
Mas....Mas... Mas... Bangun
Kenapa sayang?
Kayanya aku mau melahirkan
Sebentar sayang, aku siapkan mobil, perlengkapan baby A udah siap semua di mobil dari jauh-jauh hari. Kamu masih bisa nahan sayang?
Iya sayang, kamu siapkan mobil. Aku sambi bangunin kakak Alana.
Iya siap sayang.
Akhirnya kita bertiga sudah berada di dalam mobil, mas Dua membawa mobilnya seperti kilat, aku duduk di depan dan Alana di belakang.
Setelah menempuh waktu 30 menit melewati jalannan kota di malam hari yang lumayan padat, akhirnya kita sampai di Rs.
Mas Dua langsung panik memanggil suster, sedangkan aku menahan tawa sambil kesakitan karena Mas Dua hanya memakain kolor lope-lope yang aku hadiahkan dan juga sandal beda-beda warna hehe. Aku mau ngakak sejadi-jadinya tapi apa daya perut sangat sakit :(.
Setelah pemeriksaan dan hasilnya normal semua, aku juga sudah mendekati pembukaan akhir. Mas Dua tetap setia berada di samping aku.
Kalau tanya Alana dimana? Alana sudah sama nenek kakeknya di luar karena sebelum masuk ruangan, mas Dua sudah menelpon orang tua aku dan orang tua mas Dua.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba, aku sudah bukaan terakhir. Dan Aku disuruh mengejan kuat-kuat.
Ku cakar dan jambak rambut dan kepala mas Dua karena menahan sakit, keringat besar menemani keningku. Mas Dua sudah mebeteskan air mata.
Setelah satu kali tarikan napas akhirnya (oe...oe..) baby A lahir dengan selamat.
Alhamdulillah sayang, jagoan kita udah lahir dengan selamat.
Sayang....
Sayang...
Bangun sayang...
Dok kenapa istri saya matanya tertutup terus? ucap anthoni
Sepertinya kondisi ibu Andin tidak baik pak, mohon maaf sebelumnya bapak keluar dulu biar saya periksa terlebih dahulu.
__ADS_1
Saya mau tetap menemani istri saya dok..
Maaf pak ini sudah kebijakan, agar istri bapak segera ditangani.
Akhirnya Anthoni keluar dengan perasaan campur aduk, keluarga di luar mempertanyakan Anthoni, kenapa saat keluar dia malah menangis.
Mah..pah... bu..yah.. kondisi Andin sedang kritis, tapi bayi kita lahir dengan selamat. Baby A sedang dibersihkan oleh petugas. Sedangkan Andin sedang kritis. Kemudian Anthoni menyeka air matanya, karena dia tidak mau melihat Alana menangis.
Dan keluarga pun menangis bersama, Anthoni langsung buru-buru ke mushola untuk mengadu kepada Sang Pencipta.
Akhirnya Anthoni sudah berada di mushola, lantas dia langsung berdoa.
"Ya Allah ya Tuhanku, berikanlah keajaiban untuk istriku, aku tidak mau kejadian 2 tahun kebelakang terulang kembali dimana aku harus kehilangan bunda Alana untuk selama-lamanya"
Setelah berdoa, Anthoni kembali ke keruangan tempat Andini berada.
Kemudian dokter yang menagani Andin tiba-tiba keluar, dokter langsung mengabarkan bahwa Andin Koma.
Bisa terbayang betapa hancurnya hati Anthoni, di hari bahagianya menyambut kelahiran putra pertama tetapi orang yang menemani dia selama ini malah tidak sadarkan diri.
Anthoni memasuki ruang ICU dan melihat keadaan Andin, tidak henti-hentinya Anthoni meneteskan air matanya, dan melafalkan doa untuk Andin.
Kamu ayo bangun sayang, anak-anak kita menunggu kehadiran kamu, anak-anak kita sangat membutuhkan kamu sayang, termasuk aku! Aku tidak ingin kehilangan orang yang paling aku sayang untuk kedua kalinya.
Kamu semangat berjuang, aku tetap di sini menjaga kamu sampai kamu sembuh kembali. Anak-anak kita, aku titipkan kepada nenek dan kakeknya.
Aku jadi teringat, kamu sering marah kalau aku banyak di rumah nemenin kamu karena nanti kerjaan aku terbengkalai. Kamu tenang saja sayang, aku sudah urus kerjaan aku sampai beres, aku juga serahkan semua tugas aku kepada sekretaris baru kita, sesuai keinginan kamu, aku ganti sekretaris menjadi laki-laki.
Bangunlah sayang... Aku sangat merindukanmu.
Kuseka air mataku, dan tanpa disangka-sangka Andin juga memgeluarkan air matanya. Ku peluk tubuh ringkih andin, ku kecup keningnya berkali-kali dan ku bisikan doa beserta kata-kata semangat untuknya.
Sayang... Aku mengecek keadan Baby A dan Kakak Alana dulu ya, kebetulan sekali sore ini baby A sudah bisa pulang karena keadaanya sehat tanpa kekuarangan suatu apapun.
"Mah...Pah... Maaf ya aku tidak bisa mengantar kalian sampai rumah karena aku harus menjaga Andin di sini".
"Tidak apa-apa nak, nanti kami gantian menjaga baby A dan juga kakak Alana. Kamu fokus aja untuk kesembuhan Andin, nanti besok mamah sama papah kesini lagi, dan yang menjaga kedua anakmu ibu bapak Andin".
Akhirnya baby A sampai rumah kita, dan alhamdulillahnya baby A anteng banget tidak rewel.
__ADS_1
Malam harinya aku kembali menemani Andin.
Sayang... malam ini aku temani kamu di rumah sakit, kamu cepat sadar ya sayang, kasian anak-anak kita butuh kamu.
Pagi harinya, orang tua ku kembali ke rumah sakit menggantikan aku untuk sementara karena aku harus mengecek keadaan anak-anak di rumah, aku juga bawa baju ganti aku dan juga Andin.
"Mah, pah, aku pulang dulu ya! Aku titip Andin, kalau ada apa-apa langsung hubungi aku".
"Iya nak, hati-hati di jalan. Kamu bawa mobilnya yang tenang aja jangan buru-buru".
Akhirnya aku sampai rumah juga, aku sangat rindu baby A dan Alana.
Ku lihat anak-anak masih tertidur pulas, aku memasuki kamar mereka dan duduk termenung meliat keduanya. Ya Allah nak, kalian sangat lucu , cantik dan tampan. Doakan ya, semoga ibu kalian cepat sadar hiks...hiks.. Aku kebali terisak saat melihat kedua anak-anakku.
Setelah mengecup kening keduanya, aku langsung ke kamar utama. Aku membersihkan badan dan lanjut megepak pakaian selama di rumah sakit nanti.
Selesai menyiapkan pakaian aku menghampiri ayah dan ibu.
"Ayah, ibu, terima kasih sudah menemani Baby A dan Alana, Nanti kalau ayah dan ibu ingin menjenguk Andin, nanti aku menyuruh mamah papah pulang kesini".
"Sama-sama nak, kita sudah menjadi keluarga jadi kamu jangan sungkan-sungkan ya sama kami".
Sebelum pamitan untuk kembali ke rumah sakit, aku mengecek kembali kamar anak-anak, ku lihat baby A dan Alana sudah terbangun.
Alana langsung menghampiriku dan memeluk aku. Dia menanyakan ibunya apakah sudah sembuh atau belum?
"Ayah... Ibu mana? Aku kangen ibu, aku mau ketemu ibu hiks...hiks.. Alana menangis".
"Sabar ya sayang, kita doakan yang terbaik untuk kesembuhan ibu. Alana harus kuat dan pintar, Alana juga nanti jagain adek sama nenek kakek ya".
"Baim ayah, Alana akan menjaga adik sampai ibu sembuh".
Setelah mengobrol dengan Alana, kemudian aku kecup Alana dan baby A. Aku meneluk keduanya. Dan aku langsung pamitan kepada Alana dan baby A.
"Pak...bu.. Anthoni pamit ke rumah sakit lagi ya".
"Iya nak, hati-hati ya. Nanti ibu dan ayah gantikan besan ya".
"Baik bu, aku titip Alana dan baby A terlebih dahulu ya".
__ADS_1
"Iya nak, kami akan jaga keduanya".