Ibu Untuk Alana

Ibu Untuk Alana
Alhamdulillah


__ADS_3

"Mohon maaf sebelumnya bu, kami sudah melakukan yang terbaik tetapi detak jantung pak anthon berhenti berdetak dan monitor menunjukan garis lurus, sekali lagi saya minta maaf."


Mas...anthon............. hiks...hiks... tidak..tidak... ini tidak.. mungkin...


Falshback Off...


"Dok apakah saya boleh bertemu dengan suami saya untuk terakhir kalinya?"


"Silahkan bu, semoga saja mukjizat datang dari Allah SWT sehingga suami ibu dapat tertolong Aamiin."


Aku dan alana memasuki ruangan berwarna putih dan berbau obat-obatan yang sangat pekat, kulihat tubuh suamiku dipenuhi dengan berbagai macam alat. Ku bisikan di telinga suamiku "Mas, andin dan alana di sini kami semua menginginkan mas kembali, apakah mas tidak ingin melihat calon bayi kita tumbuh denga. sehat sehingga dapat berkumpul dengan kita, tolong mas buka matamu dan tunjukan bahwa kamu kuat. Mas...mas... ku peluk tubuh dingin mas anthon dan aku menangis tepat di depan wajahnya, alana pun sama menangis terjerit-jerit melihat ayahnya tidak sadarkan diri. Perlahan ku kecup bibir pucat mas anthon, dan setelah beberapa menit kami memeluknya tiba-tiba saja tubuh mas anthon bergerak dan dia langsung memeluk kita.


"Haha..haha.. jangab sedih gitu dong sayang, liat muka kamu kaya badut tuh pada merah haha. Ternyara actingku sangat memukau sehingga membuat kamu percaya. Sini mas peluk."


"Mas? coba jelaskan?."


"Maaf sayang, sebenarnya mas bekerja sama dengan dokter untuk menjaili kamu, memang benar mas sempat kritis tapi setelah di oprasi mas kemabali sadar dan mas juga ingin bertemu kalian, sini mas peluk."


"mm..mm..mas jahat hiks...hiks.. aku menangis sambil memukul-mukul dada bidang mas anthon dan aku memeluknya dengan erat."


Terima kasih ya Allah, sekenariomu sangat indah sehinnga bisa menyembuhkan kembali suamiku, terima kasih karena telah memberikan kesempatan kepada mas anthon dan kami.


"Ya udah mas istirahat ya, soalnyakan mas baru saja siuman."


"Iya sayang, tapi mas mau ditemani sama kamu dan alana."


"Andin gak akan kemana-mana kok mas, andin di sini."


"Oh iya, ayo mas ganti baju dulu. Soalnya baju mas masih penuh dengan darah, sebentar andin menyiapkan air hangat dulu buat lap seluruh badan mas."


"Gak usah repot-repot sayang cukup kamu kecup mas lama itu udah bikin mas senang hehe."


"Buk..satu pukulan melayang di kepala mas anthon. Masih sempat-sempatnya gombal ya kamu mas padahal aku dan alana sangat khawatir dengan keadaan kamu :(. Mas jahat, pokonya andin marah sama mas karena sudah menjahili kita."


"Mana ada orang marah bilang-bilang?."


"Mas....ih... sekali lagi ku peluk tubuh mas anthon dan aku tenggelam dalam pelukan hangat mas anthon."


"Buka bajunya pelan-pelan ya mas, biar andin bantu."


"Iya sayangku cintaku padamu lope lope muach."

__ADS_1


"Apa sih mas lebay tau wle :p."


Aku mengusap seluruh badan mas anthon, ternyata badan mas anthon banyak dilumuri darah, sehingga baunya cukup amis dan membuat aku ingin muntah. Ntah kenapa aku merasa ingin muntah saat mencium bau darah? padahal dulu aku setiap mencium darah tapi tidak terasa apa-apa, aku segera memasuki kamar mandi dan memuntahkannya tapi anehnya hanya cairan bening yang keluar, mungkin ini efek dari kehamilan aku, karena kehamilan yang pertama juga aku sering mengalami muntah cairan bening.


"Kamu tidak apa-apa sayang? jawab mas anthon."


"Andin tidak apa-apa kok mas, mungkin karena bawaan bayi kita."


"Sini sayang, mendekat cup satu kecupan mendarat di pipi kiri andin, cup dua kecupan mendarat di pipi kanan andin, cup tiga kecupan mendarat di kening andin, dan cup satu kecupan sedikit lama menempel di bibir andin. Teriman kasih sayang karena kamu sudah memberikan hadiah terindah untuk mas."


Setelah beres menggantikan pakaian mas anthon, aku sampai lupa kalau ke dalam membawa alana, ku lihat alana sedang asyik memaikan jarinya di kursi tunggu tempat dirawat mas anthon, oh iya aku sampai lupa kalau mas anthon sudah dipindahkan di ruang vvip yang di dalamnya terdapat semua pasilitas termasuk kamar tidur untuk yang menunggu pasien.


"Alana sayang sini nak, gak mau cium ayah?."


"Ya..ya..ya.. ayah."


"Good girl muach."


Saat kami sedang asyik-asyiknya bercerita, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.


"Assalamu'alaikum, sapa orang dibalik pintu."


"Wa'alaikumssalam jawab kami bertiga."


"Alhamdulillah ayah sudah beres nak."


"Oh iya nak anthon bagaimana keadaannya sekarang?."


"Alhamdulillah sudah membaik yah, anthon sudah melewati masa kritis."


"Alhamdulillah kalau begitu sahut ayah dan ibu."


"Oh iya, ibu dan ayah kamu belum kesini an? tanya ibu."


"Belum bu, soalnya ayah ada rapat di luar kota, mungkin nanti sore atau besok."


"Oh iya tidak apa-apa."


"Ibu dan ayah tidak bisa menginap di sini, karena besok ayah ada rapat dengan pihak kampus. Sekalian ibu ajak alana untuk pulang bersama karena tidak baik anak kecil diam di rumah sakit berlama-lama."


"Iya bu tidak apa-apa jawab andin dan anthon."

__ADS_1


Kami berbincang cukup lama samapai tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 19.00, kini saatnya ibu dan ayah pulang sekaligus membawa alana karena tidak baik anak kecil tinggal lama di rumah sakit.


"Kalau begitu ayah dan ibu pulang duluan ya, jangan lupa jaga kesehatan kamu din kamu kan lagi hamil jangan telat makan."


"Iya bu, andin sebentar lagi mau ke kantin untuk makan malam."


"Ya udah ibu dan ayah pamit ya, Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumssalam jawab kita."


Di ruangan hanya tersisa kita berdua.


"Mas aku cari makan dulu ya, kasian bayi kita kelaparan nantinya."


"Iya sayangku silahkan."


"Gak apa-apa kan mas?."


"Iya sayang 😘, sini deh mendekat."


"Ada apa mas?."


"Sini sayang itu ada apa dipipi kamu?."


"Mana mas, coba sini dulu mendekat."


"Iya mas."


"Sini sini, Cup satu kecupan mendarat di pipi lembut andin. Ntah kenapa gue suka banget godain andini apa lagi kalau sampai pipinya merah seperti kepiting rebus."


"Mas ih.. malu tau :(."


"Kenapa harus malu kan mas udah tau kamu luar dalam hehe vis."


"Ya udah ah andin mau ke kantin dulu, lama-lama disini tidak baik untuk kesehatan jantung andin, soalnya mas selalu godain andin."


"Iya sayangku cintaku padamu sana gih, kasian bayi kita kelaparan, mas juga lapar pengen makan kamu tapi kamunya udah berisi :(."


"Apa sih mas, jangan berikiran mesum deh."


"Siapa yang berpikiran mesum, orang mas lagi becanda aja wlee."

__ADS_1


"Mas............."


__ADS_2