
Beberapa minggu kemudian......
Aisyah tengah mengganti pakaian baby Cel yang baru saja habis mandi.
"Yankkk... dasi aku dimana yang warna maroon??" Tanya Mas Fahri masuk kedalam kamar baby Cel
"Ada di lemari mas, tadi kan udah aku siapin yang warna navy mas, Match sama kemeja mas yang silver" Ucap Aisyah yang baru selesai memakaikan bedak ke wajah Baby Cel
"Mas mau yang maroon" Ucap Fahri
"Navy aja" Ucap Aisyah kekeh
"Maarooonnnnnn sayang. Mas pokoknya mau maroon" Ucap Fahri sedikit kesal
"Iya iyaaaa aku ambilin" Ucap Aisyah yang keluar bersama baby Cel dan di ikuti mas Fahri dari belakang. Mbak Tut baru tiba dengan membawa botol susu untuk baby Cel, Kemudian Aisyah memberikan baby Cel kepada mbak Tut, sementara ia akan mengambilkan dasi maroon suaminya.
Aisyah membuka lemari dan mengambil dasi maroon, kemudian memasangkan di krah leher mas Fahri dengan sedikit cemberut. Fahri pun tersenyum menang karena permintaannya dituruti oleh istrinya.
"Mas!!, mas beneran udah mandi yah??" ucap Aisyah yang langsung menutup hidungnya terasa mual
"Udah kok, udah pake sabun juga" ucap Fahri sembari mencium bau badannya sendiri dan ternyata memang wangi maskulin gituuu
"Bauuukk mas, seriuss deh bauk bangettt. Mandi lagi gih!" Ucap Aisyah yang langsung menjauh dari mas Fahri
"Bauk?? wangiii sayangggg nihh coba sini cium mas" Ucap Fahri yang langsung menarik Aisyah dan mendekapnya didalam pelukannya
"Hooeekkkk" Aisyah sudah tidak tahan lagi untuk menahan mual di perutnya. Dengan kuat Aisyah mendorong Fahri dan berlari kekamar mandi.
"Hhoooeeeekkkk hooeekkķk"
Aisyah terus saja muntah didalam kamar mandi dan mas Fahri pun masuk kedalam kamar mandi kemudian menepuk nepuk perlahan bahu Aisyah.
"Kamu masuk angin yah??" Tanya mas Fahri
"Mungkin iya mas. Hooeeekkkkk... Mas jangan deket-deket akuuuuhhhhh" Ucap Aisyah
Fahri pun menjauh sesaat dan lebih memilih menunggu Aisyah di luar kamar mandi. Kemudian Aisyah keluar dari kamar mandi dan melihat Mas Fahri yang nampak khawatir.
__ADS_1
"Sayang, kamu gak papa kan?" Ucap Fahri khawatir,
Wajah Aisyah sudah sangat pucat, karena sudah memuntahkan semua isi perutnya.
"Mas, mending mas mandi lagi yahhhh. Beneran Aisyah gak tahan mas sama bau mas. Maaf ya mas" Ucap Aisyah dengan wajah berkaca-kaca.
"Baiklah" Ucap Fahri yang kemudian masuk kedalam kamar mandi dan mandi lagi.
Tak lama Fahri keluar dari kamar mandi dan sudah berpakaian rapi. Aisyah memandangi suaminya awalnya biasa saja, lalu Fahri mendekat ke arah Aisyah dan Aisyah kembali mual.
"Stop mas!. Mas jangan mendekat!" ucap Aisyah tiba-tiba
" Aisyah mual lagi mas" ucap Aisyah yang langsung menutup mulutnya.
Fahri berfikir sejenak.....
"Jangan-jangan......" Ucap Fahri
"HAMIL?" Ucap Aisyah dan Fahri barengan.
Aisyah pun tak kalah semangat dari suaminya, ia segera bersiap-siap dan kemudian mereka berdua pergi ke dokter kandungan untuk memastikannya. Selama perjalanan Aisyah duduk di bangku penumpang belakang, Sungguh berdekatan dengan mas Fahri membuatnya mual.
***
Sampainya di klinik dokter kandungan yang tidak terlalu jauh dari rumah, mereka pun mendaftarkan diri kemudian duduk diruang tunggu. Karena masih pagi, mereka pun tak lama untuk mengantri, dokter memanggil mereka.
"Selamat pagi pak, bu... ada yang bisa saya bantu?" Ucap dokter dengan begitu ramah
"Kami mau periksa kandungan dok. Pagi ini istri saya muntah-muntah, dan dokter bisa lihat, istri saya gak mau dekat-dekat dengan saya dok, bawaannya mau muntah. Padahal kan suaminya ganteng gini ya dok heheh" Ucap fahri jenaka
Dokter paruh baya itu pun terkekeh geli mendengar ucapan Fahri. Sementara Aisyah hanya tersenyum dan malu-malu
"Baiklah kalau begitu, mari bu ikut saya. Kita periksa dulu" Ucap dokter
Aisyah pun berbaring di ranjang pasien kemudian dokter memeriksa perut Aisyah, sementara Fahri hanya bisa melihatnya sedikit jauh.
"Nahh ini kantong rahimnya udah kelihatan, Maasyaa Allah ada 2 pak, buk.... Selamat ya pak, bu bayinya kembar" Ucap Dokter
__ADS_1
"Kembar dok???" ucap Fahri yang langsung bersujud syukur. Fahri begitu bahagia mendengar kabar baik ini, apalagi nanti mereka akan memiliki bayi kembar. Sama halnya yang di rasakan Aisyah saat ini, ia sangat bahagiaaa sekali bisa mengandung lagi dan Allah kini mempercayakan 2 janin sekaligus. Tetesan air mata bahagia pun tak kuasa ikut menetes.
Aisyah sudah selesai pemeriksaan, kemudian mereka duduk kembali di depan meja dokter
"Jadi dok, apakah rasa mual yang di alami istri saya akan terus begini dok?? Saya pasti gak kuat dok kalau harus jauh-jauh dari istri saya" Ucap Fahri
"Sepertinya bapak Fahri ini begitu sayang yahh sama istrinya, hehehe... biasanya ini hanya berlangsung 3 bulan pertama pak, kehamilan ibu Aisyah sudah jalan 4 minggu, berarti masih sekitar 2 bulan lagi bapak harus bersabar" Ucap Dokter sembari memeberikan resep Vitamin
Fahri menghela nafas kasar, dan mau tidak mau ia harus jalani. Fahri juga tidak ingin terjadi apa-apa pada istri dan anak-anaknya jika harus mementingkan egonya.
"Apa aku harus puasa selama 2 bulan?? Nak... kamu benar-benar menyiksa ayah!!" Ucap Fahri didalam hati.
Setelah mendengar semua penjelasan dari dokter, Fahri dan Aisyah pun pulang kerumah, tentu berita bahagia ini sudah sampai kepada papa dan mama Fahri juga abang Rio. Semua keluarga begitu bahagia mendengar berita ini.
*****
Malam semakin larut.....
Aisyah yang sudah tertidur lelap dan berlayar ke pulau mimpi yang indah. Lain halnya Mas Fahri yang sejak tadi tidur gelisah, Fahri tidur di kamar baby Cel namun tidak merasa nyenyak, ada yang kurang menurut hatinya. Kebiasaannya sebelum tidur, ia dan Aisyah pasti mesra-mesraan dulu. Tapi tidak untuk mulai malam ini.
Kemudian mas Fahri beranjak dari kamar baby Cel dan masuk ke kamarnya, dilihat Aisyah yang sudah tertidur pulas tanpa memikirkan apakah suaminya bisa tidur atau tidak.
Fahri kemudian mendekat dan membaringkan dirinya di samping Aisyah. Dilihatnya wajah ayu Aisyah yang tetap cantik meskipun dalam keadaan tidur. Perlahan Fahri membelai lembut wajah istrinya, kemudian perlahan-lahan ia mendekatkan wajahnya dan.....
CUP
Fahri mengecup Aisyah dengan begitu lembut. Untung saja Aisyah kalau tidur tidak mudah terbangun, dia terbangun hanya saat adzan subuh dan jika Fahri minta jatah sebelum subuh. Jadi Fahri dengan leluasa menjelajah malam itu. Aisyah menikmatinya namun tidak mau membuka mata. Antara sadar dan gak sadar, baginya seperti mimpi bermesraan bersama mas Fahri, tapi matanya tidak ingin terbuka. Kurang lebih 30 menit berlangsung, meskipun belum merasa tersalurkan, Fahri menyudahinya. Dia tidak ingin 'melakukannya' saat istrinya tertidur, malah bisa bahayaa nanti.
Kemudian Fahri membenarkan kembali pakaian istrinya yang tentu sudah berantakan, lalu ia beranjak ke kamar mandi.
********
Hal itu terus berlangsung selama 2 bulan lamanya, Fahri harus melakukannya diam-diam, namun sebenarnya Aisyah tau akan hal itu. Tapi dia lebih memilih untuk pura-pura tidak tahu dan memejamkan matanya, karena Ia takut ketika Aisyah membuka mata, dia akan kembali mual dan muntah.
.
Nasib mas Fahri begini amattt yak!😅
__ADS_1