
Alhamdulillah hari ini aku bisa ke luar dari rumah sakit, aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan anak-anak.
Di rumah sedang mempersiapkan kepulanganku tanpa aku tahu. Acaranya untuk penyambutan aku dan juga mengumumkan nama baby A.
"Mas Dua ayo dong beres-beresnya, ibu udah gak sabar mau ketemu anak-anak".
"Sebentar ya sayang".
Aku sedikit memberikan kata-kata untuk mas Dua.
"Anthonio telah memberi penggambaran lain dari sebuah penaklukan cinta & bagaimana indahnya cinta setelah menikah."
"Cuma satu yang ku inginkan, aku ingin hidup bersama selamanya dengan Mas Anthon".
"Mas anthon curang, dia selalu tahu caranya menjadi pusat perhatian, bahkan ketika dibukukan mas Anthon paling ditunggu ceritanya sama pembaca".
Aku selalu berpikir bahwa aku memiliki masa kecil yang benar-benar bahagia seperti Baby A dan juga Alana. Aku merasa tidak punya masalah apapun dengan kedaan diriku. Dan aku menikmati masa kecilku dengan kadang-kadang berpikir bahwa semut-semut bicara menggunakan apa?
Aku jadi teringat pertama kali bertemu mas Anthon, dulu aku masih kuliah dan umurku waktu itu masih 22 tahun, ketika umurku 23 tahun mas anthon memutuskan untuk serius dengaku, walau mas anthon saat itu sudah memiliki anak tetapi ntah mengapa aku langsung sayang sama anak itu yaitu Alana.
Alana memberi warna di hidupku, Alana juga menyadarkaku bahwa dia adalah anakku walau tidak terlahir di rahimku, Alana adalah penguat hubunganku dengan Mas Anthon.
Beruntungnya aku mendapat suami terbaik seperti mas Anthon, aku sangat bahagia bisa memiliki dia. Mas Anthon adalah penyemangatku dikala suka maupun duka.
Aku begitu memaknai sebuah proses, sebab tanpa adanya proses, maka hasil yang kita dapat bukanlah hasil yang sesungguhnya. ~Andini
Dalam mendapatkan sebuah hasil, banyak rintangan yang datang silih berganti, dimana laksana daun yang gugur namun masih berada dekat dengan pohonnya. ~Andini
Menuju baik itu baik, namun jika menuju kemunduran menjadi tidak baik, itu bukan salah keadaan namun kita yang belum berdamai dengan keadaan. ~Andini
Terbanglah setinggi-tingginya, tapi kamu juga harus memperhitungkan saat jatuh-sejatuh-jatuhnya. ~Andini
Dikeheningan malam, seketika ku teringat paras tampanmu yang mimikat hati serta jiwa, pelengkap lelap dimalam gelap. ~Andini
Aku terdiam dan termenung saat ujian datang menerpaku, kuingat kembali kata apa yang pernah terucap sebelumnya sehingga ujian ini datang. ~Andini
__ADS_1
Kamu akan tahu siapa dia sebenarnya saat kamu dibuat terluka olehnya, tunggu seperkian detik apakah dia akan menoleh kemabali ke arahmu? ~ Andini
Bertemu denganmu adalah cara ternyaman untuk menidurkan segala keresahan, tolong jangan tinggalkan aku. ~Andini
Manismu menyamarkan waktu, sedikit fana berhias rayuan indah di malam ini. ~Andini
Sebentar lagi aku dan Mas Dua menuju ke rumah, aku sudah gak sabar ingin bertemu baby A.
Ketika sampai di depan pintu rumah, tiba-tiba dor... Bunyi balon membuat suasana jadi berwarna.
Aku dan mas Anthon memasuki rumah, ternyata di dalam rumah sangat ramai. Sebelum aku memeluk anak-anakku, aku membersihkan diri dulu ke kamar. Eh mas Dua juga ngikut ke kamar.
Di dalam kamar aku ditahan mas Dua.
"Yang, my bunch-bunch kita mandi bareng yukkk. Apa sih mas aku mau buru-buru gendong baby A".
"Pamali loh sayang nolak suami hehe".
"Dahh ahh aku mandi duluan"
Kami sudah siap semua, aku langsung ke luar ke ruang keluarga. Disana sudah disambut keluarga besar baik dari aku dan mas Anthon.
Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu itu tiba yaitu membocorkan nama baby A.
Baby A yang ditunggu, kami beri nama "Arjuna Aksha Pratama".
Hallo semua, kenalin nama aku "Arjuna Aksha Pratama". Kalian bisa panggil aku abang Aksha, hari ini tepat waktu acara 7 harian aku, dan alhamdulillah hari ini juga ibu aku sudah sembuh dan pertama kali ketemu aku.
Akhirnya setelah acaranya selesai aku langsung membawa Aksha ke kamar karena pasti kecapean.
Malam ini kita tidur berempat, lengkap sudah kebahagiaan kami. Dimana Alana, Aksha dan mas Anthoni tidur bersama. Ya Allah terima kasih atas nikmat yang Engkau berikan, Alhamdulillah juga tepat di hari ini aku masih diberikan kesempatan untuk melanjutkam hidup.
Malam yang indah untuk kita rasakan, dimana kita bisa tidur bersama. Alana dan Aksha sudah tidur duluan karena kecapean habis acara tadi siang.
Aku menikmati masa-masa pacaran halal dengan Mas Dua, kita duduk berdua di balkon sambil melihat bulan dan bintang, sesekali mengecap teh manis hangat. Mas Dua meminum kopi capucino.
__ADS_1
baru ngerasain juga duduk santai di balkon, soalnya waktu hamil Aksha, kita pindah kamar jadi ke bawah. Sekarang kamar kita sudah ada di atas lagi.
Mas...
Iya sayang?
Mas waktu aku koma, gimana perasaanya?
Mas tidak fokus apa-apa, yang mas pikirkan hanya kesembuhan kamu. Tau gak? Mas tiap hari nangisin kamu.
Mas bisa nangis juga ya ternyata hehe. Kalau aku waktu itu tidak tertolong bagaimana?
Mas bisa-bisa gila kehilangan istri paling cantik dan solehot seperti kamu
Apa sih mas ngaco deh :(.
Udah malam sayang, tidur yuk??? Ucap mas Anthoni.
Akhirnya kita memutuskan tidur lebih awal dari biasanya, soalnya aku kan baru juga sembuh jadi harus banyak istirahat.
###
Sekarang menunjukan pukul 1 dini hari, aku terbangun karena de Aksha terbangun minta nen. Untung saja Alana tidak ikut terbangub juga, mas anthon terbangun juga.
"Baby A kebangun ya sayang?".
"Ini mas liat sendiri aku lagi apa?"
"Lagi nenenin".
"Tandanya baby Aksha kenapa?"
"Kenapa sayang".
"Tandanya dia sudah bangun mas, lemot ihh kamu :(".
__ADS_1