
Flashback on...
"Mas udah pakai seragam kantor?".
"Udah sayang, hari ini mas ada meeting penting di luar kota dan kemungkinan mas pulang agak larut".
"Kok mas gak ngasih tau andin dulu sebelumnya?".
"Maaf sayang, soalnya tadi ada WA dadakan dari sekretaris baru mas".
"Mas berangkat dulu ya sayang, assalamu'alaikum".
"Wa'alaikumssalam, hati-hati di jalan ya mas".
"Iya sayang."
Flasshback off..
Setelah berpamitan dengan istri tercinta gue. Gue lanjutkan untuk pergi ke kantor. Kurang lebih waktu tempuh antara rumah ke kantor sekitar 1 jam.
Saat sudah memasuki arena kantor, gue keluar dengan dibukakan oleh supir pribadi gue.
Gue menaikin lift khusus untuk atasan.
Saat gue sudah sampai di depan ruang kerja gue, tiba-tiba di tempat sekretaris gue kok ada yang berbeda ya? kok bukan sandi lagi yang duduk di tempat itu? kok malah seorang perempuan yang menempati tempat itu?.
Saat gue hendak masuk tiba-tiba wanita itu mendekati gue dan tanpa sengaja wanita itu tersandung dan gue dengan sigap menangkap badan wanita tersebut. Dan wanita itu mencari kesempatan dengan bergelantung di tubuh gue. Tanpa sepengetahuan gue ada seorang karyawan yang memotret kejadian tersebut dan mengirimkannya kepada istri gue.
"M..m..maaf pak, saya tidak sengaja".
"Iya tidak apa-apa, dalam hati (Cantik juga wanita ini). Oh iya kamy siapa?"
"Saya sekretaris baru bapak yang menggantikan pak sandi".
"Oh ya udah ayo cepetan bentar lagi meeting di mulai kita berangkat ke luar kota tapi berpisah".
"Kalau saya ikut bareng bapak gimana?"
"Saya bersama sopir saya, dan saya tidak mau istri saya curiga dan berfikiran buruk tentang saya".
"Terus saya berangkat bersama siapa pak (menunjukan muka melas)".
"Ya udah ayo, tapi kamu jangan macam-macam".
"Oh iya pak, nama saya Angel. Nama bapak anthonio kan?".
"Iya saya anthonio, sudah ayo nanti terlambat".
Di rumah...
Kring...
Ada WA masuk ke hp andini.
"Bu tadi saya lihat pak anthonio mesra dengan perempuan lain".
kirim foto
Setelah melihat foto tersebut seketika hati andin yang dari pagi tadi tidak enak semakin hancur melihat suaminya yang dengan mesranya menyangga tubuh seorang wanita. Em.. andin kenapa mikir yang ngga-ngga sih sama suami sendiri, lagian mas anthon gak mungkin berpaling dari kamu karena mas anthon sudah sayang banget sama kamu, lagian di rahimku terdapat calon anaknya.
Di kantor...
__ADS_1
Pak, biar saya saja yang bawa mobilnya, bapak pulang saja.
Ta..ta..tapi tuan...
Sudah jangan banyak tapi..tapian. doalnya saya sebentar lagi terlambat.
Baik tuan.
"Tadi siapa nama kamu? A..a siapa?"
"Angel pak".
"Ya udah ayo masuk nanti kita terlambat meeting".
Jarak antara kantor dan kantor cabang lumayan jauh butuh waktu kurang lebih 2 jam.
Di perjalanan sesekali aku melirik angel, dan tampa sengaja angel juga melirik aku. Dan aku langsung buang muka.
"Oh iya pak, apakah bapak sudah punya istri?"
"Iya saya sudah punya istri dan sebentar lagi akan mempunyai dua orang anak".
"Kamu sendiri bagaimana?"
"Saya masih single pak, kalau sedang berduaan seperti ini apakah saya boleh memanggil dengan sebutan nama?".
"Terserah kamu aja".
"Baik pak anton sayang (dengan nada pelan)".
"Tadi apa yang kamu katakan?".
"Eh engga kok pak".
Gue keluar mobil dan disusul oleh angel, gue lihat-lihat banyak pasang mata yang merhatikan gue, dan banyak juga yang berbisik kalau kita cocok.
Selamat pagi pak anthonio, mari kita ke ruang meeting karena yang lainnya sudah menunggu di dalam.
"Baik terima kasih fajar".
"Mohon maaf pak bukan bermaksud lancang tapi ini yang besama bapak siapa ya?".
"Oh... dia sekretaris baru saya".
"Cantik juga pak".
"Kamu mau sama dia?"
"Kebetulan sekali dia masih single".
Setelah berbincang-bincang hal yang tidak penting akhirnya kami sampai di ruang meeting.
Selamat siang semua..
Siang pak...
Baiklah kita mulai meeting kali ini denga berdoa sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing, berdoa dimulai.
Selesai..
Baik kali ini saya akan menjelaskan tentang perusahaan cabang kita ini, dimana nantinya perusahaan ini akan diberi nama A & A. Perusahaan ini akan saya berikan kepada istri tersayang saya, dan perusahaan ini bergerak dibidang fashion.
__ADS_1
Kita akan membuat fashion untuk semua kalangan, baik usia anak-anak sampai lanjut usia.
Bagaimana apakah ada yang ingin memberikan saran dan pendapatnya?.
Intrupsi pak, sebelumnya mohon maaf memotong pembicaraan bapak. Saya ingin memberikan saran bagaimana kalau kita membuat mall di depan perusahan kita, jadi desain, produk, tempat, dan pemasaran kita yang siap kan.
Ide bagus. Oh iya tadi siapa yang memberi saran?
Maaf pak, saya hafiz.
Baik pak hafiz, saya akan mempertimbangkan saran dari bapak.
Siapa lagi yang ingin memberikan saran dan masukan? dan apakah semuanya setuju dengN saran tersebut?
Setuju pak (jawab serentak).
Baik kalau gitu jika tidak ada yang memberikan saran lagi dan semua setuju dengan saran pak hafiz, rapat kali ini kita cukupkan sekian dan terima kasih.
Terima kasih pak (Jawab serentak)
Di luar..
"Pak, kita makan siang bareng yuk?"
"Maaf Angel saya sudah ada janji dengan istri saya kalau hari ini akan pulang cepat".
"Saya antar kamu ke kantor, dan habis itu saya langsung pulang".
"Dalam hati (awas saja anthonio cepat atau lambat aku akan membuatmu luluh padaku)".
"Baik pak".
Setelah gue mengantarkan angel ke kantor lagi, saatnya gue bertemu dengan istri dan anakku tersayang, rasanya sangat kangen ingin segera bertemu padahal baru tadi pagi bertemu.
Setelah menempuh waktu satu jam, akhirnya gue sampai ke rumah tercinta.
"Assalamu'alaikum ayah pulang".
"Wa'alaikumssalam, eh mas udah pulang ayo masuk".
"Dalam hati anthon (kok tumben ya andin tidak mencium tanganku)".
"Mas mau mandi dulu atau langsung makan?".
"Mas makan dulu saja"
"Ya udah kalau gitu langsung aja ke ruang makan, makannya sudah andin siapin semua. Andin mau lihat alana dulu".
"Dalam hati anthon (kok tumben andin tidak menemaniku makan, padahal aku pulang duluan karena ingin makan ditemani andin. Ah mungkin saja andin lelah.)".
Setelah beres makan gue ke kamar untuk bersiap mandi karena habis dari luar kota, selesai mandi gue kembali lagi ke kamar dan tidak menemukan andin, lagi-lagi gue dibuat bingung karena andin tidak menyiapkan pakaian untuk aku.
Gue putuskan untuk tiduran sebentar karena badan gue pegal-pegal sekali akibat perjalana. tadi.
Gue ketiduran cukup lama sampai hari sudah gelap, tapi andin masih belum masuk ke kamar lagi. Gue putuskan untuk melihat ke kamar alana.
"Sayang, kamu sudah tidur?"
"Malam ini andin tidur bersama alana mas".
"Ya udah iya sayang, mimpi yang indah ya".
__ADS_1
Gue kembali masuk ke kamar, dan gue memikirkan sikap andin yang berubah dari semenjak gue pulang dari kantor. Gue putuskan untuk memberi waktu andin dulu sampai dia mau bercerita kepada gue. Kebetulan besok libur, gue mau menghabiskan waktu bersama mereka.