IBU SUSU

IBU SUSU
JAWABAN FAHRI


__ADS_3

Aisyah menyibukkan dirinya dengan ikut membuat kue di dapur kedai, sementara baby Celien tengah bermain dengan Husna, salah satu pegawai di kedai roti Aisyah. Setelah merasa sedikit lelah, Aisyah pun duduk di bangku dan meminun segelas air putih. Kemudian Aisyah mengambil ponsel di saku gamisnya dan mendial nomer telfon mas Fahri untuk memberitahukan jika ia ada di kedai roti.


Tuuuuutttttttttttt


Tuuuutttttttttttt


Fahri tidak mengangkat ponselnya karena tertinggal di kantor, saat ini Fahri tengah ada pertemuan di ruang rapat bersama kliennya.


Beberapa kali Aisyah menelfon namun masih tidak di angkat, Aisyah pun hanya berfikir mungkin mas Fahri tengah sibuk dengan pekerjaannya. Kemudian Aisyah menemani baby Cel bermain. Hingga siang hari, Aisyah masih berada di kedai membantu para pegawainya yang kerepotan karena pengunjung membludak hari ini.


**


Fahri dan Asisstentnya baru selesai mengadakan pertemuan dengan kliennya dan rekan bisnisnya, kemudian mereka pun akan bergerak ke rumah sakit untuk menemui keluarga Zeenata. Begitu kaget Fahri melihat ponselnya yang terdapat banyak panggilan tak terjawab dari istrinya.


"Kenapa Aisyah menelfon ya??" Ucap Fahri monolog. Kemudian Fahri menelfon balik ke nomer Aisyah.


Tuuuutttttttttttt


Tuuuttttttttttttt


Aisyah tak menjawab telfonnya karena masih sibuk mondar mandir melayani pelanggannya di kedai. Hari itu benar-benar membuat Aisyah lelah, untung saja baby Cel tertidur pulas di ruangan Aisyah, sehingga ia tidak begitu kerepotan. Beberapa kali Fahri menelfon tapi masih tidak di angkat hingga sampailah Fahri dan Handoko sampai dirumah sakit tempat Zee di rawat.


Fahri dan Handoko masuk ke dalam rumah sakit dan menuju ruangan Zeenata. Fahri masuk kedalam sementara Handoko hanya menunggu diluar.


Ceklek


"Assalamualaikum" Ucap Fahri perlahan

__ADS_1


"Wa'alaikumslaam" Papa, mama dan Zeenata menjawab salam bersamaan.


"Nak Fahri silahkan duduk" Ucap mama Zee


Fahri kemudian duduk di samping papa Zeenata. Kemudian Fahri menyapa Zee yang masih terbaring di ranjang pasien dengan wajah terlihat pucat. Ada rasa bahagia di hati Zeenata saat ini, karena mas Fahri mau menjenguknya.


"Om, tante dan Zee.... Fahri kemari ingin memberi jawaban terkait permintaan Om Yahya beberapa hari yang lalu kepada Fahri. Sebelumnya kami ucapkan terima kasih karena Om Yahya dan keluarga sudah sangat baik kepada keluarga Fahri dulu saat kami dalam keadaan yang sulit. Fahri sangat ingin membalas budi baik kepada keluarga Om. Fahri dan Aisyah sudah mempertimbangkan dan memikirkan permintaan keluarga Om, dan semoga ini adalah keputusan yang tepat bagi kita semua. FAHRI TIDAK BISA MENIKAHI ZEENATA om" Ucap Fahri


Deg!


Jantung Zee berdegup cepat, rasa sesak memenuhi ruang hatinya. Begitu jelas di indra pendengarannya bahwa mas Fahri menolak permintaan papanya. Sama seperti yang dirasakan papa dan mama Zee. Mereka masih terdiam menatap Fahri dengan tatapan sedih bahkan terluka.


"Fahri tidak sanggup menyakiti hati istri Fahri, dan Untuk mengukir keindahan yang om maksud itu, fahri rasa tidak harus dengan menikah" ucap Fahri


"Zee mau menghabiskan sisa waktu Zee bersama mas Fahri" Ucap Zee dengan sudah berlinang air mata


"Gak ada mas, gak ada!!!! Zee akan segera mati! Ucap Zee dengan penuh putus asa


"Fahri,, apa sebaiknya kamu fikirkan lagi, apapun yang kalian inginkan akan kami penuhi, asalkan kamu mau menikahi Zee,,, tante mohon Fa" Ucap mama Zee yang sudah menangis juga


"Tante, Fahri gak bisa menikah dengan Zee, Fahri tidak bisa mengorbankan cinta fahri terhadap istri Fahri tan. Aisyah tidak menginginkan Fahri untuk menikah lagi, begitu juga Fahri. Tante, Om dan juga Zee harus optimis bahwa Zee akan sembuh dan menemukan kebahagiaannya sendiri. Sungguh kematian itu hanya milik Allah" Ucap Fahri


Papa, mama dan Zee tak mampu lagi berucap, karena Fahri sudah bulat keputusannya tidak bisa menikahi Zee, ketiganya tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menerima keputusan itu. Memang terlihat keegoisan keluarga itu, namun kedua orang tua Zee hanya ingin melihat putrinya bahagia, meski akhirnya mereka harus menelan kekecewaan karena penolakan dari Fahri.


Sementara itu, di lain tempat.....


Aisyah sudah mulai berkemas dan ingin pulang kerumah, Saat melihat ponselnya waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, dan Aisyah melihat mas Fahri menelfonnya beberapa kali, kemudian Aisyah pun menelfon mas Fahri namun tidak dijawab juga. Aisyah mulai kesal dengan Fahri yang mengabaikannya setengah hari ini. Kemudian Aisyah menelfon pak Handoko, asissten Fahri.

__ADS_1


"Hallo Selamat sore nyonya" ucap Handoko dalam sambungan telfon


"Hallo pak, apakah tuan Fahri ada disitu?" tanya Aisyah


"Iya nyonya, Tuan sedang ada di rumah sakit menjenguk nona Zee. Ada yang bisa saya bantu nyonya?" tanya Handoko


Deg!


Jantung Aisyah bedegup kencang saat mendengar mas Fahri tengah menjenguk Zeenata di rumah sakit.


"Apa dari tadi mas fahri disana?? apa mas Fahri akan tetap menikahi Zee?? Ya Allah.... kenapa hatiku gelisah seperti ini..." Batin Aisyah.


Beberapa kali Handoko meemanggil Aisyah namun Aisyah tidak menjawab apa-apa


"Ya sudah, saya tutup telfonnya. Terima kasih" Ucap Aisyah dengan nada datar kemudian ia mematikan ponselnya.


Kemudian Aisyah yang awalnya ingin segera pulang, tiba-tiba mengurungkan niatnya. Malahan rasanya Aisyah tidak sanggup lagi untuk pulang kerumah. Hatinya sudah keburu sakit, dan tak sanggup untuk bertemu mas Fahri apalagi sampe melihat Mas Fahri dan Zeenata di pelaminan. Mungkin Aisyah tidak kuat untuk hadir disana.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2