IBU SUSU

IBU SUSU
Akhir yang Bahagia


__ADS_3

Fahri baru tiba di rumah malam itu sekitar pukul 20.00 Wib. Setelah pulang dari rumah sakit, Fahri dan Asisstentnya menuju sebuah resto Jepang untuk bertemu dengan Kliennya terlebih dahulu sebelum pulang kerumah.


Begitu Fahri membuka pintu, keadaan rumah itu begitu sepi.


"Assalamualaikum" ucap Fahri


"Wa'alaikumsalam tuan, selamat malam" jawab mbak Tut


"Malam, sepi banget ? kemana Aisyah dan baby Cel? apa mereka sudah tidur jam segini? " Tanya Fahri


" Nyonya Aisyah dan baby Cel belum pulang tuan sedari pagi setelah tuan berangkat ke kantor" ucap Mbak Tut


"Kemana?!" Ucap Fahri kaget


"Tadi bilangnya mau ke kedai tuan" Jawab Mbak Tut


Fahri langsung keluar rumah dan masuk ke dalam mobil kemudian menjalankannya menuju kedai roti merèka. Fahri pun jadi kepikiran, karena harusnya kedai itu sudah tutup jam 7 tadi. Ia pun begitu gusar saat itu.


30 menit sampailah Fahri didepan kedai mereka. Kedai itu nampak sepi, namun lampu di dalam masih tetap menyala. Fahri harap-harap cemas, ia berdoa dalam hati, semoga Aisyah masih di sana. Kemudian Fahri segera turun dari mobil dan melangkah ke pintu masuk yang ternyata terkunci dari dalam. Fahri mengetuk pintu berharap Aisyah yang membuka pintu


Sementara itu......


Aisyah tengah menonton TV sembari menidurkan baby Celien. Aisyah berencana ingin menginap di kedai itu sampai ntah kapan. Terdengar suara ketukan pintu membuat Aisyah takut. Ia pun berjalan perlahan menuju pintu, tak lupa ia memngambil payung untuk melindungi dirinya dari orang jahat.


Aisyah membuka pintu dengan penuh keberanian dan sudah mengangkat payung untuk memukul


Ceklek


"Hiaaaaa" Teriak Aisyah yang sudah mengayunkan payung dan terhenti


"Aisyah" Ucap Fahri


"Mas" Ucap Aisyah


Mas Fahri langsung mendekat ke Aisyah dan memeluknya erat, Aisyah pun meremang tubuhnya lalu menjatuhkan payungnya.

__ADS_1


"Kamu bikin mas khawatir aja dehhh! kenapa gak pulang hm?" Ucap Fahri sembari melerai pelukannya.


"Mas masih peduli sama aku??" Tanya Aisyah yang sudah berkaca-kaca


Kemudian Fahri menuntun Aisyah masuk kedalam kedai dan mengunci pintunya


"Mana bisa mas gak peduli sama kamu sayang?? kamu itu belahan jiwa mas" Ucap Fahri sembari mengusap Air mata Aisyah yang menetes tanpa di minta


"Bukan nya tadi mas seharian bersama Zee?" Ucap Aisyah memberanikan diri.


Fahri tersenyum sejenak, ia tahu kalau istrinya saat ini pasti tengah di landa cemburu


"Kamu cemburu??" tanya Fahri menggoda Aisyah


Aisyah mengangguk perlahan "Gak usah di tanya lagi!" ucap Aisyah


"Belum mas nikah sama Zee aja, kamu udah gak mau pulang. Apa lagi kalau mas jadi nikah? Mungkin kamu udah menghilang langsung dari hidup mas" Ucap Fahri dengan begitu manis


"Ja..jadi mas akan nikah sama Zeenata?" Tanya Aisyah yang sudah berkaca-kaca


"Enggak, mas udah sampaikan kepada keluarga Zee kalau mas menolak permintaan mereka. Karena mas gak mau menyakiti hati istri mas yang paling mas cintai" Ucap Fahri dengan kesungguhan


"Mas paham kok sayang, mas tau kalau kamu pasti mengira itu semua. Tapi untung saja kamu cuma disini larinya. Kalau sampai menghilang tanpa jejak, bisa gila mas nyariin kamu. Mas gak bisa hidup tanpa kamu sayang" Ucap Fahri sembari mengusap punggung Aisyah.


Beberapa saat Aisyah meluapkan rasa di hatinya. Benar-benar lega mendengar ucapan mas Fahri.


"Kita pulang yuk?" Ucap mas Fajri


"Kalau nginep disini mau gak mas?? Aisyah masih pengen disini" ucap aisyah


"Ya sudah kalau gitu, jadi kita tidur dimana hm??" Tanya Fahri


"Emm di ruangan kan ada kasur lantai mas hehehe" Ucap Aisyah


"Aduhhhh pasti badan mas nanti pegel-pegel. Maunya dipijitin" Ucap Fahri manja

__ADS_1


"Iya iyaaaa nanti dipijitin" Ucap Aisyah mengajak Fahri ke ruangannya, disana sudah ada Celien yang tertidur lelap


"Mas maunya pijit plus plus yahh" Ucap Fahri jahil


"Dihh... mas mesum!" Ucap Aisyah


"Hehehe mesumnya sama kamu mah gak papa" Ucap Fahri kemudian membaringkan badannya di kasur lantai. Kemudian Aisyah ikut berbaring di samping mas Fahri


"Makasih ya mas" Ucap Aisyah


"Untuk apa??" Tanya Fahri


"Semuanya" jawab Aisyah singkat


"Tidak perlu berterima kasih, karena ini sudah menjadi kewajiban mas sebagai suami yang membahagiakan istri. Andai kamu meminta mas untuk ambilkan bulan asal mas bisa, pasti mas akan ambilkan sayang" Ucap Fahri gombal


"Gomballllllll" Ucap Aisyah mencubit perut Fahri


"Aww sakittt sayang. Jangan gitu dong,,, di sayang aja, jangan di cubit" ucap Fahri meringis


CUP


Aisyah mengecup bibir mas Fahri dan membuatnya gemas. Kemudian Fahri pun langsung menyerang Aisyah tanpa ampun. Membawanya menyelami lautan cinta yang dalam.


Malam itu mereka habiskan bersama dengan hati bahagia. Mereka berharap kebahagiaan tidak akan pernah pergi dan akan selalu hadir.


"Cinta datang tanpa diduga, cinta hadir karena takdir. Karena tulang rusukmu tidak akan pernah tertukar"


.


.


.


The End

__ADS_1


(Bonus nya di buat Extrapart aja yah heheh)


Terima kasih yang sudah setia membaca tulisan uni, jangan lupa mampir di cerita uni lainnya yah❤❤


__ADS_2