Ibu Untuk Alana

Ibu Untuk Alana
Sayang


__ADS_3

Dan.....


Monitor menunjukan garis lurus, aku sudah panik saat dokter menyuruhku keluar. Akhirnya aku menuruti untuk keluar, di luar aku sangat gusar, peluh membasahi keningku. Kurafalkan beberapa doa. Akhirnya setelah kurang lebih 30 menit, dokter keluar.


"Dengan pak Anthoni?"


"Iya dok, bagaimana kondisi istri saya?"


"Mohon maaf pak, kami sudah melakukan berbagai macam cara tetapi ibu Andin tidak bisa tertolong".


Seketika tumbuhku lunglai, tangis pecah saat melihat ibu pinsan dihadapanku. Aku walau lemas tetapi tetap sigap memopong ibu untum dibawa ke ruang pemeriksaan.


Ayah diam mematung tanpa sepatah katapun. Setelah aku memopong ibu, aku melihat ke ruangan Andin, aku berharap masih ada kejaiban.


Aku memegan tangan pucat dan dingin Andin, ku kecup keningnya untuk beberapa kali. Lalu ku bisikan di telinganya, sayang bangun, anak-anak kita masih membutuhkan kamu.


Tiba-tiba saja monitor kembali berbunyi, dan menunjukan kembalinya detak jantung Andin. Ku panggil dokter untuk memeriksa kedaan Andin.


"Alhamdulillah pak, ibu Andin sudah melewati masa komanya".


Masya Allah, terima kasih atas kesempatan yang Enkau berikan untuk aku dan keluargaku.


Aku langsung memasuki ruangan Andin, akhirnya perlahan Andin membuka matanya. Kata pertama yang dia ucapkan adalah Mas Dua dimana?


Lucu juga emang istriku ini, baru saja siuman langsung ingat panggilan konyol aku hehe.


"Mas Dua... Gimana kondisi anak kita?"

__ADS_1


"Alhamdulillah sayang baby A tumbuh dengan baik, mukanya tampan kaya Ayahnya hehe".


"Ihh aku gak amit-amit dulu jadinya anak aku mirip kamu mas haha".


" Udah sayang jangan banyak bicara dulu, kamu kan baru siuman".


"Nanti kita ketemu anak-anak kita, mas keluar dulu ya ngasih tau ibu dan ayah".


"Iya mas".


Anhtoni ke ruangan ibu untuk mengecek apakah ibu sudah sadar atau belum.


"Ayah... Ibu... Alhamdulillah Andin sudah bisa melewati masa kritisnya, sekarang Andin sudah bisa diajak bicara, 1-2 hari lagi juga dia udah bisa pulang".


"Alhamdulillah nak, kami ikut senang mendengarnya".


Kemudian Anthoni kembali ke ruangan Andin, dilihat Andin sedang tertidur pulas. Sambil memandang Andin, aku tak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada Sang Pencipta atas berkat dan rahmatnya sehingga Andin dapat sembuh kembali.


"Mas Dua, aku mau melihat anak-anak".


"Mas Vc mamah sama papah dulu ya".


"Iya mas".


Tut....tut..tut..


"Hallo Assalamualaikum mah".

__ADS_1


"Waalaikumssalam nak, ada apa?".


"Alana sama baby A sudah tidur belum?"


"Ini lagi main sama kita".


"Boleh di arahkan hpnya mah, Andin mau ketemu anak-anak".


"Ini nak".


"Hallo kakak Alana, kakak lagi ngapain?"


"Ibu..... Kakak Kangen".


"Iya nak, ibu juga kangen, nanti 1 hari lagi kita ketemu ya".


"Iya bu, ibu sudah sembuh".


"Alhamdulillah ibu sudah sembuh nak, gimana sekolahnya? Kakak baik kan di sekolah ngga ngerepotin kakek?".


"Ngga dong bu, kakak pinter di sekolahnya. Kakak juga sudah bisa ngasi nen ke dede".


"Alhamdulillah... Anak sholehanya ibu, udah malam, kakak tidur ya sayang".


"Iya bu, kakak mau tidur tapi ade gak tidur-tidur".


"Coba arahin hpnya ke arah ade, ibu mau ngobrol sama ade".

__ADS_1


"Ini bu".


"Hallo ade, ini ibu. Maafin ibu ya, ade jadi gak ***** asi ibu, sabar ya de bentar lagi juga ibu pulang".


__ADS_2