
Hari ini tepatnya hari kedua dimana Andini belum juga sadarkan diri namun Anthoni tetap saja setia menemani dan memberikam dukungan agar andini cepat pulih seperti sediakala.
Sayang... Ayo dong buka matanya, kamu gak pegel tidur terus udah dua hari? Tau gak? Sekarang aku udah bisa bikin asinan loh. Itu kan makanan terakhirkali kamu ngidam.
Hari ini yang menjaga Andini, aku dan juga kedua orang tua Andini.
My Bunch bangun dong, mas Dua kangen senyumam kamu nih, kangen dimanja kamu nih. Anthoni bicara sendiri, namun dia yakin kalau Andin juga mendengarnya.
Aku bicara alay gini kalau Andin sadar pasti kepala aku digetok sama dia hehe. Aku putuskan mulai hari ini aku gak akan nangis lagi, aku gak mau Andin makin sedih, aku akan hibur Andin sampai dia sehat dan sadarkan diri seperti biasa.
Oh iya, aku belum cerita kenapa Andin bisa koma?
Setelah melahirkan baby A, Andin mengalami pendarahan hebat, ini di luar dugaan kita. Sampai sekarang Andin belum sadarkan diri, semoga nanti malam Andini sadarkan diri aamiin.
__ADS_1
Sebebarnya aku udah kangen sama anak-anak. Sore ini aku berniat menemui anak-anak, karena dari pagi sudah ada ibu dan ayah yang menemani Andin.
Hari sudah menjelang sore, akhirnya aku memutuskan pulang sebentar untuk mengecek keadaan anak-anak. Kebetulan jarak rumah ke rumah sakit hanya sekitar 1 jam perjalanan.
Aku sudah sampai rumah, ku lihat Alana sedang main dengan adiknya di ruang keluarga dan juga ditemani oleh mamah dan papah.
Alana berlari ke arahku, tapi aku belum bisa memeluk dia karena aku belum bersih-bersih habis dari rumah sakit.
Sayang, ayah belum bisa peluk kakak, ayah belum bersih-bersih. Ayah bersih-bersih dulu ya.
Kalian kepo gak sih sama nama panjangnya baby A? Kalau kepo tunggu sebentar lagi ya, nanti kami umumkan namanya, mudah-mudahan Andini cepat sadar (Doakan saja ya).
Aku bermain dengan Alana dan juga baby A, Alana setiap kali aku atau nenek kakeknya pulang pasti menanyakan dimana ibu?
__ADS_1
Aku bukannya tidak mau mengajak kedua anakku, melihat ibunya. Tetapi rumah sakit tidak baik untuk anak di bawah 12 tahun.
Malam harinya aku sudah berada di rumah sakit, aku kembali menemani istri tercintaku. Sayang cepatlah pulih, aku rindu... Aku rindu pelukan hangatmu, ku rindu suaramu, ku rindu canda tawamu, ku rindu teriakanmu.
Hidup harus tetap diperjuangkan, jika hidup kita lesu saat dalam kondisi terpuruk, maka kita akan tersesat arus nestapa maka tenggelam dalam ketidakberadaan hidup. Cepat pulih sayangku, aku dan anak-anak kita menunggu kehadiranmu, pelukku untukmu.
Hampir hari ketiga kamu belum bangun juga, kemudian ku kecup lembut kening istriku. Ku peluk hangat dan ku dekap erat tubuh ringkih istriku.
Bangunlah sayang, aku rindu....
Tiba-tiba saja setelah aku mengucapkan kata-kata itu, layar monitor di nakas berbunyi dan menunjukan garis lurus. Aku panik bukan main, langsung ku tekan tombol emergency dan tiba-tiba dokter dab suster berlarian menuju ruangan ini.
Tiba-tiba pikiranku tidak karuan, aku disuruh menunggu di luar oleh dokter. Aku langsung menuruti karena ini demi kebaikan Andin.
__ADS_1
Dan.......