
Flashback on...
Gue ketiduran cukup lama sampai hari sudah gelap, tapi andin masih belum masuk ke kamar lagi. Gue putuskan untuk melihat ke kamar alana.
"Sayang, kamu sudah tidur?"
"Malam ini andin tidur bersama alana mas".
"Ya udah iya sayang, mimpi yang indah ya".
Gue kembali masuk ke kamar, dan gue memikirkan sikap andin yang berubah dari semenjak gue pulang dari kantor. Gue putuskan untuk memberi waktu andin dulu sampai dia mau bercerita kepada gue. Kebetulan besok libur, gue mau menghabiskan waktu bersama mereka.
Tapi setelah dipikir-pikir gak enak juga tidur tanpa andin, gue putuskan untuk ke kamar alana untuk menjemput bidadari gue biar tidur seranjang lagi bareng gue 😚.
Tuk..tuk...tuk... sayang udah tidur?
Gue buka saja pintunya.
Gue masuk dan tanpa disuruh gue memeluk badan andin yang lagi membelakangi gue.
"Sayang udah tidur belum?"
"Apa sih mas?"
"Ke kamar yuk, ada yang mau mas ceritain"
"Gak mau"
"Ayo dong sayangku cintaku padamu".
Gue peluk dan menghujani andin dengan ciuman di pipinya dan lama kelamaan andin luluh dan akhirnya amau tidur bareng gue.
"Ayo sayangku kita tidur bareng dan mas mau cerita sama kamu".
"Mas..."
"Iya sayang"
"Maafin andin hiks...hiks... (sambil membenamkan wajah di dada bidang anthon dan menghirup aroma tubuh mas anthon yang menjadi candu)".
"Kenapa nangis dan minta maaf sama mas sayangku? ayo cerita sama mas".
"A..a...andin tadi dikirimkan foto mas yang lagi bopong tubuh perempuan hiks...hiks..."
"Oh itu, biar mas jelasin. Jadi begini ceritanya, pertama perempuan itu adalah sekretaris baru mas dan yang kedua soal itu waktu itu dia terpeleset di depan mas dan mau tidak mau mas menangkap tubuhnya. Dan mas sama dia tidak ada apa-apanya, cuman hubungan antara atasan dengan karyawannya tidak lebih. Emang sih si Angel ini bisa dibilang cewek cantik buat mas yang masih normal hehe".
"Oh jadi gitu ceritanya, maafin andin, andin sudah curiga sama mas. Dan tadi mas bilang apa? mas bilang kalau sekretaris mas itu cantik?. Jadi mas pilih dia apa andin?."
"Ya jelas-jelas pilih kamu dong sayang, kamu wanita kedua yang sudah merebut hati mas. Pastinya yang pertama almarhum istri mas ibu dari alana".
"Iya mas andin percaya kok sama mas, andin sayang mas cup...cup.. cup aku kecup pipi mas anthon dan semakin menenggelamkan wajahku di tubuh mas anton, karena aroma tubuh mas anthon sudah menjadi candu untuk aku".
"Terima kasih sayang, makasih kamu selalu percaya sama mas, kamu selalu ada untuk mas, dan kamu telah membuat mas jatuh cinta lagi..lagi..dan lagi".
"Ya udah sekarang bubu yu".
"Iya mas, tapi andin mau bubu sambil dipeluk mas".
"Itu mah kewajiban mas sayang sama kesukaan mas setiap kali mah tidur maupun terbangun🤗".
__ADS_1
"Bentar deh, mas mau bicara dulu sama calon bayi kita, udah lama mas gak interaksi dengan si kacang mete mas."
"Ihh kok mas manggil anak kita dengan sebutan kacang mete sih? emang dia makanan?".
"Bukan begitu sayang, tapi bentuknya kan masih kecil kaya kacang mete hehe ✌."
"Ya udah yuk bubu. Nanti besok siang kita ke rumah ibu kamu".
"Beneran mas?"
"Beneran dong sayang"
"Horre.."
"Ya udah bubu ga?"
"Iya ini mo bubu, selamat tidur my husband💞."
"Selamat tidur juga my Wife 💞❤".
Flasback Off...
Pagi harinya gue membangunkan andin yang kayanya kecapean sekali sampai-sampai tidurnya sangat nyenyak.
"Sayang bangun... udah pagi".
"Jam berapa ini mas?"
"Sudah jam 7 sayang".
"Ya ampun andin telat bangun, maafin andin ya mas tadi setelah kita sholat subuh berjama'ah andin ngga kerasa ketiduran".
"Apa tadi mas bilang? andin disamakan dengan kerbau? sungguh terlalu kamu mas :(, istri secantik ini dikatakan kerbau. Sungguh suami laknat".
"Heh maemunah kamu ngatain suami sendiri laknat, pamali atuh ari kamu".
"Maafin atuh mas sayangku cintaku padamu tampanku pesonamu bagaikan bola salju yang kemudian terbang ke langit dan disaksikan oleh aku bidadarimu. Mas..mas..sini deh".
"Ada apakah gerangan tuan putri memanggil pangeran?"
"Sini dulu"
"Siap tuan putri".
"Itu ada apa di kepala mas coba nunduk".
"Mana sayang, udah mas raba tapi gak ada apa-apa?".
"Makannya sini dulu, cup satu kecupan mendarat di kening mas anthon".
"Cie tuan putriku sekarang sudah bisa menggoda ya. cup..cup..cup (menghadiahi ciuman dimana-mana)".
"Ishh mas geli tau".
"Geli juga tapi kamu suka kan?".
"Ya tapi kan gak nyium pipi andin sampai pull kali. Ya udah andin masak dulu".
"Hari ini gak usah buat sarapan dulu sayang, kita makan bubur aja di komplek depan sekalian jalan pagi. Kamu mandi nanti mas yang bangunin alana untuk mandi".
__ADS_1
"Siap capten".
Hari ini aku sangat bahagia sekali karena dugaanku salah tentang mas anthon, ternyata mas anthon sangat perhatiaan dan menjaga perasaan seorang istri. Terima kasih Ya Allah, Engkau telah mengirimkan pangeran yang selalu membuat aku bahagia dan menjadi istri yang spesial.
Selesai mandi aku langsung memakai kaos tunik, trening dan kerudung instan warna hitam. Setelah beres semua, aku menyusul mas anthon yang katanya mau bangunkan alana.
"Eh ana udah cantik ya, dimandiin ayah ya?"
"Iya ibyu.. sini coba ibu mau cium wanginya ana. Muach wangi sekali anak gadisnya ibu".
"Udah siap semua?".
"Siap komandan".
"Go kita pergi ke tukang bubur".
"Cus berangkat".
Di tukang bubur...
"Abang...abang ada mi yayam?"
"Maaf dek, di sini amang jualan bubur bukan mie ayam hehe".
"Ibu.. mamang ini juayan mie yayam".
"Abang ini jualan bubur alana sayang, bukan mie ayam haha".
"Kok ibyu ama yayah cetawa cih :(".
"Jangan cemberut atuh cantiknya ibu dan ayah, yuk kita makan bubur nanti ibu yang suapin".
"Ciap ibu".
"Ibyu bubul icu telbuat dali apa?"
"Bubur itu terbuat dari beras yang dikasih air agak banyak dan terus diaduk."
"Oh kaya pacil-pacilan ana ya bu? teyus pacilnya ana kacih ail deh".
"Iy sama sayang, cuman bedanya pasir-pasiran ana tidak bisa dimakan. Kalau bubur ini baru bisa dimakan A....pesawat datang".
"Am...enyak byu kaya ada manyis-manyisnya".
"Itu mah iklan sayang sahut mas anthon".
"Ishh ayah cungguh telalu".
"Mas..."
"Iya sayang, yang manis itu berasal dari kecapnya. Kecap itu berasal dari kedelai hitam pilihan yang diolah sedemikian rupa untuk menciptakan kualitas yang baik".
"Kamu juga iklan sayang".
"Hehe dikit mah gpp atuh mas hehe".
"Oh...gicu ya mbu... oce deh".
"Ya udah yuk ana habisin buburnya, nanti kita jalan-jalan ke taman".
__ADS_1
"Ciap byu bos".