah dengan begitu lembut hingga membuat Aisyah tak tahan lagi untuk tidak menangis dihadapan mas Fahri. Air matanya menetes begitu saja, rasa sesak yang memenuhi hatinya sudah mendesak ingin keluar. Kemudian mereka pun hanyut didalam keheningan pagi itu....


**

__ADS_1


Aisyah dan baby Cel mengantarkan papa Fahri sampai di teras rumah. Seperti biasa sebelum berangkat, papa Fahri yang begitu gemas dengan pipi Celien yang sepertinya bertambah gembul itu di kecupinya berkali kali dan hanya di balas baby Cel dengan terkekeh geli. Kemudian Fahri pun mendaratkan kecupan manis di kening Aisyah


"Mas berangkat dulu ya sayang,, " Ucap Fahri


"Hati-hati mas" Ucap Aisyah datar


"Iyah.. Assalamualaikum" Ucap Fahri


"Wa'alaikumsalam" Jawab Aisyah


Fahri pun masuk kedalam mobil kemudian melambaikan tangannya kepada Baby Cel dan Aisyah yang masih setia melihat papa Fahri berangkat ke kantor.


Setelah mas Fahri berangkat ke kantor, Aisyah bersiap untuk ke kedai rotinya bersama Baby Celien untuk menenangkan suasana hatinya.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2