Ibu Untuk Alana

Ibu Untuk Alana
Pergi


__ADS_3

"Sesuatu yang telah tiada tidak mungkin akan datang kembali, tugas kita hanya satu yaitu mendoakan dan mengikhlaskannya".*Andini


Satu hari setelah ulang tahunku, Allah memberikan musibah yang membuat kami bersedih sekali, yaitu dengan cara mengambil calon buah hati yang kita damba-dambakan. Tapi aku harus berusaha ikhlas karena aku yakin bayi ku tenang di alam sana dan bisa menuntun orang tuanya sampai ke Surga-Nya.


Hari ini aku sudah keluar rumah sakit, dan bersiap untuk pulang ke rumah kami, tidak sabar rasanya untuk bisa tidur nyenyak di kamar kita ya mas.


"Iya sayang, mas juga udah ga sabar kita kumpul bersama lagi. Gimana keadaan kamu sekarang udah membaik sayang?".


"Alhamdulillah kondisi aku sudah membaik mas Oh ia Alana mana?"


"Alana tidak di ajak sayang, dia bersama neneknya nunggu di rumah kita. Ayo, mas udah beresin semuanya sekarang kita pulang".


"Iya mas ayo".


Di perjalanan, mas anthon berbincang banyak hal yang membuat aku sedikit terhibur dan mulai mengikhlaskan buah hati kita, walau dalam hatiku tak akan pernah melupakannya, kita berada jauh namun doa lah yang menyatukan kita.


"Sayang kamu mau beli sesuatu dulu tidak?".


"Andin lagi pengen beli soto yang di gerbang komplek kita itu mas, tapi sebelum nyampe rumah kita beli brownis dulu buat Alana."


"Ya udah kita cari toko kue dulu daerah sini, habis itu kita pulang dan makan soto di gerbang komplek ya tuan putriku sayang😘."


"Ishh mas gembel deh".


"Kok..mas...dikatain gembel sih sayang? masa pangeran setampan ini disebut gembel?".


"Hmm..Maksud andin gombal mas wlee😜".


"Udah mulai jahil ya, mas jadi ingin cium. Cup satu kecupan mendarat dikening Andin, rasanya gue bahagia lihat andin udah kembali seperti dulu lagi, semoga gue selalu ada untuk Andin dalam situasi seberat apapun."


"Sudah sampai nih sayang ke toko kuenya, kamu mau turun apa nunggu di mobil?".


"Turun lah mas. Mas lupa ya? dulu mas tidak ajak andin turun, sampai lupa kalau andin masih di dalam mobil dan berujung andin di bawa ke rumah sakit karena pinsan :(."


"Mas inget dong sama kejadian itu, mas tidak akan pernah lupa di mana mas yang lalai mengunci bidadari cantik seperti kamu di dalam mobil hehe".


"Ya udah mas, yuk masuk?".


"Iya sayang silahkan kamu duluan".


Aku pilih-pilih kue yang akan aku bawa untuk Alana, karena dia suka brownis jadi aku putuskan beli brownis toping keju sama brownis toping coklat. Setelah beres membeli kue, kita lanjutkan kembali jalan ke rumah, tapi sebelum sampai rumah aku ingatkan lagi mas Anthon untuk berhenti di depan gerbang komplek karena aku mau beli soto.


"Mas jangan lupa nanti depan komplek mampir dulu ke tukang soto ya?".


"Iya bawel mas ga akan lupa (sambil menjapit hidung Andin)".


"Ishhh mas apa-apaan sih (sambil cemberut). Pokoknya Andin marah sama mas titik gak pake koma."


"Marah kok bilang-bilang haha".


"Mas..... hm.. (nunduk sambil cemberut)".


"Udah sampai nih sayang di tukang sotonya, yuk turun".


"Gak mau ga jadi pengen soto mau pulang aja".


"Beneran gak mau nih?".


"Beneran ihh (sambil monyong)".


"Ya udah kalau gak mau, mas aja yang beli buat mas sendiri dah".


"Ishh dasar cowok gak peka, kalau cewek ga mau artinya Mau".


"Jadi mau tidak tuan putri?"


"Iya mas, mau (malu-malu)"

__ADS_1


"Nah gitu dong, yuk turun cinta"


"Gombal huh"


"Pak soto 2 ya". *Mas Anthon


"Siap atuh a". *Bapak penjual soto


Kita makan soto berdua sambil diselingi canda dan tawa rasanya kebahagian itu di dapat tidak perlu dengan hal mewah, justru yang sederhana bisa membuat kita lebih bahagia. Terima kasih sayang, kamu merupakan sosok suami dan ayah yang hebat dihidup kami.


"Eh liat tuh sayang ada kucing di atas awan".


"Masa mas? coba mana?".


"Coba majuan kesini dikit yang biar keliatan".


"Iya mas nih udah maju, mana kucingnya?".


"Cup satu kecupan mendarat di pipi mulus Andini, enak juga ya kalau punya pasangan halal jadi bebas mau bermesraan dimana saja, di depan gerobak soto pun jadi".


"Ish mas pelit (sambil cemberut) lagian kenapa andin percaya lagi sama omongan mas jadi lemot gini :(".


"Becanda beb, yuk pulang pasti Alana sudah nunggu kita dari tadi".


"Iya sayang".


"Eh udah berani manggil sayang toh, awas loh nanti makin cinta ucap Anthoni".


"Emang udah cinta 100% kok mas, hati aku sepenuhnya untukmu".


"Udah pandai gombal ya istri mas 😘".


"Pak, sotonya jadi berapa?". *Anthon


"20.000 ribu A". *Penjual soto


"Ini pak uangnya, makasih ya". *Anthon


"Iya mas ayo".


Setibanya di rumah, kita langsung disambut Alana yang berlarian dan langsung memeluk Andin.


"Yeay ibu sudah pulang, Alana senang banget (Sambil Memeluk) ."


"Ibu juga kangen banget sama Ana (membalas pelukan Alana), oh iya ibu punya brownis kesukaan Ana nih".


"Yeay beneran bu?".


"Bener dong sayang, yuk masuk".


Assalamualaikum sahut aku dan mas Anthon


Waalaikumssalam, disambut ayah, ibu dan mamah, papah mas Anthon.


"Gimana keadaan kamu sekarang nak? sahut ibu mertuaku".


"Alhamdulillah Andin sudah membaik mah".


"Alhamdulillah kalau gitu sayang, ayo makan dulu".


"Eeh sudah makan tadi mah sebelum ke sini kita mampir dulu di tukang soto gerbang komplek".


"Ya udah istirahat aja dulu nak".


"Iya mah"


"Ayah...ibu.. Andin ke atas dulu ya, soalnya masih sedikit lemas".

__ADS_1


"Apa yang dirasa sayang, kata ayah dan ibuku?"


"Masih lemas saja yah...bu".


"Ya udah istirahat aja dulu ya sayang".


"Iya ayah..bu, maaf andin tidak bisa menemani ngombrol bareng kalian".


"Iya gak papa sayang sahut ayah, ibu, dan kedua mertuaku".


"Ana mau ikut sama ibu".


"Ana sama nenek aja ya, kasian ibu mau istirahat dulu nak". ~Nenek


"Tidak mau, Ana mau sama ibu, Ana kangen Ibu".


"Ya udah gapapa sayang ayo kita naik bareng ya"


"Asyik"


"Tapi inget jangan ganggu ibu tidur ya nak". Ucap Anthoni


"Siap Yah".


"Ya udah ayo, go"


"Siap Kapten"


"Mas aku istirahat dulu ya, jagain Alana".


"Iya sayang".


"Ana, sini duduk pinggir ibu".


"Ibu tidur dulu ya, Ana tidak apa-apa kan ditinggal tidur sama ibu?".


"Iya tidak apa-apa ibu".


______


Lumayan lama juga aku tertidur, baru bangun setelah adzan ashar. Kemudian aku menyiapkan peralatan sholat untuk mas Anthon, sebelumnya aku mandi terlebih dahulu. Setelah itu wudhu dan memanggil mas Anton yang sedang main bersama Alana di halaman belakang rumah.


"Mas.. ayok kita sholat ashar dulu".


"Iya sayang, tapi mas mau mandi dulu ya?".


"Iya mas, andin juga mau mandikan Alana sekalian, soalnya bajunya kotor, kayanya kalian sudah main kotor-kotoran ya?".


"Iya, tadi mas ajak Alana main genangan air di halaman belakang sambil hujan-hujanan".


"Ya udah gak papa biar Alana belajar mengenal alam juga".


"Mas mandi dulu ya sayang, habis itu kita sholat ashar berjamaah".


"Iya sayang".


"Cie yang udah berani manggil sayang🤭".


"Ishh apa sih mas! Andin kan jadi malu ☺, udah mandi sana, basah juga bajunya tuh. Kasian Alana juga pasti kedinginan. Oh ia, ayah, ibu dan mamah sudah pulang mas?"


"Iya sayang mereka tadi sudah pulang, soalnya papah ada kerjaan di luar kota, dan mamah juga ikut menemani papah. Ayah, ibu mertua juga pulang duluan katanya ada keperluan, mereka menitipkan salam dan kata maaf sama kamu sayang, karena mereka tidak berpamitan kepada kamu dulu".


"Ya udah gak papa mas, cepat mandi sana".


"Iya sayang".


"Alana sayang, mandi yuk! Pasti sudah kedinginan ya? jadi nungguin ayah sama ibu ngobrol, maafkan kita ya nak 🥰".

__ADS_1


"Siap Ibu"


"Setelah semuanya beres kami pun melaksanakan sholat ashar bersama-sama".


__ADS_2