Ibu Untuk Alana

Ibu Untuk Alana
Alana Kamu Dimana?


__ADS_3

Sore harinya mas anthon akhirnya bisa pulang dari rumah sakit, alhamdulillah satu persatu orang tersayang aku bisa pulang.


"Gimana keadaannya mas?"


"Mas baik-baik aja kok sayang, yuk kita ke kamar".


"Iya mas ayo"


"Cie kalian mau apa ke kamar hayo? Jawab ibu mertua dan ibuku".


"Kasian mas anthon suruh istirahat bu".


"Ya udah sana bawa anthon ke atas buat mulihin ke adaannya".


Di kamar...


"Mas bener kan sudah baik-baik saja?."


"Iya sayang mas sudah baik-baik saja"


Langsung saja ku peluk erat mas anthon dan menghirup aroma parfum mas anthon yang khas. Hiks...hiks.. m..m..mas.. Alana, alana anak kita di culik hiks..hiks....


"M..sayang kamu jangan nangis ya, alana pasti kembali, dia anak pintar. Mas dan ayah tadi sebelum pulang sudah lapor polisi, dan polisi sedang melacak keberadaan Alana".


"Alana pasti kembali kan mas?".


"Pasti sayang, anak kita pasti akan kembali dengan selamat. Mas juga sudah menyuruh mata-mata mas untuk melacak keberadaan Alana".


"Baik mas. Oh iya mas, ada kabar baik yang ingin andin sampaikan."


"Kabar baik apa sayang?"


"A..a..andin Ha..ha..hamil mas.. Alhamdulillah"


"Alhamdulillah ya Allah. Terima kasih ya Allah kau sudah titipkan kembali malaikat kecil di rahim istriku. Terima kasih sayang, Insya Allah kali ini kita akan jaga dengan baik, alana pasti senang mendengarnya."


"Sebentar sayang, ada pesan masuk dari orang suruhan mas."


"Apa katanya mas?".

__ADS_1


"Keberadaan alana sudah terlacak sayang, mas langsung ke tkp ya."


"Andin ikut mas."


"Jangan sayang, kamu di rumah aja. Kasian calon bayi kita nanti kenapa-kenapa."


"Hiks..hiks..ta..ta..tapi.. andin mau ikut mas"


"Jangan sayang kamu di rumah saja sama ibu".


"Ya udah mas hati-hati di jalan ya. Apa andin panggil polisi mas suruh ke tempat itu?".


"Jangan sayang, nanti malah semakin membahayakan Alana. Kamu di rumah saja dan doakan mas semoga mas bisa membawa alana dengan selamat".


"Aamiin mas. Sekali lagi hati-hati ya mas".


"Iya sayang cup satu kecupan mendarat di bibir tipis andin. Assalamu'alaikum sayang".


"Wa'alaikumssalam sayang".


Di Perjalanan...


"Halo pak, saya tepat berada di depan rumah tua yang terletak di puncak bogor pak. Saya sedang memantau di dekat pohon beringin pak."


"Baik saya segera ke sana, kamu awasi terus keadaan di depan."


"Baik pak. Saya coba menyelysup ke dalam, nanti saya kabarin keberadaan di dalam bagaimana ya pak."


"Iya farhan."


Di perjalanan gue sangat tegang karena ini menyangkut nyawa anak gue, apa pun yang akan terjadi nantinya gue harus bisa bawa anak gue pulang dengan selamat tanpa kekurangan suatu apa pun. Alana sayang tunggu ayah datang ke sana ya, kamu pasti ketakutan di dalam sana, maafin ayah karena ayah lalai menjaga kamu. Akhirnya setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam lamanya gue sudah sampai di lokasi penculikan alana. Gue kirim pesan farhan.


"Han, keadaan di dalam aman?"


"Aman pak"


"Baik saya sebentar lagi ke sana".


Sebelum gue masuk, gue kirim pesan dulu ke andin untuk memberi tahu kalau gue sudah sampai.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum sayang, mas sudah sampai. Kalau kamu belum mendapat pesan dari mas dalam waktu satu jam kedepan, kamu segera panggilkan polisi ya sayang. I Love You 😘."


"Wa'alaikumssalam mas, mas hati-hati ya disana"


"Iya sayang. Udah dulu ya chatnya soalnya mas mau masuk dulu, sebelum ke adaan di dalam kembali ricuh".


Setelah mengirim pesan singkat itu, gue langsung masuk ke dalam. Dan benar saja kata farhan kalau di dalam keadaannya sepi. Gue buka satu-persatu pintu rumah tua ini, tapi gue belum menemukan keberadaan alana. Saat gue berada di pintu terakhir, tiba-tiba saja gue mendengar tangisan alana.


"Ayah.. ibu.. ana takut hiks..hiks..hiks.."


Gue mencoba membuka pintu kamar itu, tapi sangat susah. Oh iya jika kalian mencari-cari farhan, farhan ada di lantai bawah sedang mengawasi keadaan sekitar. Akhirnya gue bisa kenemukan alana, gue langsung memeluk dia dengan erat. Gue langsung buru-buru mengeluarkan alana di kamar itu, saat baru tiga langkah menuruni anak tangga tiba-tiba orang yang menculik alana menemukan kita mereka banyakan ada di setiap sudut. Dan bos nya ada di bawah dengan menodongkan pistol tepat berada di punggung alana, dan farhan sudah tertangkap.


"Turunkan anak itu dan angkat tangan anda tuan, kalau tidak nyawa anak itu akan hilang."


Gue turunkan alana, dan gue angkat tangan, saat gue menurunkan alana tiba-tiba pengawal yang dibelakang kemabali membawa alana.


"Kalau mau anak ini kembali serahkan uang senilai 1M buat kita".


"Tidak semudah itu."


Gue langsung menghadang satu persatu penjahat itu, saat gue sedang berkelahi dengan satu persatu penjahat itu tiba-tiba dari arah belakang ada yang menembaj gue dan dor... gue terjatuh tepat dikaki penculik yang sedang menggendong alana. Darah gue bercucucuran di mana-mana, farhan dan alana yang sedang di sekap menjerit melihat ke adaan gue. Rasanya gue sudah tidak kuat, pandangan gue sudah remang-remang. Dan akhirnya gue tergeletak tak berdaya akhirnya gue tidak ingat apa-apa lagi, karena gue lemas kehabisan darah.


Dan akhirnya polisi datang karena sudah satu jam, andin belum mendapat pesan dari gue.


"Bruk pintu rumah di dobrak dari arah depan, belakang, samping semua celah dikelilingi polisi. Akhirnya satu demi satu penjahat itu dapat ditangkap, farhan dan alana yang sudah dilepaskan berhamburan menghampiri gue yang sudah tudak berdaya.


"Ayah.........."


Alana menjerit begitu kencang, gue mendengarnya tapi gue tidak bisa berbuat apa-apa karena seluruh badan gue kaku.


"Pak bangun".


Akhirnya farhan membawa alana dan gue ke luar dibantu oleh polisi. Penjahatnya sudah tertangkap semua, kini di perjalanan mobil farhan dijaga ketat oleh polisi karena biar cepat sampai ke rumah sakit dan sesegera mungkin menangani keadaan gue yang sekarat karena kehabisan darah. Dalam hati gue berkata (Ya Allah kalau ini akhir hidupku kau buat semua orang mengikhlaskan aku untuk pergi selama-lamanya).


Di perjalanan darah gue semakin banyak keluar, akhirnya setelah menempuh waktu 30 menit gue sampai di rumah sakit dan langsung di bawa ke ruang ICU. Gue mendengar alana yang tidak henti-hentinya menangis.


"Alana sayang, sini sama om farhan. Kita doakan ayah semoga ayah baik-baik saja ya".


"I..i...i.. iya om.. hiks...hiks..hiks..."

__ADS_1


__ADS_2