
Flashback On...
Akhirnya farhan membawa alana dan gue ke luar dibantu oleh polisi. Penjahatnya sudah tertangkap semua, kini di perjalanan mobil farhan dijaga ketat oleh polisi karena biar cepat sampai ke rumah sakit dan sesegera mungkin menangani keadaan gue yang sekarat karena kehabisan darah. Dalam hati gue berkata (Ya Allah kalau ini akhir hidupku kau buat semua orang mengikhlaskan aku untuk pergi selama-lamanya).
Di perjalanan darah gue semakin banyak keluar, akhirnya setelah menempuh waktu 30 menit gue sampai di rumah sakit dan langsung di bawa ke ruang ICU. Gue mendengar alana yang tidak henti-hentinya menangis.
"Alana sayang, sini sama om farhan. Kita doakan ayah semoga ayah baik-baik saja ya".
"I..i...i.. iya om.. hiks...hiks..hiks..."
Saya langsung menelpon ibu andin dan keluarganya untuk mengabarkan kalau pak anthoni di rawat di rumah sakit mekar wangi bogor.
"Hallo Assalamu'alaikum bu."
"Wa'alaikumssalam."
"Ini saya farhan asisten pribadinya pak anthoni. Saya hanya ingin memberitahukan kalau kondisi pak anthoni kritis dan banyak mengeluarkan darah sekarang pak anthoni ada di ruang ICU."
"Baik terima kasih atas informasinya farhan, secepatnya saya akan segera sampai ke rumah sakit."
Di rumah...
"Pak Andi saya bisa minta tolong."
"Dengan senang hati bu."
"Tolong antarkan saya ke rumah sakit mekar wangi bogor bisa?."
"Bisa bu."
"Baik kalau gitu saya siap-siap dulu."
"Baik bu."
Ya Allah semoga suamiku baik-baik saja, aku tidak ingin kehilangan orang yang aku sayangi lagi sudah cukup calon buah hatiku yang pergi meninggalkan kami dan sudah tenang di surga sana, tolong Ya Allah untuk kali ini saja selamatkan suamiku dan sadarkan dari kondisi ktitisnya.
Setelah beres berganti pakaian dan menbawa pakaian ganti untuk mas anthon dan alana, kini saatnya aku turun dan bersiap berangat ke rumah sakit bersama pak Andi.
"Ayo pak, saya sudah siap".
"Baik bu, mari sini saya bawakan pakaiannya"
"Baik terima kasih ya pak."
Di perjalanan aku sangat bimbang dan waswas memikirkan keadaan mas anthon yang kondisinya sedang kritis disaat aku jauh dengannya.
Oh iya aku sampai lupa kalau aku belum mengabarkan orang tua aku dan juga mertua aku. Aku telpon ibu dulu saja.
Nut...nut...nut..
"Halo assalamu'alaikum nak, ada apa tumben telpon."
"Andin cuma mau mengabarkan kalau alana sudah ketemu dan mas anthon sekarang kondisinya sedang kritis hiks...hiks.."
"Anthon di rawat di rumah sakit mana sayang?."
"Rumah sakit mekar wangi bu."
__ADS_1
"Baij nanti sore ibu ke rumah sakit bareng ayah, soalnya ayah ada jadwal mengajar online dulu sampai sore nak."
"Iya tidak apa-apa bu hiks...hiks..hiks.."
"Sudah jangan nangis terus sayang, kamu doakan saja anthoni baik-baik saja. Ibu yakin anthoni pasti kuat."
"Terima kasih bu, kalau gitu andin tutup dulu telponnya ya. Andin mau mengabarkan ibu mertua, Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumssalma sayang."
Sekarang aku akan menelpon ibu mertuaku.
"Hallo Assalamu'alaikum din."
"Wa'alaikumssalam bu."
"Ibu sedang ada di rumah tidak?."
"Kebetulan sekali ibu sedang ikut rapat di luar kota bersama ayah, paling besok pulang ke bandungnya lagi."
"Andin cuma mau mengabarkan kalau mas athon hiks...hiks...hiks.. m..mmm..mas anthon tertembak oleh penculik alana bu, dan sekarang kondisinya sedang kritis."
"Ya Allah anakku hiks..hiks... ibu kasih tahu ayah dulu dan secepatnya ibu akan datang ke rumah sakit, ngomong-ngomong rumah sakit mana anthon di rawat?."
"Rumah sakit mekar wangi bogor bu."
"Baik sayang, secepatnya ibu akan ke sana. Kamu yang sabar dan tegar ya, semuanya pasti baik-baik saja."
"Baik bu terima kasih. Andin tutup telponnya dulu ya soalnya sudah sampai di halaman rumah sakit. Assalamu'alaikum bu."
"Waalaikumssalam din."
"Pak berhenti di sini saja, biar andin yang masuk ke dalam."
"Baik bu."
Hallo Assalamu'alaikum farhan.
"Wa'alaikumssalam bu."
"Bagaimana kondisi alana sekarang."
"Alana alhamdulillah baik-baik saja bu, hanya saja dia sedikit trauma karena melihat ayahnya tertembak."
"Sekarang kamu dimana?"
"Saya sekerang berada di kantin rumah sakit bu, sedang mengajak alana makan."
"Baik sebentar lagi saya akan kesana, Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumssalam bu."
Di kantin...
"Ibu..."
"Alana sayang..sini nak."
__ADS_1
Alana memelukku dengan sangat erat, mungkin karena dia kangen dan juga merasa bahagia atas kedatanganku.
"Alana sayang kamu baik-baik saja sayang? ada yang luka tidak? sambil ku peluk erat dan ku ciumi seluruh tubuhnya."
"Ana aik aik aja bu."
"Anak pintar."
"Oh iya farhan, makasih telah menyelamatkan alana dan membawa mas anthon ke rumah sakit."
"Sama-sama bu, kalau begitu saya permisi pulang dulu bu. Nanti sore saya kesini lagi."
"Baik farhan, sekali lagi terima kasih ya."
"Sama-sama bu."
"Alana sayang kamu ganti pakaian dulu ya."
"Iya bu."
Setelah mengantikan pakaian alana, kita menunggu kembali di depan ruang ICU. Aku tak henti-hentinya memanjatkan doa agar mas anthon segera pulih kembali.
Tak lama dari itu, dokter keluar.
"Apakah ada keluarga bapak anthonio."
"Saya istrinya pak anthonio dok."
"Ibu bisa ikut keruangan saya?. Ada yang ingin saya bicarakan terkait kondisi pak anthonio."
"Baik dok."
Di ruang dokter...
"Jadi begini bu, karena pelurunya menembus bagian tulang belakang pak anthon, mau tidak mau pak anthon harus di oprerasi. Dan juga karena kehabisan banyak darah pak anthon mengalami kritis, dan stok darah di rumah sakit kita sedang habis. Sedangkan nyawa pak anthonio ada ditangan darah itu, terlambat dua jam saja tidak sesegera mendapatkan donor darah maka pak anthon tidak bisa diselamatkan."
"Hiks...hiks...hiks.. lakukan yang terbaik dok untuk suami saya, saya akan bantu mencarikan donor darah untuk suami saya."
"Baik bu kalau begitu, kami akan melakukan yang terbaik untuk suami ibu."
"Kalau gitu saya permisi dok."
"Baik bu."
Kemana saya harus mencari donor darah untuk mas anthon ya Allah :(.
Dua jam berlalu tetapi pihak rumah sakit dan aku belum menemukan pendonor dan stok darah di berbagai rumah sakit sedang kosong.
Aku sudah menghubungi kerabat dan orang tua mas anthon, tapi sayang ibu dan ayahnya mas athon sedang berada di luar kota.
Dokterpun ke luar dari ruang Operasi.
Aku berlalri dan menghampiri dokter tersebut.
"Bagaimana keadaan suami saya dok?"
"Mohon maaf sebelumnya bu, kami sudah melakukan yang terbaik tetapi detak jantung pak anthon berhenti berdetak dan monitor menunjukan garis lurus, sekali lagi saya minta maaf."
__ADS_1
Mas...anthon............. hiks...hiks... tidak..tidak... ini tidak.. mungkin...
Falshback Off...