IBU SUSU

IBU SUSU
Penyesalan Mama


__ADS_3

Aisyah membuka perlahan matanya, sayup-sayup terlihat semua diatasnya berwarna putih...


"Mas Fahri...." Ucap Aisyah lirih yang mungkin tak ada yang mendengar. Aisyah menggerakkan tangannya lemah dan seketika Fahri terbangun dari tidurnya


"Aisyah" Ucap Fahri yang langsung bangkit dari kursinya.


"Mass, ica dimana?" Tanya Aisyah lemah


"Kamu dirumah sakit sayang. Kamu mengalami kecelakaan ditabrak mobil saat menyelamatkan mama. Alhamdulillah sekarang sudah sadar, mas panggil dokter dulu ya" Ucap Fahri yang langsung menekan tombol panggilan. Beberapa kali Fahri menciumi tangan Aisyah dengan begitu haru pilu, air matanya pun menetes karena kebahagiaan, melihat Aisyah yang sudah sadar


Tak lama dokter pun datang bersama perawat untuk memeriksa keadaan Aisyah


"Alhamdulillah ibu Aisyah sudah melewati masa kritisnya pak. Allah maha kuasa dan maha menyembuhkan" Ucap dokter . Setelah dokter selesai melakukan pemeriksaan, dokter pun pergi bersama perawatnya.


" Mass... sudah berapa hari Ica dirawat??" Tanya Aisyah yang melihat Fahri seperti orang yang tidak terurus.


"3 hari sayang, sudah 3 hari kamu kritis, dan Allah kini masih memberi mas kesempatan untuk melihatmu lagi" Ucap Fahri dengan menangis


"Mas kenapa mas?? Ica udah gak papa kok mas. Mama gimana mas sekarang?? apa mama baik-baik saja mas??" Ucap Aisyah beruntun


"Mas khawatir dengan keadaanmu sayang. Selama 3 hari ini mas benar-benar merasa hampa, mas seperti tak ingin hidup. Mama baik-baik aja gak perlu kamu khawatirkan" Ucap Fahri


"Maafin Ica mas, sudah membuat mas khawatir" Ucap Ica

__ADS_1


Ceklekkkk


Papa dan mama datang ke ruangan Aisyah di rawat. Pagi ini mama Zulfa membuatkan Aisyah bubur, dengan harapan Aisyah sudah sadar dan ternyata benar, firasat mama Zulfa. Aisyah benar sudah sadar.


"Aisyah, kamu sudah sadar nak?" ucap Mama Zulfa lembut


"Iya ma" Jawab Aisyah perlahan


"Alhamdulillah, mama ucapakan terima kasih karena Aisyah sudah menolong mama, dan maaf karena mama kamu harus dirawat dirumah sakit seperti ini dan kamu harus ke....." Belum selesai mama bicara, Fahri langsung menyela pembiicaraan mama. Fahri tak ingin Aisyah tau soal kehilangan bayinya


"Kita makan dulu yahh sayang" Ucap Fahri yang langsung membuka rantang mama nya.


Fahri menoleh ke arah mama dan menggeleng pelan saat mama melihat Fahri. Mama pun langsung menutup mulutnya.


"Aisyah sudah merasa lebih baik pa" Ucap Aisyah


"Alhamdulillah. Cepatlah membaik, papa ingin mengajakmu keliling kebun bunga milik kita " Ucap papa


"Kebun bunga pa?? Aisyah mau pa" Ucap Aisyah bersemangat


"Boleh aja, asal kamu cepet sembuh. Papa akan mengajakmu berkeliling nanti" Ucap Papa. Papa tau jika Aisyah begitu senang dengan tanaman bunga. Beberapa kali papa melihat Aisyah yang tengah bermain bersama Baby Cel di taman depan rumah mereka dan juga memang keluarga papa Fahri memiliki perkebunan bunga hias yang cukup luas.


Mama menyuapi Aisyah dengan bubur buatannya, sementara Fahri disuruh pulang kerumah untuk membersihkan dirinya. Selama 3 hari Fahri tak mau pulang sama sekali. Ia terus dirumah sakit menunggu Aisyah sampai sadar.

__ADS_1


"Aisyah,, maafkan sikap kasar mama terhadap kamu selama ini yah sayang. Mama benar-benar menyesali semua perbuatan mama. Mama sudah di butakan oleh kegengsian mama sendiri, sehingga mama tak bisa melihat dan mengakui betapa baiknya mantu mama ini" Ucap Zulfa dengan menangis dan merasa bersalah


"Aisyah sudah melupakan semuanya ma. Aisyah bahagia saat ini, karena mama bersama Aisyah. Aisyah rindu bunda Aisyah yang sudah di surga" Ucap Aisyah pilu. Ibu Zulfa pun langsung memeluk Aisyah dan mereka menangis bersama. Papa yang menyaksikan itu semua menjadi ikut haru sekaligus khawatir. Pasalnya Aisyah kehilangan bayinya karena istrinya juga.


"Mulai saat ini, mama akan memperlakukanmu dengan baik. Mama gak peduli lagi orang lain berkata apa. Yang terpenting saat ini, keluarga kita akan tetap utuh dan terus bersama" Ucap Zulfa


"Zee....?" Ucap Aisyah pelan


"Mama sudah tau kebusukan Zee. Dia hanya ingin memanfaatkan mama untuk mendapatkan proyek di kalimantan. Selama ini mama salah menilai Zee. Makanya saat itu mama cekcok mulut dengannya" Ucap mama


"Itu baru secuil, nanti mama akan tau sendiri begitu busuknya keluarga mereka yang menghalalkan segala cara untuk berkuasa!" Ucap papa


Mama dan Aisyah menoleh ke arah papa dengan tatapan yang sulit dimengerti. Tapi ya sudahlah yang terpenting mama Zulfa sudah sadar dan menyesali perbuatannya. Setelah ini tinggal menunggu Aisyah dengan kondisi yang stabil untuk memberitahukan kebenaran sesungguhnya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2